
Tok
Tok
"Aunty"
"Masuk Rangga,,,"
Kemudian pintu terbuka dan Rangga ada di depan sana. Lalu bocah itu berlari menghampiri Aunty Liora yang sedang rebahan sambil berselancar di dunia maya
"Ada apa Rangga?" Liora mematikan ponselnya dan menatap keponakannya itu
"Langga mau beli ice cleam belcama opa. Aunty mau icut?" tanya Rangga
"Emm,, ya boleh juga, Aunty juga bosan di rumah. Tunggu di bawah, Aunty siap siap dulu" jawab Liora
"Apa Langga boleh minta pelmen itu?" tanya Rangga saat melihat permen lolipop di meja rias Liora
"Boleh, tapi hanya 1 ya, nanti sakit gigi" ucap Liora
"Okey! makacih Aunty" Rangga langsung berlari dan mengambil satu Lollipop di atas meja dan keluar dari kamar Liora. Kemudian Liora bersiap-siap dan setelah itu turun ke bawah menemui Rangga dan papanya yang sudah menunggu di ruang tamu.
"Kita beli es krim dimana pa?" tanya Liora
"Di kedai Ice Cream gak jauh dari jalan besar" jawab Pak Dermawan
"Yuk berangkat" Liora menggandeng tangan mungil Rangga dan ketiganya keluar dari rumah. Lalu ketiganya masuk kedalam mobil dan menuju ke kedai Ice cream.
Di Cafe,,,
Angga dan Zara mengambil duduk tak jauh dari Jane dan Bryan. Dari tempat duduk mereka, keduanya bisa mengambil foto ataupun video dengan jelas. Kemudian Zara mengambil ponsel dan berakting sedang selfi, padahal dia sedang mengambil posisi yang pas untuk merekam Jane dan Bryan
Tak lama pelayan datang menghampiri keduanya. Lalu Angga memesan alakadarnya saja karena mereka sudah makan siang sebelumnya.
"Apa papap terlihat tampan?" tanya Angga dan Zara menatap tajam ke arah suaminya
"Kenapa tanya seperti itu? mau tebar pesona?!" sungut Zara
"Tidak,, hanya saja pelayan tadi kenapa menatap dengan senyum senyum?" tanya Angga
"Kumismu miring ke kanan pap!" kekeh Zara
"Oh iya?!" Angga menutup hidungnya dan membenarkan kumisnya
"Kenapa tidak bilang dari tadi?!" ucap Angga
"La tadi buru buru" sahut Zara
Keduanya langsung diam saat Jane dan Bryan mulai bicara
"Mau bicara apa?"
" Begini Jane, besok papaku akan di operasi, dan dokter yang mengoperasi papa ku adalah dokter Angga, Aku tidak mau jika Dokter Angga yang mengoperasinya. Apa kamu bisa mencarikan dokter lain ?" tanya Bryan
__ADS_1
"Jika masih di rumah sakit itu aku tidak bisa. Dokter Angga sudah sangat terkenal sebagai dokter ahli terbaik di rumah sakit itu. Memangnya kenapa kamu tidak mau?" tanya Jane
"Dia juga salah satu penyebab papaku masuk kerumah sakit. Dia membantu Zara untuk mendapatkan kembali sertifikat sawah dan ladang yang dulu di berikan bapaknya pada ku untuk ganti rugi, karena selama Zara kuliah, dia kan di bayari papaku" jawab Bryan melebih lebihkan
"Apa?! Dokter Angga sampai mau menebus sertifikat demi Zara?!" Jane terlihat sangat kaget
"Iya, dan nominalnya sangat besar! begitu papaku tau jika Angga memberikan itu untuk Zara, papaku langsung pingsan!" ucap Bryan
"Cih! dasar wanita matre! selain centil, dia sangat matre! pasti dia sudah menjual diriinya pada dokter Angga, sampai dokter Angga mau melakukan itu semua!" ucap Jane.
Zara yang mendengar ucapan Jane sudah kehilangan kesabaran, Dia ingin bangkit dan merobeek mulut wanita itu namun Angga menahannya
"Jangan buat keributan disini, kita kesini untuk mengumpulkan bukti, bukan untuk berkelahi" ucap Angga menasehati istrinya
Zara menarik nafas dalam dan menghembuskan kasar
" Kau tau, aku sangat muak melihat mantan istrimu itu! dan kau tau, aku sudah menyebarkan berita jika Dokter Zara itu hamil di luaar nikah dengan orang yang tidak di kenal, dengan berita itu menyebar, reputasi Zara sudah hancur dimata semua orang! haha,," ucap Jane dengan tertawa kegirangan
"Haha,, jadi kau yang menyebarkan berita itu? sudah kuduga! kemarin aku mendengar obrolan beberapa suster yang sedang menggunjing Zara. " sahut Bryan
"Ya! aku yang sudah mengatakan pada suster yang bekerja membantu di ruangan ku. Aku suruh dia untuk menyebarkan berita itu dengan yang lainnya. Dan sekarang semua sudah tau termasuk Dokter dokter yang mendekati Zara! semua pada kabur, begitu tau jika Zara itu bukan wanita baik baik! Aku sangat puas!" ucap Jane
Zara mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas. Dia melihat seorang pelayan sedang membawa minuman pesanan pelanggan lain, Lalu Zara menghampirinya dan dengan sengaja menyenggol sedikit tangan pelayan itu dan
Byuuuurrrrrr
Jus alpukat yang ada di nampan pelayan itu tumpah di kepala Jane.
"Aaaaarrgghh!" Teriak Jane melihat tubuhnya serasa penuh dengan jus alpukat.
"Kau! kau bisa gak sih kerja dengan benar?! lihat ini! badanku kotor karena ulahmu! Mana manager disini!" teriak Jane
"Saya minta maaf bu, saya tidak sengaja..." ucap pelayan itu dengan gemetar
"Nona, Pelayan ini sudah meminta maaf, dia tidak sengaja harusnya anda memberi maaf" ucap Zara dengan suara di buat sedikit serah
"Kau tau apa hah?!" teriak Jane
" Saya melihatnya, dia hampir tersandung karena kursi mu terlalu keluar. " ucap Zara
"Ada apa ini?" manajer Cafe itu datang melihat keributan yang terjadi
"Dia! menumpahkan jus ke tubuhku! pecat dia!" ucap Jane
"Pak Saya tidak sengaja, saya juga tidak tau kenapa jus itu bisa tumpah" ucap pelayan sudah akan menangis
"Dia juga sudah minta maaf, tadi Nona ini tidak mau memaafkannya" ucap Zara
Tidak ingin di buat malu, manager Cafe itu langsung memecat pelayan itu
"Kamu saya pecat! sekarang kemari barang barang mu! bikin malu saja!" ucap manager cafe itu
"Tapi pak,, saya,,," pelayan itu memohon dengan menangis, sedangkan Jane terlihat begitu puas sambil membersihkan wajahnya dengan tissu
__ADS_1
"Cepat pergi!" teriak manager cafe itu
Zara merasa iba , pelayan itu di pecat juga karena dirinya. Lalu dia menatap suaminya, seolah tau apa yang sedang di rasakan istrinya. Angga bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke belakang.
"Benar benar tidak punya rasa kasihan! dia sudah minta maaf tapi anda tidak mau memaafkannya!" ucap Zara pada Jane
"Kau tidak melihat aku? dia sudah membuatku seperti ini! lagian apa urusanmu?! kenapa kau ikut campur?!" sarkas Jane
"Saya tidak ingin ikut campur, hanya saya melihat jika pelayan itu tidak sengaja. tapi anda melebih lebihkan. Saya ingatkan pada anda ya nona, anda akan menyesal suatu hari nanti karena pernah berada di tempat ini!" ucap Zara kemudian memilih pergi
Jane tidak mau mengambil pusing wanita bertompel itu, lalu dia mengadu pada Bryan, dan Bryan mengajak Jane untuk pulang. Sementara itu Angga menunggu Pelayan yang tadi di pecat oleh atasannya. Saat pelayan itu baru keluar dari toilet, Angga menahannya
"Mas,," ucap Angga
"Iya tuan? ada apa?" tanya pelayan itu
"Saya tadi melihat mas di pecat dari tempat ini ya?" tanya Angga
"Iya,," jawab pelayan itu dengan lesu
"Sudah berapa lama kerja disini?" tanya Angga
"2 tahun tuan" jawab Pelayan itu
"Mas siapa nama nya?" tanya Angga
"Rizal tuan" jawab nya
"Mas Rizal mau kerja di tempat saya?!" tanya Angga
"Kerja dimana tuan? kerjanya apa?" tanya pelayan itu
Lalu Angga mengeluarkan dompet dan mengambil kartu nama nya
"Datang kerumah sakit ini, nanti temui dokter Angga" ucap Angga
"Dirumah sakit tuan?" tanya Rizal dengan wajah berbinar
"Iya, nanti temui saja dokter Angga ya" ucap Angga
"Baik tuan, terima kasih. Besok saya akan kesana. Sekali lagi terima kasih" ucap Rizal
"Iya, kalau begitu saya pamit dulu" ucap Angga yang kemudian berlalu pergi mencari istrinya
.
.
.
.
Mengobati rindu sama Rangga yang belum bisa ganti cover 🥺
__ADS_1