Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Lambang Cinta


__ADS_3

"Bapak ini siapa?!" Tanya Rizal semakin bingung sedangkan paruh baya itu tersenyum sinis.


" Utomo, saya cukup kenal dengan Dermawan. Saya tau persis orangnya seperti apa! kamu akan hanya jadi budaknya seumur hidup mu!" ucapnya


"Apa maksud bapak berkata seperti itu?! hidup ini adalah pilihan, saya memang ingin menjadi dokter dan mengabdikan jiwa dan raga saya untuk membantu orang lain. Jadi apa salahnya jika saya mengabdikan diri di rumah sakit pak Dermawan?! disana banyak orang yang membutuhkan bantuan saya" jawab Rizal sedikit terganggu karena calon mertuanya saat ini sedang di bicarakan oleh orang yang tidak dia kenal


"Hahah,,! klasik sekali,,, ya ya aku hanya memberitahu mu, Dermawan itu bukan lah orang yang baik! dia hanya bertopeng baik untuk membuat kerajaannya tetap berjaya. Apapun akan dia lakukan untuk itu! Terserah padamu mau percaya atau tidak, ingat, kamu tidak akan memiliki kebebasan dan akan menjadi budaknya untuk bekerja dirumah sakit itu!" Pak Utomo pergi begitu saja setelah mengatakan itu pada Rizal.


Pemuda itu tidak mengerti, kenapa pak Utomo mengatakan hal itu padanya. Siapa sebenarnya pak Utomo? Rizal bertanya tanya.


Kemudian Rizal mengambil ponselnya dan mencoba untuk mencari tau siapa pak Utomo. Ternyata tidak sulit mencari informasi orang itu, Utomo adalah seorang pemilik rumah sakit Sugih Waras.


"Jadi pak Utomo itu saingan pak Dermawan?! pantas saja dia menjelek jelekkan pak Dermawan" Rizal menyimpan ponselnya lalu berjalan menuju ke kelasnya karena dia hampir terlambat.


**


Malam hari,,,


Rizal baru saja sampai di rumah, setelah sampai dirumah dia segera membersihkan diri dan setelah itu mengambil ponselnya untuk menghubungi kekasihnya. Sambil rebahan, Rizal menunggu Liora menjawab telfonnya


"Assalamualaikum ,, " ucap Rizal dengan tersenyum manis saat melihat wajah Liora


"Wa'alaikumsalam , baru pulang yah,," ucap Liora sambil tersenyum


"Iya, baru selesai bersih bersih. Lagi di kampus ya?" tanya Rizal


"Iya, Lagi di taman sama Eve, tapi dia lagi ke kantin beli minum. Kangen" ucap Liora terdengar merengek manja.


"Aku juga kangen,,,," jawab Rizal dengan tersenyum


"Oh iya Ly, apa kamu kenal sama pak Utomo?" tanya Rizal


"Kok kakak bisa tau Om Utomo?!" tanya Liora

__ADS_1


"Om?!" tanya Rizal


"Om Utomo itu Adik papa, kak. kenapa kak Rizal tanya dia?" tanya Liora


"Oohh adik kandung?,, tadi dia menemui kakak di kampus" ucap Rizal


"Satu bapak beda ibu. Pasti Om Utomo jelekin papa, iya kan?! sudah hafal Liora!" ucap Liora dengan wajah datar saja


"Iya" jawab Rizal


"Om utomo itu punya rumah sakit sugih waras kak, dia itu saingan papa sejak kecil. Emang gitu orangnya, gak usah dengerin. Dia itu emang irian sama apa yang papa punya. Oma Meninggal, Opa nikah lagi dengan ibu Rita yang saat itu punya anak 1 ya Om utomo itu. Pokoknya kakak gak usah dengerin dia ngomong!" jelas Liora.


"Dia itu gak seneng lihat rumah sakit papa semakin maju. Biasalah takut kalah saing!" ucap Liora


"Iya kali yah, jadi dia coba menghasut kakak tadi..." ucap Rizal


"Udah sering kayak gitu kak, terutama orang orang yang papa biayai kuliah di kampus" ucap Liora


"Hemm begitu,, Nanti pulang jam berapa?" tanya Rizal


"Iya capek, tapi capeknya hilang kalau lihat senyum kamu" jawab Rizal


"Ck! manis banget ngomongnya! " kekeh Liora dengan wajah merona


"Hay Liora,,, "


Liora terkaget saat tiba tiba Justin duduk di sebelahnya


"Justin"


Bule tampan itu tersenyum manis saat Liora menoleh padanya. Sedangkan Rizal terlihat langsung duduk dan melebarkan matanya saat melihat Liora di dekati seorang pria.


"Ngapain sih?!" jawab gadis itu ketus. Ntah Justin mengerti bahasanya atau tidak

__ADS_1


" Nein, ich will nur bei dir sitzen" jawab Justin dengan tersenyum


"Siapa sih dia sayang? ngomong apa lagi?!" ucap Rizal dengan wajah tak suka


"Temen kelas yank, dia ngomong mau temenin aku duduk!" Liora membereskan buku bukunya sambil mengomel sendiri


"Kemana sih, Si eve?! beli minum aja berjam jam! memangnya beli minumnya di Inggris?!" Liora mengomel sendiri tanpa memperhatikan justin yang bingung dengan ucapan Liora


"Liora, wohin gehst du?" tanya Justin saat melihat Liora sudah berdiri


"Geh, und du brauchst mich nicht zu stören!" jawab Liora yang langsung pergi meninggalkan Justin


"Liora,, Liora,,," Panggil Justin namun Liora tidak menggubrisnya


"Kamu ngomong apa tadi?" tanya Rizal


"Cuma ngmng sama tuh bule, jangan ganggui lagi..." jawab Liora


"Hem,, resiko punya kekasih cantik banyak yang naksir" ucap Rizal


"Tapi sayang, aku gak doyan produk luar. Sukanya produk lokal, kayak ada manis manisnya!" kekeh Liora dan Rizal jadi ikut terkekeh


"Duhhh mak jleb langsung ke hati, sekali dapet gombalan kayak gini, bikin makin cinta " ucap Rizal dengan tersenyum


Liora terkekeh saat Rizal membentuk jari tangannya seperti lambang cinta anak jaman sekarang ❤️


.


.


.


.

__ADS_1


.


Eaaaa pagi pagi udah sweet sweetan aja kalian bedua! kasian yang jomblo woi! 🤣


__ADS_2