Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Kebahagiaan


__ADS_3

Beberapa hari berikutnya,,,,


Hari ini akan diadakan acara syukuran atas pernikahan Dokter Zara dan Dokter Angga. Hanya acara syukuran dan berbagi kebahagiaan dengan orang orang yang bekerja di rumah sakit Tri Medika dan juga anak anak Panti Asuhan yang selama ini mendapat bantuan dari rumah sakit besar itu.


Persiapan hanya ada 2 hari, dan semua itu sudah siap tinggal menunggu acara syukuran berlangsung hari ini. Di Gedung serbaguna Rumah sakit Tri Medika, acara itu nanti akan di selenggarakan.


Keluarga Pak Dermawan bersama keluarga Besannya Pak Bagas baru saja sampai dirumah sakit. Mereka berjalan bersama menuju ke gedung serba guna rumah sakit termasuk Zara, Rangga dan Angga juga ikut dalam rombongan itu.


Sementara itu, di belakang, Rizal dan teman teman pantry sedang sibuk mempersiapkan hidangan untuk menjamu semua tamu yang hadir disana. Memastikan semuanya aman terkendali tanpa ada kekurangan nanti. Selain itu, di dalam gedung sudah berkumpul banyak orang, termasuk anak anak panti. Pegawai rumah sakit yang bekerja pagi, tetap bekerja, sedangkan yang mendapat shift lain lah yang hadir di acara itu. Termasuk Dokter Dinda sudah berada di dalam gedung itu bersama keluarga kecilnya, namun Fatih dan Abyan tidak di ajak karena keduanya harus bersekolah.


Beberapa saat kemudian rombongan keluarga pak Dermawan memasuki gedung Acara.


Mereka di sambut dan di persilahkan untuk menempati tempat duduk yang sudah di persiapkan untuk mereka.


"Bunda, itu kak Langga" ucap Jasmine saat melihat Rangga bersama papa dan mamanya


"Iya,," jawab Dinda


Setelah semuanya duduk, acara syukuran pun di mulai, MC diacara itu mulai berbicara dan membacakan susunan acara pagi itu.


Giliran Dokter Angga yang dipersilahkan untuk menyampaikan sambutannya. Kemudian Angga maju kedepan setelah MC mempersilahkan dirinya untuk kedepan.


Angga berdiri di depan panggung dan menatap sekilas merata ke seluruh undangan saat itu, kemudian Angga mengucap salam sebagai kata pembuka


"Tidak banyak yang ingin saya sampaikan, saya Angga Dermawan, begitu mengucap Syukur karena Allah kembali mempertemukan saya dengan wanita yang sangat berarti dalam hidup saya. Dan Rasa syukur saya bertambah kali lipat ketika saya diberi amanah seorang jagoan tampan yang begitu menggemaskan. Saya mengucapkan terima kasih, kepada Kedua orang tua saya, dan juga kedua orang tua istri saya, karena sudah memaafkan kesalahan kami dan menerima kami dengan hati yang lapang. Dan untuk kekasihku, terima kasih atas segala pengorbananmu membesarkan anak kita, aku tidak bisa berjanji, tapi aku akan berusaha membahagiakanmu dan anak anak kita sampai akhir hidupku" ucap Angga saat terakhir menatap Zara yang saat itu sudah menangis haru. Dia tidak menyangka jika akan di cintai begitu besar oleh suaminya.


Setelah menyampaikan sambutannya, Angga turun dan menghampiri istri dan putranya. Sungguh haru saat itu, melihat ketiganya saling berpelukan.


Setelah rangkaian acara telah selesai, Angga, Zara dan Rangga membagi bagikan santunan untuk anak anak panti. Rangga terlihat begitu senang, sekarang dia mengerti, ternyata masih banyak anak anak yang tidak memiliki keluarga lengkap, tapi mereka masih tetap bisa bahagia. Sedang dia dulu begitu ingin memiliki sosok Ayah yang bisa melindungi dirinya dan ibunya. Doanya yang dulu setiap hari dia ucap kan sudah terkabul, keinginannya ingin memiliki seorang papa sudah dia dapatkan.


Acara pagi itu di tutup dengan doa, dan setelah itu tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan mereka. Sementara untuk yang tidak bisa hadir saat itu, Dokter Angga sudah menyiapkan makanan untuk dibagi bagikan pada semua pegawai rumah Sakit Tri Medika, baik pusat ataupun cabang. Doa doa terbaik pun mengalir dari mereka mereka yang hadir ataupun tidak bisa hadir karena sedang bertugas.


"Selamat ya Ra, atas pernikahan kalian. Semoga Allah selalu melimpahkan kebahagiaan untuk kalian berdua" ucap Dinda saat menghampiri Angga dan Zara


"Aamiin,,, Terima kasih kak doanya" Jawab Zara


"Maaf kami tidak bisa memberikan kado yang mahal, kami hanya bisa memberikan ini" ucap Dinda memberikan kotak kado berukuran sedang, berwarna merah tua


"Wahh apa ini kak?" tanya Zara kaget karena Dinda memberikan kado untuknya


"Nanti saja di buka di rumah hehe" kekehnya


"Kok cuma mama yang dapet kado? Langga mana?" protes Rangga


"Ini untuk kak Langga" ucap Jasmine memberikan kotak kecil berwarna putih pada Rangga, Rangga pun langsung senyum senyum saat mendapatkan kado kecil itu dari Jasmine


"Telima kasih"


"Oohhhh!" Angga, Zara, Dinda dan Dika begitu kaget saat tiba tiba Rangga mengecup pipi Jasmine setelah menerima kado darinya. Gadis kecil itu pun terlihat kaget


"Aduh Rangga,,, siapa yang ngajarin gitu coba?!" cetus Zara saat melihat putranya begitu berani


"Papa" Jawab Rangga


Zara menoleh pada Angga dengan tatapan tajamnya.


"Kok papa sih?!" Protes Angga


"Pasti Rangga meniru kamu pap!" cetus Angga

__ADS_1


"Sudah sudah,, maksud Rangga mungkn hanya ingin berterima kasih. Tapi lain kali,, Rangga gak boleh gitu lagi yahh. Gak boleh sembarangan cium cium anak gadis orang . Yang boleh hanya mama, papa, adik, kakak, kakek, nenek Rangga" Ucap Dinda memberi pengertian pada Rangga


"Iya Bunda, Tapi kalau Langga cudah becal apa boleh cama Jasmine?" tanya Rangga membuat Dinda melongo, bukan hanya Dinda, Dika pun melongo dibuatnya


"Itu belum bisa di jawab, sekarang Rangga dan Jasmine berteman saja yah,, kalian kan masih anak anak" ucap Dinda


"Gak! jasmine gak mau belteman cama kak Langga!" cetus Jasmine menatap Rangga dengan wajah tak suka


"Loh,, kenapa sayang,,?" tanya Zara


"Kak Langga cuka tium tium! Jacmine gak cuka!" Jawab Jasmine lalu memeluk sang ayah


Rangga yang melihat Jasmine marah dan mulai akan menangis pun jadi bingung


"Maaf Jacmine" ucap Rangga ingin menghampiri Jasmine


"Ayah,, ayo pulang" rengek Jasmine pada ayahnya


"Itu kak Rangga sudah minta maaf,,," ucap Dinda mencoba menenangkan putrinya


"Ayah,, pulang,," ucap Jasmine memeluk ayahnya dengan begitu erat.


"Iya iya, kita pulang sekarang..." Jawab Dika


"Zara, Angga, kami pulang dulu ya, sepertinya Jasmine belum bisa tenang" ucap Dinda merasa tidak enak


"Maafkan Rangga ya kak, mungkin Rangga tidak bermaksud seperti tadi. Dia hanya anak kecil yang belum mengerti apa apa,," ucap Zara dan Rangga kini berbalik memeluk kaki ibunya sambil menahan tangis


"Aku mengerti, nanti akan kakak coba kasih pengertian lagi pada Jasmine. Kami pamit ya" ucap Dinda


"Iya,, hati hati ya kak,,," ucap Zara


Lalu Dinda dan Dika pergi membawa Jasmine dari tempat itu.


"Mama,,, Jasmine malah,,," ucap Rangga sambil menangis


"Sayang,,, Jasmine kaget dengan apa yang Rangga lakukan tadi, lain kali Rangga tidak boleh melakukan hal tadi yah. Sampai Rangga sudah besar nanti gak boleh sembarangan seperti tadi ya nak" ucap Zara sambil membelai lembut rambut putranya


"Benar kata mama, nanti kalau Rangga sudah Dewasa Rangga akan semakin mengerti" sambung Angga


"Iya, Langga janji gak ulangin lagi" jawab Rangga


"Jagoan Mama" ucap Zara


"Papa juga dong" sahut Angga


"Jagoan dua dua ya" jawab Rangga


"Iya sayang" Jawab Zara dan Angga bersamaan.


Setelah penjelasan itu, Zara, Angga, Rangga kembali bergabung dengan yang lain. Saat mereka makan bersama, tiba tiba


"Em,," Zara menutup mulutnya karena merasa mual


"Ada apa Sayang?" tanya Angga saat melihat wajah Zara berubah pucat


"Kamu sakit?!" Tanya Angga dengan begitu cemas


"Pucat sekali!" Dokter tampan itu langsung memeriksa kening istrinya

__ADS_1


"Kamu kenapa Ra?" tanya Ibu Zara


"Aku,,"


"Ayo kita periksa sekarang, Aku gak mau terjadi apa apa sama kamu" potong Angga yang sudah bangkit dari tempat duduknya dan menarik Zara untuk di periksanya


"Aku gak papa kak" Jawab Zara


"Gak papa gimana?! kamu pucat gini! mau muntah lagi!" ucap Angga


"Aku gak papa, jangan khawatir" jawab Zara


"Jangan Khawatir gimana?" cetus Angga sedikit meninggi


"Aku hanya mual kak, itu karena,,, aku hamil" Ucap Zara dengan wajah bersemu merah


"Hamil?!" Ucap Angga kaget


"Ya! istrimu hamil, sudah masuk 4 minggu!" Jawab Ibu Marissa


"Mama tau?!" tanya Angga


"Iya mama sudah tau, sejak kamu terlihat aneh belakangan ini, mama suruh Zara buat tes kehamilan, dan ternyata benar dugaan mama, Zara hamil" Jawab mama


"Apa?!"


"Alhamdulilaaaaahhhhhh!" Ucap Angga terlihat begitu bahagia,


"Rangga, Sebentar lagi Rangga akan punya adik nak" ucap Angga pada putranya


"Langga cudah tauuuu papaaaaa!" jawab Rangga


"Jadi, hanya aku saja yang terlambat tau?" ucap Angga menatap satu persatu keluarganya


"Ya! hanya kamu yang belum tau!" jawab pak Dermawan dengan terkekeh


"Sayanggggggg! kenapa kamu rahasiakan semua ini hah?!" tatapan Angga sudah seperti bersiap untuk menerkam istrinya


"Sebenarnya Zara ingin memberi kejutan setelah acara ini selesai, tapi keburu bocor, hehehe,,, pisss!" Cengiran itu lengkap dengan dua jari Zara terangkat membentuk huruf V


"Sayanggggg!"


"Sabar,, sabar,, sabar,, ada 1 lagi kejutannya" ucap Zara menahan Angga yang sudah siap meledak


"Apa?!" cetus Angga


"Insyaa Allah Rangga akan dapat 2 adik" ucap Zara dengan raut wajah bahagia


"Kembar?" tanya angga


"Iyah" Jawab Zara


"Alhamdulilah,,,,, terima kasih ya Allah, Engkau berikan kebahagiaan yang begitu besar kepada kami. Alhamdulillah" ucap Angga langsung memeluk Zara dan Rangga


Kebahagiaan bukan hanya di rasakan Angga, Rangga dan Zara, tapi juga keluarga mereka. Setelah banyaknya penderitaan yang mereka lalui, kini kebahagiaan yang mereka raih. Hari ini semua orang menyaksikan dan ikut merasakan kebahagiaan mereka juga.


Tidak ada manusia yang tidak melakukan kesalahan, tapi kesempatan kedua selalu ada untuk yang mau memperbaiki kesalahan itu.


..._TAMAT_...

__ADS_1


__ADS_2