Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Lepasin!


__ADS_3

Waktu Magang Liora sudah selesai, dia keluar dari ruangan dokter Rahayu setelah Dokter itu keluar lebih dulu. Biasanya saat Liora keluar, Rizal sudah menunggunya di depan ruangan itu. Namun gadis itu tidak melihat pria pujaan hatinya di bangku tunggu.


"Tumben gak ada, biasanya dia sudah ada" Liora melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 15.00 waktu setempat.


"Aku keruangan dokter Faisal aja deh, mungkin dia masih disana" ucap Liora.


Lalu Liora berjalan sendiri menuju ke ruangan praktek dokter Faisal untuk mencari Rizal. Tidak membutuhkan waktu lama, dia sampai dan dia melihat ruangan itu sepi,


"Mau cari Dokter siapa Nona?" tanya suster yang lewat


"Dokter Rizal ada?" tanya Liora


"Oh Dokter Rizal tadi ke IGD karena di panggil dokter Zia" jawab Suster


"Oh gitu, terima kasih infonya" ucap Liora


"Iya Nona" jawab suster


Lalu Liora berjalan lagi menuju ke gedung IGD. Meski lumayan jauh tapi gadis itu tetap akan menemui Rizal disana. Sepulang dari rumah sakit, Liora ingin mengajak Rizal untuk menemaninya membeli hadiah ulang tahun Rangga yang akan di adakan besok malam dirumah, hanya pesta kecil kecilan saja.


Sampai di gedung IGD, Liora bertanya pada suster yang berjaga dan suster itu mengatakan jika Rizal ada di dalam bersama Dokter Zia. Lalu Liora di persilahkan masuk karena suster itu tau jika Liora adalah adik dokter Angga.


Liora masuk kedalam dan mencari ruangan dokter Zia.


Saat Liora terus mencari, langkahnya terhenti saat dia melihat pintu yang terbuka dan terlihat di dalam sana ada sosok Rizal yang sedang duduk dan di sampingnya ada seorang dokter wanita yang dia yakini itu dokter Zia. Terlihat mereka sedang membahas sesuatu, ntah apa yang mereka bahas. Tapi terlihat sangat intim sekali.


Liora mendengus kesal dan memilih pergi meninggalkan tempat itu.


"Baik dok, nanti saya akan pelajari lebih dulu. Saya mau pamit dulu dok " ucap Rizal lalu menutup dokumen rumah sakit


"Iya, jam 5 sore kamu sudah harus masuk ya, kalau bisa sebelum jam 5 sudah sampai, kasihan baby saya dirumah " ucap Dokter Zia


"Baik,, saya pamit ya dokter,,,, Assalamualaikum" ucap Rizal lalu memasukkan dokumen dari dokter Zia kedalam tasnya.


"Iya Wa'alaikumsalam" jawab Dokter Zia


Lalu Rizal keluar dan akan menemui Liora untuk mengantarkannya pulang. Saat di ambang pintu, Rizal bertemu dengan suster yang bertemu Liora sebelumnya


"Sudah ketemu Nona Liora dok?"


"Liora?" tanya Rizal

__ADS_1


"Iya, tadi dia masuk mencari anda. Belum lama kok" ucap suster


Rizal langsung berjalan cepat dan keluar dari IGD. Pandangannya menyapu ke segala arah dan dia menangkap sosok gadis yang dia cari sudah sampai di depan gerbang rumah sakit. Tanpa menunggu lama, Rizal berlari mengejar Liora yang sudah hampir menghilang dari pandangannya.


"Liora, tunggu!" ucap Rizal dengan terus berlari


Liora menghentikan taksi yang lewat, lalu gadis itu membuka pintu penumpang


"Liora, tunggu!" Rizal yang baru sampai menahan lengan Liora yang akan masuk kedalam mobil


"Lepasin!" Liora menarik lengannya namun Rizal sama sekali tidak mau melepaskan


"Gak! ayo pulang bareng" ucap Rizal


"Gak mau! aku bisa pulang sendiri!" jawab Liora terdengar begitu ketus lalu menarik tangannya hingga terlepas.


Liora masuk kedalam taksi dan membanting pintu mobil itu dengan cukup keras.


"Jalan pak!" ucap Liora


"Liora,,," Panggil Rizal namun Mobil itu terus berjalan meninggalkan dirinya.


"Kenapa sih dia?! aku salah apa?" ucap Rizal bingung sendiri. Lalu dia berlari ke parkiran dan segera mengambil motornya. Dia harus mengejar Liora dan menyelesaikan masalah mereka berdua.


"Baik Nona" jawab supir taksi itu


Rizal menjalankan laju motornya lebih cepat dari biasanya, sambil dia terus berfikir, apa salahnya sampai Liora bersikap seperti itu.


"Aku salah apa? atau karena aku terlambat anter dia pulang? ya ampun,, baru juga sayang sayangan, masak sudah marahan sih?" ucap Rizal


Rizal melihat taksi yang membawa Liora, lalu dia mengebut agar dapat menyalip taksi itu


"Cepetan pak! kalau bapak gak bisa cepet, biar saya yang nyetir!" ucap Liora saat melihat Rizal tak jauh dari mobil taksi nya.


"Baik Nona" supir itu hanya bisa pasrah dan menuruti penumpangnya.


"Lioraaaaa" Rizal memanggil manggil Liora dari luar, namun gadis itu sedikitpun tak menoleh padanya


"Liora,, jangan gini dong,,, kita selesaikan kalau memang ada masalah" ucap Rizal


Namun lagi lagi Liora tidak mau menanggapi.

__ADS_1


Taksi terus melaju sampai akhirnya mereka sampai di depan rumah keluarga Liora


"Ini ongkosnya pak, ambil saja kembaliannya!" ucap Liora lalu segera turun dari mobil taksi itu dan berlari masuk kedalam. Sementara Rizal buru buru menyusul Liora yang sedang menaiki anak tangga


"Liora, tunggu Ly" ucap Rizal namun gadis itu terus berlarian menghindari pemuda itu . Liora berlari masuk kedalam dan Rizal hanya bisa menghela nafas kasar


"Loh kenapa Zal?" tanya Zara saat melihat Rizal di depan rumah dengan wajah kusut


"Liora mana?" tanya Zara lagi


"Dia sudah masuk dokter. Sepertinya Liora marah kepada saya" jawab Rizal


"Kenapa marah? ada masalah apa?" tanya Zara


"Saya juga tidak tau,,, saya ajak bicara tapi dia menghindar" jawab Rizal


"Em,, mungkin saat ini dia butuh waktu sendiri. Lebih baik kamu pulang ya" ucap Zara


"Baik dokter, besok saya akan kembali menemuinya" ucap Rizal


"Besok kan libur Zal tanggal merah, pasti Liora gak ke rumah sakit" ucap Zara


"Oh iya yah,, nanti saya coba telfon saja dokter" jawab Rizal


"Um,, besok malam Rangga ulang tahun. Kamu datang ya, pasti Rangga juga senang kalau kamu datang. Dan kamu juga bisa menyelesaikan masalahmu dengan Liora" ucap Zara


"Baik Dokter, terima kasih undangannya. Kalau begitu saya pamit ya dokter. Assalamualaikum" ucap Rizal


"Wa'alaikumsalam" jawab Zara


Lalu Rizal pergi dari rumah itu dan Zara kembali masuk kedalam .


.


.


.


.


Besok Rangga ulang taun gaessssss, jangan lupa bawa kado ya 😌

__ADS_1



__ADS_2