
Rizal dan Liora sampai di parkiran motor karyawan. Saat mereka sedang memasang helm, dari kejauhan mereka melihat Syifa dan kedua orang tuanya keluar dari ruang IGD. Terlihat Papa Syifa menuntun Syifa dan seperti nya mereka akan pulang.
"Itu keluarga mereka" ucap Rizal
"Oh itu,, semoga aja dia kapok dan gak ngerendahin orang lain lagi" jawab Liora lalu memasang helmnya. Rizal pun memasang helmnya dan sudah akan naik ke atas motornya.
Saat keluarga Syifa melintas , mereka terlihat berhenti di dekat Liora dan Rizal
"Syifa, katakan maaf pada mereka" ucap pak Budi
Liora dan Rizal menoleh saat mendengar ucapan papa Syifa
"Katakan Syifa! agar masalah ini selesai" cetus ibu Rianti
"Maaf!" ucap Syifa menatap Liora dan Rizal dengan malas
"Dia sudah minta maaf" ucap pak Budi
"Oh begitu cara orang meminta maaf?! menatap tanpa rasa bersalah dan ucapan terdengar ketus?!" sahut Liora
"Apa maumu? aku sudah minta maaf bukan?!" ucap Syifa sedikit meninggi. Sungguh dia merasa malu karena harus meminta maaf didepan umum.
"Apa tidak bisa meminta maaf dengan benar?!" tanya Liora
Syifa memutar bola mata jengah, tapi dia juga tidak bisa menolak perintah kedua orang tuanya untuk meminta maaf.
"Aku Minta Maaf!" ucap Syifa dengan penuh penekanan
"Tidak usah memaksanya untuk minta maaf, terlihat tidak tulus dan tidak ada rasa penyesalan didalam sorot matanya" ucap Liora
"Kanapa sih kamu selalu cari gara agar?! selalu mancing emosi ku?! aku sudah minta maaf kan?!" ucap Syifa dengan sedikit berteriak
"Ada apa ini?! kenapa ribut ribut?!" suara Angga sedikit meninggi saat menghampiri mereka. Baru saja Angga sampai di depan rumah sakit dan akan pulang bersama putranya.
Semua orang menoleh dan melihat Angga menghampiri mereka. Syifa sedikit kaget karena Angga bersama seorang anak kecil yang tampan,,
"Apa,, itu anaknya? apa dia sugar dady seperti pada novel novel yang sering aku baca?!" batin Syifa sedikit terpesona melihat Angga yang datang dengan menggandeng Rangga. Keduanya terlihat begitu tampan dan mirip.
Syifa menyeringai tipis, dia berfikir, ini saatnya membalas Rizal dan Liora. Dia yang sudah tau informasi jika Angga adalah anak dari pemilik rumah sakit itu, akan memanfaatkan itu.
"Mereka berdua berpacaran di ruang pantry dokter, saya memergoki mereka dan kami malah ribut disana. Lihat kepala saya sampai terluka gara gara mereka berdua!" ucap Syifa sedikit meringis agar aktingnya bagus.
Sontak saja Liora dan Rizal kaget dengan apa yang diucapkan Syifa. Sama halnya dengan Angga yang langsung menatap Liora dan Rizal dengan tatapan tajam. Syifa tersenyum kecil dan sangat yakin kedua nya akan di depak dari rumah sakit itu. Bukan hanya Syifa, Ibu Rianti terlihat sangat puas saat melihat wajah dokter Angga terlihat sedang menahan amarah.
__ADS_1
"Rasakan! itu balasan buat kalian yang sudah membuatku malu! Lihat saja, setelah ini kalian pasti akan di depak dari tempat ini!" batin Syifa
"Apa itu benar Liora?!" terdengar sangat dingin dan penuh penekanan
"Tidak kak, kami hanya membuat teh di pantry,," jawab Liora dengan wajah sedikit tegang
"Benar Dokter, kami tidak pacaran. Kami hanya membuat teh, lagian selain kami juga tadi ada Bang Gio, Jaki dan Tia. Tapi saat Syifa masuk, ketiganya sudah pergi lebih dulu" jawab Rizal
"Papa,, jangan malahin Aunty dan Om lijal begicu,, kan cuma buat teh. Iya kan Aunty?" cetus Rangga meredam amarah papanya
"Apa aku tidak salah dengar?! papa? Aunty?" gumam Syifa dengan wajah terkejut
Rangga melihat Syifa dengan memicingkan mata, bocah itu sejak tadi memperhatikan dari awal dia berbicara.
"Lagian dia yang selalu mencari gara gara kak!" cetus Liora menunjuk Syifa
"Kak?!" ucap Syifa masih tidak mengerti
"Apa Maksudmu?" tanya Angga
"Dia sudah merendahkan kak Rizal karena pekerjaannya seorang OB. Dia juga memandang rendahkan aku kak!" ucap Liora
" Itu,, karena aku belum tau jika kalian bukan OB " sanggah Syifa, Dia harus mencari aman, jika tidak malah dia yang akan di depak dari rumah sakit itu
"Tidak begitu, percayalah dokter. Mereka mengatakan itu karena takut ketahuan jika mereka pacaran!" ucap Syifa
"Jujur saja Syifa!" ucap Rizal menahan kesal
"Aku bisa buktikan kak jika dia yang sudah mulai duluan. Kakak pasti tau aku tidak akan melakukan hal buruk jika aku tidak diusik! semuanya pasti terekam di CCTV pantry!" ucap Liora dengan tatapan serius
"Kakak?! maksudnya kakak?!" tanya Syifa, kedua orang tua Syifa pun juga semakin pusing
"Dia kakakku!" jawab Liora tegas saat menatap Syifa yang langsung menganga mulutnya
"Tidak mungkin,,," lirihnya
Kepalanya terasa pusing, mendengar jika Liora adik Dokter Angga pemilik rumah sakit besar itu. Berarti dia juga pemilik rumah sakit ini, dan Rizal, pemuda itu memiliki kekasih yang bukan orang biasa. Dia sudah seperti menggali lubang kuburnya sendiri sekarang. Pantas saja Liora begitu santai di rumah sakit itu, ternyata dia juga anak dari pemilik rumah sakit tempatnya magang. Langit seakan runtuh tepat diatas kepala Syifa hingga semuanya kembali menjadi gelap.
Syifa sudah tidak merasakan apa apa lagi saat dia sudah di bawa kembali ke ruang IGD oleh beberapa pegawai rumah sakit. Orang tua syifa pun hanya bisa meminta maaf dan sangat merasa malu karena kelakuan anaknya
"Kami mohon maaf atas kelakuan Syifa. Mohon Dokter tetap mengizinkan Syifa magang di rumah sakit ini" ucap pak Budi pada Angga
"Selama kelakuannya masih seperti itu, dia tidak pantas masih berada di sini. Nama rumah sakit ini akan tercoreng karena ulahnya!" sahut Liora
__ADS_1
"Saya berjanji, saya akan memarahi Syifa dan menyuruhnya untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi. Saya janji, saya akan mengajarkan attitude yang baik padanya" ucap Ibu Rianti
"Dokter Angga, tolong,, tolong beri Syifa kesempatan sekali lagi" ucap pak Budi terus memohon pada Angga
"Saya tidak bisa putuskan sekarang. Silahkan anda pergi,," ucap Angga
Pak Budi dan Ibu Rianti terdiam, dia tidak ada pilihan lain lagi. Membujuk Angga sudah dia lakukan, namun dokter itu tidak langsung memutuskan.
"Baik Dokter, Permisi" Lalu Pak Budi dan bu Rianti akan pergi ke ruang IGD untuk melihat kondisi Syifa
"Bilang cama Aunty Cihil, Jangan ganggu Aunty Liola dan Om Lijal lagi!" ucap Rangga dan kedua orang tua Syifa mengangguk.
Setelah kepergian kedua orang tua Syifa, kali ini Liora dan Rizal dibuat bungkam karena tatapan tajam Angga yang menatap keduanya bergantian.
"Papa,, jangan malah malah, nanti cepat tau,, kata mamah" Ucap Rangga menarik narik kemeja papanya
"Kalian berdua! jangan harap lolos dari hukuman! sekarang cepat pulang dan tunggu aku sampai dirumah!" ucap Angga terdengar sangat tegas.
Liora dan Rizal hanya mampu mengangguk tanpa menjawab apapun. Kemudian Angga mengajak Rangga untuk ke mobil mereka, sebelum pergi, Rangga masih sempat menjahili Aunty dan Om Rizal
"Aunty,,, Om,," Liora dan Rizal menatap Rangga yang berjalan bersama papanya menuju ke mobil
"Celamat mendapat hukuman,,, daadaaa,," kekeh Rangga dengan melambaikan tangannya pada Liora dan Rizal yang masih diam di tempatnya. Lalu Rangga masuk kedalam mobil dan Angga menjalankan mobilnya keluar dari parkiran.
"Kita akan dihukum apa? Apa kita tidak boleh bertemu lagi?" tanya Rizal sedikit cemas
"Aku rasa bukan itu" jawab Liora
"Terus apa?" tanya Rizal
"Mungkin kita di suruh kawin" jawab Liora
"Apa? Kawin?!"
.
.
.
.
.
__ADS_1
Woi nikah dulu kalessssss 🤣