
Rizal dan Liora sudah bersiap siap akan berangkat ke rumah sakit pagi itu. Ada hal yang buat bahagia, Rizal mendapat surat pemindahan tugas ke rumah sakit cabang , tapi ada yang membuat bingung karena pemindahan itu sedikit mendadak.
"Uummm,,, geli yank,,," ucap Liora saat Rizal tengah mengendus endus lehernya.
"Wangi,, " ucap Rizal masih enggan pergi, tapi malah mengeratkan pelukannya
Liora tersenyum, ternyata mesyum suaminya jauh lebih lebih dari dirinya. Liora tidak menyangka hal itu!
"Gak enak tau sama papa dan mama,, masak siap siap aja lama bener! pasti mereka nungguin kita di meja makan" ucap Liora. Sepasang suami istri itu masih tinggal di rumah keluarga Rizal, sedang rumah baru mereka sedang di persiapkan agar siap di tempati setelah ini.
"Cium dulu tapi" ucap Rizal lalu membalik Liora dan keduanya berhadapan
"Mesyummm nya suamikuuuuu ini,," kekeh Liora, kemudian mengecup bibir Rizal yang sudah siap untuk di kecup.
"Ketularan mesyumnya dari kamu!" Setelah mengatakan itu, bibir tipis itu sudah habis di lahap dengan begitu rakus.
Mendadak Liora tersadar, mereka harus bekerja, lalu Liora mendorong Rizal
"Cukup yank, nanti kebablasan!" ucap Liora menatap suaminya dengan serius
"Nagihin banget sih!" kekeh Rizal sudah dalam mode sadar. Lalu di usapnya bibir Liora yang basah karena ulahnya.
"Ayo sarapan,,," lalu Rizal merangkul Liora dan mengajaknya keluar dari kamar.
Sampai di meja makan, Liora dan Rizal tersenyum kikuk. Pasalnya papa, mama, dan cinta sudah selesai sarapan.
Ehem!
"Kalian sarapan berdua saja ya,, papa mau anter cinta ke sekolah" ucap pak Bayu mencairkan suasana canggung diantara mereka.
"Maaf pa, kami..." ucap Liora terputus
"Gak papa Ly, kalian jangan sungkan" ucap Ibu Mira
__ADS_1
"Iya ma" jawab Liora merasa tidak enak pada keluarga mertuanya
Lalu Papa, mama, dan cinta pamit lebih dulu, sementara Liora dan Rizal sarapan lebih dulu sebelum berangkat.
Selesai sarapan mereka segera bersiap berangkat ke rumah sakit.
Di rumah sakit Tri Medika Cabang,,,,,
"Eh,, hari ini ada dokter pindahan dari pusat!" ucap suster
"Iya, awas kamu macem macem! itu suaminya Dokter Liora!" sahut suster yang lain
"Oh iya? wahh berarti dia akan gantiin dokter Davin dong?"
"Bisa Jadi"
Saat sedang berbincang, para suster diam saat Dokter Davin berjalan melewati mereka bersama Dokter Angga. Terlihat keduanya sangat serius, tanpa senyum dan berwajah tegas. Awalnya para pegawai rumah sakit menjodoh jodohkan Dokter Liora dan Dokter Davin, namun begitu tau Dokter Liora menikah dengan dokter lain yang bekerja di rumah sakit pusat membuat mereka penasaran sosok suami dokter Liora. Banyak yang tidak kenal Rizal, padahal dia setiap hari mengantar jemput Liora, hanya saja wajahnya tertutup masker.
"Walah,,, jelas kalah ganteng dokter Davin sama suami nya dokter Liora!" bisik bisik pegawai mulai terdengar setelah melihat suami dokter Liora.
Kemudian Liora mengetuk ruangan Direktur rumah sakit cabang
"Masuk"
Kemudian Liora dan Rizal masuk kedalam ruangan itu, dan ternyata di dalam sudah ada Angga, Davin dan pak Dermawan.
"Pagi pa, kak, Dokter Davin" ucap Liora dan Rizal menyapa mereka
"Pagi, Silahkan duduk" ucap Angga mempersilahkan Rizal dan Liora untuk duduk bersama di Sofa
"Kak, ada apa? kenapa kak Angga memanggil kami ke sini? dan kenapa Kak Rizal di pindah ke cabang secara mendadak?" tanya Liora langsung saja pada Intinya kepada kakaknya selaku pimpinan rumah sakit
"Begini Liora, Rizal,, papa akan jelaskan kepada kalian berdua. Bahwasannya rumah sakit cabang ini, mulai hari ini papa serahkan kepada kalian berdua untuk di kelola. Dengan mempertimbangkan kelayakan Rizal sebagai mantu papa, dan kami berdua sudah memutuskan untuk menyerah tugaskan pimpinan rumah sakit cabang ini kepada Rizal" ucap pak Dermawan
__ADS_1
Deg!
Rizal terkaget, wajahnya langsung berubah tegang, dia tidak pernah menyangka jika akan mengemban tugas sebesar itu. Pemuda itu berfikir jika dia di pindahkan ke rumah sakit cabang hanya untuk pindah tugas saja.
"Beruntung sekali dia!" batin Davin saat melihat Rizal yang nampak sangat terkejut
"Tapi pa, apa ini tidak terlalu cepat? bahkan saya,,,"
"Tidak, kami sudah mempersiapkan kamu jauh jauh hari dan kami sudah menilai dan menimbang akan hal itu. Ini tugas yang besar untuk kamu Rizal, papa harap kamu bisa amanah dan menjalankan nya dengan baik. Sukur sukur rumah sakit ini bisa semakin besar saat kamu yang memegang" ucap pak Dermawan
"Terima kasih pa atas kepercayaan papa, saya akan berusaha menjalankan amanah dari papa ini. Dengan segala keterbatasan saya, tentu saya masih sangat butuh bimbingan dari papa dan kak Angga" ucap Rizal
"Tentu, papa akan membantu kalian di awal sebelum kami benar benar lepas tangan" jawab pak Dermawan
"Ini dokumen pengalihan jabatan kak Angga di rumah sakit ini kepada kamu. Semua sudah kakak siapkan" ucap Angga kemudian menyodorkan dokumen ke depan Rizal. Hal itu di saksikan Dokter Davin juga karena bagaimanapun Dokter Davin sempat memegang rumah sakit itu meski hanya sementara sebelum Liora pulang ke Indonesia.
Rizal menatap Liora sebentar, rasanya ingin menangis, tapi Rizal malu, Liora pun merasa haru sekaligus bahagia karena suaminya di beri kepercayaan besar dari orang tua dan kakaknya. Liora yakin, Rizal mampu memimpin rumah sakit itu bersama dirinya.
Lalu Rizal menandatangi dokumen itu, kemudian bergantian dengan Angga setelahnya.
"Andai aku yang jadi suaminya,,,,,"
.
.
.
.
.
Wes rasah kakehen ngimpi Vin! 😨
__ADS_1