Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Satu Syarat


__ADS_3

Angga, Zara dan Rangga baru saja sampai di sekolah. Saat mereka sampai, di sekolah itu terlihat sudah banyak anak anak yang berdatangan bersama orang tua mereka. Lalu ketiganya turun dan berjalan bersama menuju kelas Rangga.


"Jasmine,," sapa Zara saat melihat Jasmine bersama Dinda dan Dika


Gadis kecil itu yang tadi sedang tertawa bersama bundanya tiba tiba langsung terdiam, tawanya luntur saat melihat Rangga tiba di sekolah.


"Zara, Hallo Rangga, sudah siap sekolah hari ini?" tanya Dinda


"Iya bunda" jawab Rangga dengan sopan. Bocah tampan itu pun terlihat lebih tenang dari biasanya, dia juga tidak menebar senyum ataupun memanggil manggil Jasmine. Mencontoh Om Rizal yang terlihat tidak banyak tingkah ketika bersama keluarga.


"Manisnya,, Ayo cepat masuk kelas sama Jasmine" ucap Dinda


Jasmine tidak berkata apapun, gadis kecil itu terlihat sangat cuek dan masuk saja tanpa menyapa Rangga. Sedangkan Rangga juga masuk kelas namun bocah tampan itu segera menyerobot tempat duduk di samping Jasmine.


"Kenapa duduk dicini?! kak langga duduk di tempat lain!" Cetus Jasmine


"Kakak mau duduk di cini, kenapa kamu ucil kakak?!" tanya Rangga


"Aku gak mau duduk dekat kak Langga!" ucap Jasmine


Melihat Rangga dan Jasmine sepertinya sedang adu mulut, Kedua orang tua mereka pun terlihat cemas.


"Rangga, Jasmine, gak boleh berantem" ucap salah seorang guru menghampiri keduanya


"Jacmine gak mau duduk dekat dia miss, Jasmine mau duduk dekat anak pelempuan caja!" jawab Jasmine


"Tapi Langga tidak mau duduk di belakang miss, Langga mau duduk di depan bial kelihatan papan tulisnya" jawab Rangga


Ibu guru itu tersenyum saat melihat keduanya bergantian


"Tisya,, Tisya duduk disini sayang, biar Rangga duduk di tempat mu ya" ucap guru itu pada seorang anak perempuan


"Iya miss" Jawab Tisya


"Sekarang Rangga duduk di bangku Tisya ya, kan masih di depan juga. Jadi Rangga masih bisa melihat papan tulis dengan jelas dan Jasmine juga duduk di dekat anak perempuan " ucap Ibu guru itu dengan pelan agar anak anak itu paham

__ADS_1


Rangga menoleh ke arah Jasmine, namun gadis kecil itu membuang muka


"Iya Miss" Rangga mengalah, dia pun mau bertukar duduk dengan Tisya. Sepertinya Jasmine masih marah dengan Rangga" Ucap Zara dari luar kelas


"Sepertinya begitu, tapi nanti lama lama mereka juga akan berbaikan. Kita jangan Khawatir" ucap Dinda


"Iya kak" jawab Zara


Setelah memastikan anak anak mereka masuk kedalam kelas, para orang tua pun akhirnya menjauh dan Pintu kelas langsung di tutup oleh salah satu guru yang mengajar.


Setelah mengatar anak mereka ke sekolah, Zara dan Dinda berangkat ke rumah sakit untuk bekerja.


..


Dirumah sakit..


Rizal sangat gugup saat dirinya di panggil oleh Dokter Angga untuk menghadap ke ruangannya. Pikirnya bertanya tanya, untuk apa dia di panggil


"Apa aku akan di pecat? atau aku akan di siksa? Dokter Angga terlihat tidak suka aku dekat dengan Liora. Ya Allah,,, baru saja mendapatkan pekerjaan di tempat impian, masak sudah harus di pecat?" Batin Rizal, pemuda itu terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ke ruangan Dokter Angga dengan jantung berdebar debar.


Tok


Tok


Tok


Pintu terbuka dan seorang suster membuka kan pintu ruangan itu.


"Maaf sus, saya di panggil dokter Angga" ucap Rizal


"Oh iya ,silahkan masuk" ucap suster


Lalu Rizal masuk kedalam dan melihat Dokter Angga yang sedang fokus pada laporan di meja kerjanya


"Dokter, Ini Rizal menghadap" ucap suster

__ADS_1


"Silahkan duduk, Suster tolong keluar dulu" ucap Angga yang kemudian menutup laporan yang sedang di periksanya.


"Baik Dokter" Lalu suster itu keluar dan Rizal duduk di depan dokter Angga dengan wajah sangat tegang.


"Kamu tau kenapa di panggil kesini?!" tanya Angga dengan tatapan Intimidasi


"Ti,,dak dokter" Jawab Rizal terbata sambil menggeleng pelan


Rasanya Rizal sudah seperti akan di telan hidup hidup oleh Dokter Angga.


"Setelah aku membaca CV mu dan juga mengetahui hal sebenarnya jika kamu adalah seorang calon Dokter. Pihak rumah sakit mempertimbangkan semuanya..."


"Kamu tidak akan bekerja sebagai staf pantry lagi"


"Saya di pecat Dokter?!" Rizal refleks berbicara karena Angga sepertinya akan memecat dirinya


"Tidak, tapi kamu akan bekerja di posisi lain" jawab Angga


"Alhamdulillah, jadi saya tidak di pecat kan dokter? " tanya Rizal


"Iya kamu tidak di pecat. Dan kami menawarkan padamu posisi sebagai asisten Dokter. Tapi dengan satu syarat!"


.


.


.


.


.


Walahhhh pake syarat segala!


Jangan bilang suruh jauhin Liora 🤯 Bisa kena Demo para readers kamu Ngga! 🤣

__ADS_1


__ADS_2