Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
FLASHBACK (Pembuatan Rangga)


__ADS_3

"Ayo kita makan" Zara menatap Angga yang sedari tadi tidak berkedip


Zara menyadari jika Angga belum juga bergerak, dia masih mematung dan menatapnya tanpa henti. Lalu Zara menarik tangan Angga dan membawanya keluar dari kamar.


"Tadi katanya mau makan" ucap Zara membuyarkan pikiran Angga


"Iya,, kamu,, kenapa pake bajuku?" tanya Angga


"Kenapa? gak boleh?" tanya Zara


"Boleh,, tapi,,"


"Zara gak bawa baju ganti, tadi Zara mandi karena gerah" jawab Zara


"Ohh iya,, gak papa,, ayo makan" Ucap Angga malah gugup. Matanya tak bisa beralih pada Zara yang saat itu terlihat begitu cantik dan mempesona, padahal dia hanya memakai kemeja nya saja. Setelah makan selesai, Zara membereskan meja makan


"Kak Angga mandi dulu, gerah!" ucap Angga langsung ngacir masuk kedalam kamarnya.


Debaran jantungnya begitu cepat tak tertahan lagi, dia pria normal, tidak akan sanggup bertahan jika terus terusan melihat keindahan seperti itu. Dengan cepat Angga mandi, mendinginkan pikirannya dan bersiap untuk menjalankan kewajibannya. Saat Angga keluar, dia mendapati Zara yang juga sudah selesai menjalankan kewajibannya.


Lalu Angga duduk di Sofa dan Zara menyusulnya. Angga sedikit tidak nyaman, karena matanya terus saja fokus pada pahaa mulus Zara yang terpampang dengan begitu jelas di matanya.


"Dasar mata jelalatan!" Angga merutuki dirinya sendiri


"Zara nginep disini ya" ucap Zara


"Hah?! gak balik ke kosan?" tanya Angga kaget


"Masih kangen" Jawab Zara langsung melingkarkan tangannya di pinggang Angga.


"Ra,, jangan begini,, nanti aku ngelunjak" ucap Angga menahan dirinya agar tidak tergoda imannya yang masih sangat tipis itu


"Kak Angga gak kangen sama Zara?" tanya Zara


"Kangen lah, malah kangen bangettt tau gak!" jawab Angga


"Jadi malam ini Zara boleh nginep disini?" tanya Zara dan Angga diam sejenak


"Terserah kamu, tapi habis isya kak Angga pulang ya" ucap Angga, Zara terdiam, otaknya berfikir bagaimana dia akan memulai semuanya? apa dia langsung saja menyerang Angga? atau dia katakan dulu semuanya pada Angga? atau tidak perlu di katakan, langsung saja Zara menyerahkan diri? Dia bingung sendiri


Tak lama terdengar suara adzan berkumandang, Keduanya kembali berpisah dan menjalankan kewajiban mereka.


"Jadi aku harus bagaimana? ah sudahlah,, aku harus buang rasa malu ku, aku harus berani memulainya!" Ucap Zara yang saat itu tidak bisa berfikir jernih. Zara membuka pintu kamar Angga dan melihat pemuda itu sudah bersiap akan pulang kerumahnya. Angga tidak ingin semakin lama bersama Zara dalam kondisi seperti ini, bisa bisa imannya yang masih sangat tipis itu akan goyah. Namun belum selesai Angga bersiap, Dia sudah di kagetkan dengan masuknya Zara kedalam kamarnya.


"Zara?" Angga terlihat gugup


"Kak Angga mau kemana?" tanya Zara


"Pulang,, ini sudah malam,,," Jawab Angga


"Tapi Zara mau kak Angga tetap disini" Zara sudah mendekat dan memeluk tubuh pemuda itu.


"Ra,,, jangan begini,, nanti kita bisa kebablasan. Inget dosa ra" jawab Angga


Zara mendongak dan menatap wajah Angga yang saat it dia sedang menatapnya.


"Zara ingin memberikan kesucian Zara untuk kakak" Ucap Zara dengan tatapan serius


Deg!


"Apa?!" Angga terkejut bukan kepalang mendengar ucapan Zara


"Apa yang kamu katakan hah?! kita belum menikah,," Ucap Angga berusaha melepaskan pelukan Zara


"Zara gak peduli, Zara cinta sama kakak, Zara cinta!" Teriak Zara

__ADS_1


"Zara,,,, kakak Angga juga cinta sama Zara, cinta kakak tulus buat kamu. Kakak gak mau ngerusak kamu sayang,,," Angga menenangkan Zara yang tiba tiba menangis


"Zara ikhlas memberikannya pada kakak" ucap Zara


"Bukan sekarang sayang,,, nanti setelah kita menikah" Jawab Angga


"Zara memberikan ini sebagai tanda cinta Zara untuk kak Angga, Ayo kak kita lakukan sekarang" ucap Zara


"Bukan begitu memberi bukti cinta,, sudah lebih baik kamu tidur, kak Angga pulang sekarang!" Angga ikut pusing karena Zara terus berkata aneh tak seperti biasanya. Saat Angga akan mengambil kunci mobil, Zara menarik tangannya dan berjinjit lalu mengunci bibirnya.


Keduanya sama sama terdiam,


Zara sudah yakin akan melakukan penyerahan dirinya pada Angga malam ini, Meski dia baru pertama, tapi Zara tetap berusaha menggoda Angga yang sejak tadi diam saja. Lebih tepatnya keduanya sama sama baru pertama hingga terjadi kebingungan.


Angga yang terus terusan di serang oleh pemain amatiran pun akhirnya tergoyahkan dan dia membalas tak kalah amatiran karena Angga hanya mengikuti naluri kelelakiannya dan menghujani Zara dengan jutaan cinta.


Keduanya mencari tempat ternyaman dan terus mencoba mengejar kenikmatan.


"Katakan berhenti Ra! atau aku akan terus menggila!" Angga seperti tidak bisa berhenti menapaki manisnya Zara


"Teruskan kak, Zara,, Suka!" Zara tidak akan meminta berhenti karena tekadnya sudah bulat.


"Kamu,, bisa,, hamil Ra!" ucap Angga


"Aku,,tidak akan ,, hamil kak,, masa Suburku,, sudah lewat" jawab Zara


Angga tidak bisa lari lagi, akal sehatnya sudah luluh lantah hingga akhirnya malam itu kedua anak muda itu bertukar peluh, yang seharusnya tidak boleh terjadi karena belum ada ikatan pernikahan. Namun apa mau di kata, ketika gairah sudah tersulut maka semua akan ikut terbakar.


Tepat sekali ucapan Angga beberapa waktu lalu. Sekali dia mencoba nya, pasti dia tidak bisa berhenti untuk meminta lagi dan lagi. Tapi Zara tetap memberikannya sampai keduanya kelelahan.


"Aku sudah tidak perawan lagi" Batin Zara


**


Setelah subuh tadi, Zara kembali tertidur didalam pelukan Angga. Dia begitu lelah setelah semalaman bertukar peluh bersama Angga. Sekali Angga mencoba rasa nikmatnya, dia benar benar meminta lagi dan lagi hingga membuat Zara kelelahan.


Angga terbangun lebih dulu, dilihatnya Zara masih memejamkan mata dengan begitu erat. Angga tersenyum kemudian menurunkan tangan Zara dan dia perlahan turun dari tempat tidur. Kemudian Angga memesan makanan untuk sarapan pagi mereka. Beberapa menit menunggu, makanan mereka sudah tiba.


"Sayang,, bangun,, kita sarapan dulu yuk,," ucap Angga membangunkan Zara


Zara menggeleng namun matanya masih terpejam.


"Ayo,, kita harus makan dulu,," ucap Angga


"Zara masih ngantuk,, capek kak,," jawab Zara


"Iya nanti kita lanjut lgi tidurnya. Sekarang kita makan dulu" Zara terkejut saat tiba tiba tubuhnya melayang. Ternyata Angga menggendongnya dan membawanya ke meja makan.


Zara melihat di meja makan sudah tertata banyak makanan, dia juga sebenarnya sangat lapar, namun rasa lelah masih terus menderanya. Lalu Zara duduk dan Angga mengambilkan makanan untuk nya


"Mau yang mana?" tanya Angga


"Ayam goreng" jawab Zara yang kemudian meminum air putih, setelah itu makanan makanan yang di ambilkan Angga. Keduanya sarapan bersama.


Setelah selesai Zara membereskan meja makan, saat Zara sedang mencuci piring, Angga menghampirinya dan memeluknya dari belakang


"Kak Angga,,,," Zara melenguh saat merasakan sapuan hangat mengenai telinganya dan membuatnya begitu geli


" Setelah semalam,, kak Angga pikir, kita harus segera menikah dalam waktu dekat" bisik Angga


deg!


Zara membeku, dia berpikir itu tidak akan mungkin karena Zara sudah di lamar oleh pria lain. Lalu Zara segera menyelesaikan pekerjaannya dan mengatakan semuanya.


"Tidak bisa" jawab Zara

__ADS_1


Angga kaget mendengar jawaban Zara, kemudian dia membalik badan gadis itu hingga keduanya berhadapan


"Kenapa Ra?" tanya Angga


"Tidak kak, kita tidak bisa menikah. Kita sudahi saja hubungan kita sekarang!" Ucap Zara membuat Angga seperti tersambar petir


"Apa maksudmu?!" Tanya Angga merasa tidak terima


"Setelah apa yang kita lakukan semalam kamu memutuskan ku?!" tanya Angga tak habis pikir.


Zara menahan tangisnya


"Ya, Aku memutuskan hubungan kita" Jawab Zara tanpa menatap ke arah angga.


Angga tersenyum kecut, merasa zara mempermainkan hatinya


"Kenapa tiba tiba begini? apa alasannya? apa salahku hah?!" Nada bicara Angga sudah sedikit meninggi


"Kak Angga gak salah! tapi kita memang harus berpisah. Aku akan menikah dengan pria lain!" Jawab Zara dengan bibir bergetar


"Apa?!" Angga tambah di buat terkaget kaget


"Zara sudah di lamar pria lain, Zara tidak bisa menolak dan sebentar lagi kami akan menikah. Jadi kita sudahi saja hubungan kita ini. Lupakan Zara!" ucap Zara yang tidak bisa menahan tangisnya


"Apa kamu bilang? menikah dengan pria lain? sudahi hubungan kita?! enak sekali kamu berkata seperti itu Ra?! kamu pikir aku tidak serius padamu? kamu pikir aku tidak tulus cinta padamu?! selama 5 tahun ini aku menyimpan perasaanku padamu, sekarang kita baru menjalin hubungan, dan semalam, semalam apa?! kamu ingin membuktikan cintamu padaku, dan aku ingin membuktikan cintaku padamu dengan menikahi mu tapi apa yang aku dapatkan?! kamu mencampakkan ku?! kamu bener bener tega Zara!" ucap Angga tidak bisa terima


"Aku sudah katakan semalam, aku ikhlas memberikannya untukmu, aku tidak berbohong jika aku mencintaimu. Tapi aku tidak bisa merubah kenyataan, aku akan tetap menikah dengan anak teman bapak" jawab Zara


"Jika kau hamil bagaimana?! itu anakku!" ucap Angga


"Aku berjanji padamu, jika aku hamil, aku tidak akan meminta pertanggung jawab mu. Aku tidak akan menuntut mu" jawab Zara yang kemudian pergi meninggalkan Angga


"Zaraaaa!" Teriak Angga namun Zara tetap pergi


"Zaraaaa! aku tidak akan rela kamu nikah dengan pria lain Ra! Aku cinta sama kamu!" Teriak Angga


Angga Mengejar Zara namun Zara tetap memilih pergi. Zara menangis di sepanjang jalan, dia juga berat, dia juga sakit, tapi dia tidak bisa berbuat lain. Sampainya Zara di kosan ternya bapak dan Bryan sudah ada disana, dia di paksa ikut pulang lagi. Sampainya Zara di rumah, dia langsung dikurung di kamar.


Berhari hari Angga terpuruk sendiri, hatinya hancur. Gairaah hidupnya pun sudah tak ada lagi. Makan dia juga tak mau, pergi kemana mana juga dia tidak mau. Hingga akhirnya Angga terkapar di kamar berhari hari, tubuhnya lemas dan setiap pagi Angga selalu muntah muntah tak jelas. Kejadian itu terjadi sampai sebulan lebih. Sudah di periksa dokter, namun kondisinya masih normal saja, hanya tubuhnya begitu lemas, dan setiap pagi selalu muntah apapun yang masuk kedalam mulutnya.


Sementara itu, Di rumah keluarga Zara, Zara di kurung sendiri di kamar. Semua akses di tutup hingga dia tidak bisa kemana mana sampai berhari hari bahkan berminggu minggu. Tapi, Zara menyadari sesuatu, tubuhnya sedikit demi sedikit berubah, tubuhnya yang biasa kurus, mungil kini malah bertambah berisi, dan beberapa tempat terlihat membesar. Zara baru ingat jika dia juga terlambat datang bulan. Dia ketar ketir, tapi dia tidak bisa melakukan tes kehamilan karena dia di kurung di dalam kamar tanpa bisa keluar. Hingga sampai akhirnya Zara yakin jika dia hamil saat melihat perutnya terlihat membuncit di bulan ketiga.


"Aku benar benar hamil!"


FLASHBACK OFF______________


.


.


.


.


Jadi gitu gaess ceritanya bagaimana bisa jadi Rangga. Jadi itu sepenuhnya bukan salah Angga ya, tapi ada Andil Zara juga yang gara gara tertekan dia jdi stress dan ambil jalan pintas. Kok bisa hamil? katanya Zara gak masa subur? Dahhh anggep aja dia salah hitung tanggal, kepleset sehari terus jadi deh tuh cebong masuk ke indung telur. Terus Angga kok gak ngejer Zara kalau dia cinta? anggep aja dia udah ngejer tapi ketinggalan jauh, Zara udah di bawa bapaknya. Apa lagi? kapan Angga ketemu anaknya? ya sabar waeeee ya, nanti juga bakal ketemu 😅 Cepet dong ketemunya! sabarrrr nulis alurnya ini mikir keras, kalau gak sabar kalian ngarang aja sendiri🥴 Kok Flashbacknya panjang banget? bertele tele!?, ya terserah yang nulis yah, mau panjang pendek penting sama sama enak dan memuaaskan, Eh! maksudnya memuaaaskan untuk di baca hehe...🤭 Ini bab Terpanjang, biar kalian puasss dan nyambung😅


Terima kasih yang sudah support aku😍


Lopeyou gaesss😘 Tinggalin jejak kalian yaaaa☺️


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2