
Cup!
Dunia terasa berhenti berputar saat bibirnya bermuara pada pipi Liora. Karena Rizal mengambil duduk terlalu dekat hingga bibirnya menempel pada pipi mulus itu dan membuat keduanya membeku. Wajah Liora berubah memerah saat merasakan kehangatan pada pipinya.
Gadis itu refleks menoleh hingga ujung hidung mereka bersentuhan.
Tenggorokan Rizal tiba tiba terasa kering. Bahkan keduanya seperti kesulitan untuk bernafas.
"Kak,,"
Panggilan itu terdengar lirih,,, merdu namun langsung melesak kedalam hati Rizal yang terdalam. Tidak ada lagi yang bicara, keduanya sama sama saling diam dengan jantung yang sudah berdebar tak karuan.
Cup!
Ntah siapa yang memulai, hingga kedua bibir itu sudah saling menempel. Tapi detik berikutnya tidak ada yang bergerak lagi. Wajah keduanya terasa langsung menghangat sedang pikiran bingung mau bagaimana selanjutnya.
Perlahan tangan Rizal bergerak menyentuh tengkuk Liora dan bersamaan dengan itu dia memberanikan diri untuk menyesap sedikit lebih dalam. Liora merasakan adanya sesapan itu, dengan sendirinya dia ikut membalas. Meski keduanya sama sama kaku, tapi itu sangat cukup bisa mengeluarkan ribuan kupu kupu dari dalam hati keduanya.
Setelah beberapa detik saling menyesap, kemudian terdengar decapan sedikit nyaring saat keduanya saling melepaskan untuk bernafas . Karena baru pertama, keduanya belum bisa mengatur ritme ataupun pernafasan saat sedang penyatuan.
Keduanya tersenyum saat mereka menyatukan kening berdua, bahkan nafas hangat begitu menampar wajah keduanya.
"Ini,, ciuman pertamaku kak" ucap Liora dengan tersipu malu
"Ini juga pertama bagiku,, Ly" jawab Rizal, kemudian mereka mengangkat wajah dan saling menatap dengan tersenyum
"Ternyata rasanya sangat manis" ucap Rizal kembali menatap bibir pink yang beberapa menit lalu sudah dirasakannya
"Pantas saja banyak orang kecanduan setelah merasakannya. Termasuk aku,,," ucapnya dengan jujur
"Boleh?" tanya Rizal sudah kembali menyentuh tengkuk Liora dan gadis itu tersenyum sambil mengangguk pelan, tidak dia pungkiri, gadis itu pun merasa ingin lagi.
__ADS_1
Hati Rizal bersorak kegirangan karena Liora juga menginginkannya. Detik kemudian Rizal sudah kembali memajukan wajahnya hingga kedua bibir mereka kembali menyatu.
Jegrek!
Keduanya terkejut, sontak langsung kembali menjauh saat merasakan komedi putar itu kembali bergerak.
"Maaf ya mas nunggu lama!" terdengar teriakan dari bawah dari penjaga komedi putar itu.
Sepasang kekasih itu pun jadi salah tingkah.
"Iya gak papa" sahut Rizal
Komedi putar kembali bergerak sekali lagi dan Rizal memilih menggenggam tangan Liora saja daripada melanjutkan hal yang tadi, hingga akhirnya keduanya turun dari permainan itu dan Rizal mengajak Liora untuk pulang. Hati keduanya benar benar sedang berbunga bunga, membuat moment manis sebelum besok mereka akan berpisah dalam waktu yang cukup lama. Sepanjang perjalanan pulang, Liora memeluk Rizal, menghirup aroma tubuhnya dalam dalam karena setelah malam ini, dia pasti akan sangat merindukan kekasihnya itu.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di depan rumah.
Lalu Liora turun dan melepas helmnya dengan tersenyum. Ntah senyum keduanya sejak tadi seperti tidak pernah luntur
"Iya" jawab Liora dengan tersenyum
Lalu keduanya masuk kedalam dan ternyata keluarga liora sedang berkumpul bersama di ruang keluarga
"Assalamualaikum" ucap Liora dan Rizal bersamaan
"Wa'alaikumsalam". Jawab keluarga di dalam rumah
"Baru pulang kamu?!" terdengar suara angga yang sedikit ketus.
"Paaa!" ucap Zara
"Maaf pak, bu, Dokter Angga, Dokter Zara tadi kami jalan dan makan dulu sebelum pulang" ucap Rizal memberi penjelasan
__ADS_1
"Iya gak papa, asal Liora pulang dengan selamat" jawab Pak Dermawan dan Rizal mengangguk
"Kalau begitu saya pamit pulang dulu...Assalamualaikum" ucap Rizal sambil membungkuk sedikit
"Wa'alaikumsalam" jawab pak Dermawan dan yang lainnya
"Liora anter ke depan dulu ya" ucap Liora dengan tersenyum lagi
"Omty, napa cenyum cenyum teluc?" tanya Rangga saat memperhatikan Om dan Aunty nya
"Hehe gak papa" sahut Liora lalu mendorong Rizal agar cepat keluar sebelum bocil itu banyak tanya
"Hihihi Om dan Aunty sedang jatuh cinta, jadi senyum senyum terus" jawab Zara
"Jangan bicara macam macam pada Rangga, ma! dia masih kecil!" cetus Angga
"Apa sih,, Kan cuma bilang jatuh cinta" sahut Zara sedikit sewot
"Jatuh cinta itu apa ma?" tanya Rangga
"Nah!" Angga, pak Dermawan dan ibu Marissa menyahut bersama sedang Zara diam dan mengigit bibirnya.
Seolah lupa jika bocilnya itu suka sekali bertanya 🤣
.
.
.
Jawab ma! 😌
__ADS_1