
Klik!
Baru saja Angga menekan password apartemen, sedang Pak Anwar akan menekan bel apartemen
Deg!
"Ibu Marissa?!" Zara di buat terkejut saat melihat ibu Marissa di depan pintu apartemen Angga. Meski penampilannya sangat jauh berbeda dari biasanya tapi Zara masih bisa mengenalinya dengan baik
"Dokter Zara?!" Ibu Marissa tak kalah di buat terkejut. Saat pintu apartemen Angga terbuka dia di hadapkan dengan pemandangan Putranya bersama wanita yang akan di jodohkan nya. Bukan hanya itu, Ibu Marissa semakin di buat tercengang saat melihat Angga menggandeng tangan Rangga, terlihat keduanya bak pinang dibelah dua
"Kenapa bisa sangat mirip?!" Batin Pak Dermawan juga sangat terkejut melihat Angga menggandeng tangan bocah yang fotonya pernah di perlihatkan mama Marissa
Semua orang terdiam tergugu dan larut dalam fikiran mereka masing masing
"Papa,, meleka ciapa?" Ucapan Rangga membuyarkan semua lamunan orang dewasa yang tengah berhadapan disana
"Papa?!" Ibu Marissa dan Pak Dermawan di buat kaget saat Rangga memanggil Angga dengan sebutan 'Papa'
Zara maupun Angga terlihat sangat tegang, respon kedua orang tua Angga sebenarnya sudah mereka prediksi akan sangat terkejut, tapi mereka tidak tau kelanjutannya, apa keduanya bisa menerima atau tidak. Tapi tetap keduanya akan berusaha untuk memperjuangkan semuanya
"JELASKAN PADA KAMI!" Kalimat penuh penekanan itu terlontar dari pak Dermawan,
"Pa,,,,Apa meleka Oma dan Opa,,?" Rangga kembali berceloteh
"Oma?" Ibu Marissa masih benar benar dibuat bingung
"Bukankah kita pelnah bertemu? Aku Langga, apa anda macih ingat?" ucap Rangga pada Ibu Marissa
__ADS_1
Jantung kedua orang tua Angga berdetak begitu cepat. Sebuah pertanyaan besar yang ada di benak mereka berdua. 'Papa?' 'Oma' ,'Opa' , apa semua ini?! Apa bocah itu anak Angga??.
"Ya,,, kita pernah bertemu. Siapa nama Ibu Rangga?" Ibu Marissa menajamkan indera pendengarannya. Dia ingin meyakinkan diri, jika pikirannya salah
"Mama Zala" Jawab Rangga dengan polosnya, Seketika Zara membeku saat Ibu Marissa menatapnya sekilas dengan tatapan yang sulit di artikan
" Rangga bilang, Rangga tidak tau papa dimana,,," ucap Ibu Marissa mengulang ucapan Rangga saat itu
"Ya, tapi Cekalang Langga cudah punya papa. Ini papa Langga, namanya Angga. Iya kan pa?" Seolah Rangga meminta dukungan dari sang papa. Sedangkan pak Dermawan dan Ibu Marissa menatap Angga ingin tau bagaimana responnya bagaimana
"Iya, Rangga anak papa" Jawab Angga menatap Rangga yang saat itu menatapnya dengan bahagia
Deg!
Serasa di hujam ribuan belati, perasaan Ibu Marissa dan Pak Dermawan begitu sakit mendengar jawaban Angga. Rasanya Mereka tidak ingin percaya, bahkan pertanyaan besar di kepala mereka saja belum terjawab.
"Pak Anwar, Tolong temani Rangga ke bawah" ucap Ibu Marissa
"Kenapa? kenapa Langga di culuh pelgi?" tanya Rangga
"Sayang, ada pembicaraan orang dewasa yang Rangga belum boleh mendengar. Sekarang Rangga ikut Pak Anwar ya," Ucap Angga menyentuh kepala Rangga
"Iya pa" Jawab Rangga patuh
Lalu Rangga mendekat pada Pak Anwar, dan Pak Anwar mengajak Rangga pergi dari tempat itu.
"KALIAN MASUK!" ucap pak Dermawan dengan tegas
__ADS_1
Lalu Angga dan Zara kembali masuk kedalam, begitu juga ibu Marissa dan Pak Dermawan masuk kedalam apartemen Angga. Keempat orang itu duduk bersama di ruang tamu.
Zara dan Angga semakin tegang saja, apalagi melihat tatapan kedua orang tua itu seperti ingin menelan orang hidup hidup. Menelan salivah saja sangat sulit
"Apa KALIAN akan diam saja seperti patung?!" Ucap pak Dermawan
"Pa,, Ma,, Angga ingin mengatakan pada papa dan mama,, Angga menyimpan rahasia besar selama ini. Sekitar 5 tahun yang lalu, Angga,, sudah menodai kesucian seorang wanita. Dia,, adalah Zara" Angga menatap Zara yang berada di sebelahnya
Deg!
Jantung Pak Dermawan dan Ibu Marissa serasa hampir copot
"Apa?!" Kedua orang tua itu terkejut bukan main
"Iya pa,, " Jawab Angga menatap Kedua orang tuanya dengan tatapan serius.
Pak Dermawan langsung berdiri, wajahnya terlihat merah padam, dengan langkah cepat dan langsung mencengkram kuat kerah kemeja Angga
"KAU SEPERTI TIDAK PUNYA ORANG TUA! SAMPAI KAU KEBELET KAWIN! MEMALUKAN!" Ucapan itu terlontar dengan rasa kecewa yang begitu besar dirasakan pak Dermawan.
.
.
.
.
__ADS_1
Lu kebelet kawin Ngga?! 😅
Sorry gaess, updatenya dikit bisanya hehe. Akuh lagi sibuk buka Bazar jadi gak punya waktu banyak buat nulis hehe..... 🤗