
Liora dan Rangga sudah lebih dulu pergi dari rumah pak Dermawan. Keduanya menaiki mobil Liora dan akan menuju ke salah satu rumah teman baik Liora. Rangga terlihat begitu senang karena dia akan di ajak Aunty cantiknya jalan jalan . Sementara itu, Angga dan Zara sudah akan pergi ke apartemen mereka
"Angga"
Angga berbalik saat papanya memanggil
"Iya pa?" tanya Angga
"Lusa apa masih cuti?" tanya pak Dermawan
"Belum tau pa, memangnya ada apa pa?" tanya Angga
"Gak papa, Lusa pak Danang akan operasi jantung, kalau saja kamu akan ikut membedahnya" ucap pak Dermawan
"Masih banyak dokter lain pa, Angga tidak ingin membuat pak Danang makin Drop jika dia melihat dokter yang akan membedah jantungnya itu Angga" Jawab Angga
"Bisa bisa akibatnya sangat fatal, kemarin saja dia pingsan begitu lihat Angga, apalagi nanti jika dia tau dokter yang akan membedahnya Angga? Nanti saja kalau sudah selesai operasi, Angga akan menjenguknya" ucap Angga lagi
"Ya sudah kalau begitu, pergilah. Buatkan cucu untuk papa dan mama" kekeh pak Dermawan
Angga tersenyum lalu melenggang masuk kedalam mobil sedangkan Zara yang sudah berada di dalam mobil samar samar mendengar perbincangan pak Dermawan dan Angga. Wajahnya tiba tiba merah saat pak Dermawan bicara seperti itu.
__ADS_1
Kemudian Angga pamit pada papanya dan menjalankan mobil nya menuju ke apartemen Angga. Dokter tampan itu sudah tidak sabar untuk merayakan cintanya bersama wanita yang paling dicintanya. Otaknya saat itu, sudah di penuhi hal hal berbau Kenikmatan Cinta yang akan dia raih bersama.
Sementara itu, Bryan dan keluarga nya tengah sarapan bersama di rumah sakit. Meski sebenarnya enggan berlama lama, tapi pak Danang membutuhkan perawatan intensif demi kesembuhannya. Setelah selesai sarapan Bryan keluar dari kamar inap itu dan mencari keberadaan dokter Jane. Sayangnya Dokter wanita itu tidak praktek di jam pagi. Namun langkah Bryan yang baru akan pergi menjauh dari meja suster yang berjaga mendadak terhenti saat mendengar obrolan mereka
" Masak sih, Dokter Zara punya anak di luar Nikah? Jadi anak yang pernah di rawat dirumah sakit itu bukan anak mantan suaminya?"
"Iya, aku dengar dari dokter Jane, katanya memang dari dulu dia itu genit. Kan Dokter Jane pernah satu rumah sakit dengan Dokter Zara di Rumah Sakit Cabang. Tau gak, dokter Zara di ceraikan suaminya karena dia hamil. Malu maluin banget kan?!"
"Iiihhh dokter Angga kok mau sih, deketin dia. Mungkin dia tidak tau yang sebenarnya"
Bryan tersenyum puas, berita soal Zara sudah tersebar. Dia tidak perlu repot repot untuk mempengaruhi Jane, tapi dokter wanita itu dengan sendirinya menyebarkan berita itu dirumah sakit. Dengan begitu, citranya sebagai dokter sudah tercoreng. Bryan melangkah kan kakinya meninggalkan tempat itu dengan tersenyum puas.
"Kalian pikir hanya kalian yang bisa membuatku malu sekampung, Sekarang Rasakan pembalasannya!" Batin Bryan
Angga sudah sampai di apartemen bersama Zara. Sepanjang jalan Angga terus menggandeng tangan Zara seolah tidak ingin melepasnya sedikitpun. Senyum keduanya terus merekah, sampai akhirnya mereka masuk ke dalam unit apartemen Angga.
"Selamat datang Nyonya Angga Dermawan " Ucap Angga menyambut istrinya
"Terima Kasih,,," Jawab Zara dengan tersenyum
"Mau duduk dulu atau langsung ke kamar?" tanya Angga dengan mengkerlingkan mata genitnya. Zara tersenyum melihat begitu manis suaminya
__ADS_1
"Mau makanan pembuka dulu atau hidangan utama?" tanya Zara
"Em,,, pembuka dulu dong,,," jawab Angga
Zara mengeluarkan senyum menggoda , tidak berkata apapun lagi, kemudian dia melangkah kan kakinya menuju ke kamar mereka. Angga tidak berdiam diri, dia pun mengikuti langkah kaki istrinya dan terus menatapnya penuh cinta.
Zara duduk di tepi tempat tidur, dan Angga mengikutinya. Keduanya terus saling menatap, dan Angga tergerak untuk menyentuh wajah istrinya, sampai Zara di buat meremang
"Kamu ingat pertama kali kita melakukannya?" ucap Angga yang sudah berjarak begitu dekat di wajah istrinya
"Ingat,," Jawab Zara dengan jantung sudah berdebar debar. Sentuhan cinta itu benar benar memabukkan
" Aku ingin kita mengulangnya lagi,,," bisik Angga, sambil menghembuskan nafas hangat di telinga Zara, sungguh itu membuatnya geli.
.
.
.
.
__ADS_1
Iiihhh aku ikutan geli,,!
berasa ada yang niup niup di kupingku!