
Saat sedang menikmati kebersamaan bersama keluarga besar, Raditya anak sulung pak Arto datang bertamu ke rumah pak Bagas. Dia di utus bapaknya untuk mengundang besan pak Bagas sekeluarga. Mendapat undangan langsung, membuat pak Dermawan merasa tidak enek jika tidak datang.
"Ayo ma kita mampir dulu sebelum pulang" ucap pak Dermawan pada ibu Marissa
"Iya pa,," jawab Ibu Marissa
"Kalian berdua datang kan nanti?" tanya pak Dermawan pada Angga dan Zara yang masih duduk di kursi pelaminan
"Nanti kami juga akan datang pa, tapi ganti baju dulu" jawab Angga
"Ya sudah kalau gitu kami duluan ya, kalian nyusul saja" ucap pak Dermawan
"Mari pak, bareng kami saja" ucap pak Bagas pada besannya
"Iya mari,," jawab pak Dermawan
"Oma,, Langga ikutt" ucap Rangga berlari ke arah omanya.
"Ayo sini, nanti biar papa dan mama nyusul. mereka ganti baju dulu" ucap Ibu marissa
Kemudian keluarga Zara dan juga semua keluarga pak Dermawan keluar dari rumah dan rombongan itu menuju ke rumah pak Arto yang sedang menggelar resepsi pernikahan. Sedangkan Angga dan Zara akan menyusul mereka setelah mengganti pakaian mereka.
"Ganti baju dulu kak" ucap Zara
"Iya,," Jawab Angga menyeringai
Kemudian Angga bangun dan membantu Zara untuk kembali ke kamar mereka. Setelah masuk, Zara duduk di depan meja riasnya dan menghapus riasan make up nya. Sementara Angga keluar dari kamar untuk mengambil koper kecil miliknya di kamar tamu.
Setelah selesai menghapus makeup tebalnya, Zara mengambil pakaian ganti dan masuk ke kamar mandi. Kemudian Angga masuk dan meletakkan kopernya di dekat lemari pakaian Zara. Angga langsung saja melepas pakaiannya dan menggantinya, setelah itu Angga merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan berselancar di dunia maya sambil menunggu Zara selesai mengganti pakaian.
Rombongan pak Bagas sudah berada di depan, mereka bergantian menyalami penyambut tamu yang ada di depan jalan. Seketika semua tamu undangan menatap ke arah rombongan itu tak ketinggalan keluarga pak Danang yang menatap sinis pada mantan besannya.
"Pak Dermawan, Ibu Marissa silahkan duduk, Maaf saya tidak bisa menemani karena harus kembali bertugas di belakang" ucap pak Bagas setelah menunjukkan keluarga besannya untuk duduk.
"Oh iya pak, tidak papa, kami akan duduk disini" jawab pak Dermawan.
Kemudian keluarga pak Dermawan duduk di kursi yang sudah ada di bawah tenda biru bersama tamu yang lainnya.
"Itu besan Mas Bagas?!" tanya ibu Bryan pada suaminya saat melihat pak Bagas seperti sedang bicara dengan begitu ramah
"Sepertinya iya, tapi yang mana ya? apa yang pake batik merah, atau batik biru? gak mungkin kan batik merah?! " Ucap pak Danang memasati pak Dermawan yang terlihat masih gagah dan berkharisma, sedangkan yang memakai batik berwarna biru adalah kakak pak Dermawan yang usianya sudah sedikit sepuh. Kemudian mereka duduk sedangkan pak Bagas dan Ibunya Zara berjalan ke rumah pak Arto.
"Itu anak Zara?!" Pak Danang menganga kaget saat Rangga keluar dari persembunyian sang oma. Terlihat Rangga sedang mengajak Oma Marissa bermain batu gunting kertas
"Kok gak dekil?! Tapi memang tidak mirip dengan Zara" Cetus Ibu Bryan
__ADS_1
Sedang Bryan yang menyebar gosip tidak benar itu diam saja, dia juga tidak mau menatap ke arah keluarga besan pak Bagas.
"Pa,, sepertinya , mereka bukan orang kaya. Lihat saja, wanita tua yang bermain bersama anak Zara itu tidak memakai perhiasan, apa itu cuma kalung kecil, gelang kecil dan anting-anting kecil. Pasti itu imitasi!" ucap ibu Bryan sedang menatap ibu Marissa sinis. Sedang ibu Bryan menggunakan berbagai macam perhiasan emas mencolok agar terlihat sebagai orang kaya.
"Bener kamu ma,,!" Sahut Pak Danang.
Mereka terus berbisik bisik membicarakan besan pak Bagas. Sedang ibu Marissa merasa tak jauh dari tempat mereka duduk, ada orang yang terus terus saja menatap ke arah mereka
"Pa,, mereka itu kenapa lihat kesini terus?! apa mereka sedang membicarakan kita? searah jam 3" tanya ibu Marissa sambil memberi kode letak duduk mereka
Pak Dermawan menoleh sebentar dan melihat keluarga pak Danang.
"Mungkin saja iya, biar kan saja ma, kita kesini hanya untuk memenuhi undangan " ucap pak Dermawan
Ibu Marissa langsung diam dan mengalihkan pandangannya pada Rangga lagi.
Sementara itu dirumah Zara, Zara baru saja selesai mengganti pakaian, dia keluar dan melihat Angga yang sedang berbaring di tempat tidurnya.
"Kakak, sudah ganti baju?!" tanya Zara
Angga yang sedang memainkan ponselnya pun segera meletakkan ponselnya di atas meja kecil di sampingnya
"Iya, pakai ini saja ya" ucap Angga
"Iya,," Jawab Zara saat melihat Angga sudah mengenakan kemeja lengan pendek
Zara tidak menolak, dia pun mendekat dan duduk di samping Rangga
"Rebahan sini dulu, aku mau cerita sama kamu" ucap Angga tersenyum manis
Zara menurut, dia pun merebahkan dirinya di samping Angga dan menghadap ke pria itu. Angga tersenyum sambil membelai lembut kepala Zara
"Mau cerita apa?" tanya Zara
"Kamu tau,, kakak memberi mahar sawah dan ladang " ucap Angga
"Hah?!" Zara sontak terkejut
"Yang bener kak??" tanya Zara
"Iya,, sawah dan ladang itu milik bapak yang di berikan pada keluarga bryan dulu" ucap Angga
"Apa?! kok bisa?!" Zara semakin kaget dan dibuat penasaran.
"Ceritanya,, kakak tuh mengutus orang papa untuk mencari tau soal keluarga kamu. Jadi setelah tau bapak memberikan sertifikat sawah dan ladang itu, kakak pengen sawah dan ladang itu kembali. Setelah itu orang papa menemui pak Danang dan bernegosiasi soal sawah itu. Akhirnya dia mau menjualnya " ucap Angga
__ADS_1
"Kakak ketemu bapaknya Bryan?!" tanya Zara
"Iya, Saat penyerahan sertifikat itu kakak undang bapak Bryan dan dia mau datang. Dia datang sendiri dan dia juga tidak menaruh curiga sedikitpun pada kakak" jawab Angga
"Apa 2 hari lalu?, waktu kakak keluar katanya ada urusan?!" tanya Zara penuh selidik
"Hehehe iya,,," jawab Angga
"Terus kakak tebus berapa?" tanya Zara
"500 juta " jawab Angga
"500 jutaaaaa?!" Zara langsung menganga kaget
" Banyak banget kak?!" tanya Zara
"Bagi kakak uang itu tidak seberapa dibandingkan kamu dan Rangga,," Angga menatap lekat wajah istrinya.
"Kak,,,,"
Angga mengusap lembut wajah istrinya, begitu juga dengan Zara yang mengusap lembut wajah suaminya, keduanya saling menatap, dalam tatapan itu tersirat cinta yang begitu dalam.
"Kalian berdua adalah harta yang paling berharga bagiku,,,,, apapun akan aku lakukan untuk kalian. Izinkan aku menebus semua penderitaan yang sudah kamu alami bersama anak kita" ucap Angga
Kecupan sayang mendarat begitu saja di kening Zara. Keduanya larut dalam perasaan bahagia itu. Setelah bertahun tahun mereka terpisah, akhirnya takdir menyatukan cinta mereka. Kecupan sayang itu turun pada kedua kelopak mata Zara yang terpejam, mata kanan dan mata kiri bergantian. Lalu turun pipi kanan dan pipi kirinya bergantian, beradu hidung sebentar dan hingga terkahir berlabuh di bibir penuh istrinya. Keduanya saling meresapi rasa dari kerinduan yang begitu dalam.
.
.
.
"Dulu ini Minipao, sekarang jadi bigpao"
"Kakak,,,,,,"
.
.
.
.
Aku penasaran, apa sih minipao? bigpao? kamu pegang apa Ngga aku mau tau juga?! 🤔
__ADS_1
Maaf gaesss aku tevarrrr , lanjut besok aja lah yah🙏