Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Hukuman


__ADS_3

Tok


Tok


"Masuk"


"Maaf Dokter, ada orang ingin bertemu anda, namanya Rizal" ucap suster Diana


"Suruh masuk" jawab Angga


"Baik Dokter" Jawab suster itu lagi


Kemudian Suster Diana mempersilahkan Rizal masuk ke ruangan Dokter Angga setelah di persilahkan masuk oleh dokter itu. Lalu Rizal masuk dan memberi senyum pada dokter muda yang sedang duduk di kursi kerjanya


"Assalamualaikum dokter " ucap Rizal


"Wa'alaikumsalam, silahkan duduk" jawab Angga


Lalu Rizal mengangguk dan duduk di depan Angga


"Begini dok, kemarin saya di suruh datang kerumah sakit ini oleh,,, saya lupa bertanya namanya, tapi saya disuruh untuk menemui dokter Angga" Rizal mengeluarkan kartu nama yang di berikan Angga untuknya kemarin


"Oh iya,, kamu butuh kerjaan ya?" tanya Angga


"Benar Dokter" jawab Rizal


"Kalau bekerja di rumah sakit ini, sebagai staf pantry, apa mau?" tanya Angga


"Mau Dokter,,," jawab Rizal


"Oke, nanti kamu temui pak Deniz di bagian HRD untuk menandatangani kontra kerja selama 3 bulan pertama. kami akan melihat kinerja kamu, baru kami akan pertimbangkan lagi, dan gaji kamu selama 3 bulan pertama, 1.800.000/bulan " ucap Angga


"Untuk waktunya apa ada kerja Shift ya Dok?" tanya Rizal.


"Disini ada 2x pergantian Shif, pagi dan malam. Memang kenapa?" tanya Angga


"Begini Dokter, Saya masih menjadi mahasiswa di salah satu kampus, Sudah semester Akhir dan saya masih ke kampus untuk menemui dosen dok" ucap Rizal


"Ohh jadi kamu masih kuliah?" tanya Angga


"Iya Saya kuliah sambil kerja Dok" jawab Rizal


"Jurusan apa?" tanya Angga

__ADS_1


"Kedokteran Dok,," jawab Rizal


"Kedokteran? di kampus mana?" tanya Angga


Rizal menyebutkan kampus tempat dia menimba ilmu, tanpa di sangka, ternyata kampus itu sama seperti kampus tempat Angga dan pemuda itu mendapatkan beasiswa penuh di kampus itu seperti Dinda.


Rizal berasal dari keluarga cukup mampu, kedua orang tuanya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil. Namun pemuda itu tidak ingin memberatkan kedua orang tuanya. Mengingat dia masih memiliki Adik perempuan bernama Cinta yang baru akan masuk ke jenjang perkuliahan.


Setelah cukup lama berbincang bersama Dokter Angga, Rizal pamit karena dia harus menemui pak Deniz. Tak lama Rizal pergi, Zara masuk karena disuruh menghadap ke dokter Angga


"Ada apa dokter?" tanya Zara pada Suaminya


"Tutup pintunya" ucap Angga dan Zara langsung menutup pintu ruangan suaminya


"Kemari" Zara pub menurut saja, dia mendekat dan begitu kagetnya saat dokter tampan itu menarik lengannya hingga dia terduduk di pangkuan suaminya


"Pap,, ihh genit banget sih! ini di rumah sakit bukan di rumah,,," Zara mengusap lembut dada kekar itu hingga yang punya tersenyum


"Aku suka kalau kamu manja gini" kekeh nya


"Ck! ada apa sih manggil kesini?" tanya Zara menatap suaminya penuh cinta


"Rencana sudah berjalan lancar, keluarga Bryan sudah pergi dari rumah sakit ini. Sekarang tinggal menunggu saja. Apa mereka akan kembali atau tidak" jawab Angga


"Kita tunggu saja, si Angkuh itu bisa apa! apa dia akan mempertahankan keangkuhannya atau dia akan menjiilat luudahnya sendiri" ucap Zara


"Oh iya?! berarti pandai dong pap" ucap Zara


"Hem,, muji cowok lain! males ah!" Angga terlihat ngambek saat Zara memuji kepandaian Rizal


"Ya ampun,,,, jangan ngambek gitu dong pap,, kan cuma nanggepin aja tadi. Iiihh sekarang suka ambekan, dulu gak gitu!" cetus Zara


Angga tak bicara, dia menatap arah lain.


"Ya udah deh kalau ngambek terus! terusin aja ngambeknya!" Zara ikut kesal lalu memilih turun dari pangkuan suaminya. Saat Zara akan menjauh, Angga bangkit dan mengungkung istrinya di atas meja dan menatapnya begitu tajam


"Aku gak suka kamu muji pria lain!" ucap dokter tampan itu


"Zara juga gak suka kakak ambekan kayak gini!" Sahutnya tidak mau kalah


Keduanya bersitatap tidak ada yang mau kalah,,,


Angga begitu gemas melihat istrinya yang malah ikut kesal seperti dia, Lalu ditariknya punggung dokter cantik itu hingga Angga mendapatkan benturan lembut pada bibirnya. Zara kaget, lalu dia berusaha mendorong Angga agar melepaskannya namun dia tak ada kuasa. Sesapan itu semakin memabukkan hingga membuat kekesalan di hati Zara berangsur sirna

__ADS_1


"Itu hukuman kalau berani bantah suami" ucap Angga menatap Zara yang diam menatapnya


"Tapi, Zara gak suka kakak ambekan!" cetus Zara


"Kalau kamu lagi ambekan, aku langsung apa?" tanya Angga


"Cium Zara" Jawab wanita itu pelan


"Jadi,, kalau aku yang ambekan, kamu harus apa?" tanya pria itu lagi


"Cium?" tanya Zara


"Masih nanya! suami ngambek itu harusnya bukan ikut ngambek !" Cetus pria itu


"Iya iya,, maaf,, maaf yah,,," Zara mengaku kalah, dia pun langsung memeluk tubuh kekar itu dan menghirup aroma yang selalu menenangkan hatinya. Angga tidak diam, dia pun membalas pelukan istrinya


Sekarang Zara tau, apa yang harus di lakukan jika suaminya sedang tidak baik baik saja.


Di lobby rumah sakit...


Bryan kembali menghadap pegawai administrasi rumah sakit untuk mendaftarkan papanya sebagai pasien di rumah sakit itu. Namun saat akan mengajukan operasi untuk pak Danang, Suster menolaknya


"Maaf pak, untuk penangan operasi besar, anda harus menemui dokter Angga terlebih dahulu. Karena sebelumnya anda menolak dan Dokter sudah membatalkan jadwal operasinya, jadi bapak harus bicara pada Dokter Angga untuk kembali mengatur jadwal operasi pada pasien"


"Apa tidak bisa langsung saja?! kenapa aku harus bertemu dengan dokter itu? atur saja sus, kami tinggal membayarnya saja!" ucap Bryan yang sangat enggan bertemu Angga, apalagi harus mengemis dokter itu untuk mengoperasi papanya


"Tidak bisa pak, bapak harus mendapat persetujuan dari Dokter Angga, karena yang akan memimpin operasi nanti adalah dokter Angga. Silahkan temui di ruangannya"


Bryan mengumpat dalam hati, karena aturan rumah sakit itu terlalu berbelit untuknya. Dia tidak ingin bertemu Angga, pasti dia akan semakin merendahkannya.


"Gimana Bryan?!" tanya Ibu Sumitri saat menghampiri Bryan


"Peraturan rumah sakit ini sangat berbelit belit! kenapa juga Bryan harus menemui Angga ?!" ucap Bryan pada ibunya


"Sudah lah Bryan, temui Dokter Angga. Lakukan demi papamu! kamu mau papamu tidak tertolong!" sarkas ibu Sumitri


Bryan tidak ada pilihan lain, akhirnya dia memutuskan untuk menemui dokter Angga.


.


.


.

__ADS_1


.


Maaf ya gaesss baru sudah bisa update, aku lgi cakitttt nih 🤧 anak2 juga pada cakit 🥺


__ADS_2