Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Ultah Rangga (2)


__ADS_3

"Kalian mau ciuman ya?!" kekeh Zara


Jantung keduanya berdentum keras seakan sudah melompat keluar sangking kagetnya saat mendapat teguran. Keduanya langsung menjauh dan melihat ke samping disana ada Zara yang sedang menatap keduanya bergantian. Liora dan Rizal langsung salah tingkah saat ketahuan.


"Kakak!" Ucap Liora dengan wajah memerah


"Kakak aduin ke mama papa biar kalian langsung dikawinkan aja!" kekeh Zara


"Jangan kakak!" ucap Liora menghampiri Zara dan memohon pengampunan dari ibu hamil itu


"Please!" ucap Liora dengan menggenggam tangan Zara sementara Rizal sudah mati kutu


"Iya iya,, kakak akan tutup mulut!" ucap Zara dengan tersenyum


"Makasiiihhh!" Liora langsung memeluk Zara dengan begitu erat


"Jangan di ulangi ya,, mending nikah dulu, jangan seperti kakak dan kak Angga" ucap Zara


"Hem" sahut Liora


"Ayo turun" ucap Zara


Liora dan Rizal mengikuti Zara dari belakang, keduanya sama sama merasa malu karena sudah ketahuan oleh kakak iparnya. Sampai di bawah semua orang sedang makan makan, lalu ketiganya bergabung dan acara dimulai.


Rangga tidak sabaran langsung memotong kue ulang tahun buatan mamanya, potongan pertama dan kedua dia berikan untuk mama Zara dan papa Angga. Saat potongan ketiga, Rangga memberikannya pada Jasmine


"Ini kue untuk jacmine" ucap Rangga dengan tersenyum. Jasmine terlihat malu malu saat menerima kue itu


"Makacihh kak" Jawab Jasmine


"Cama cama" ucap Rangga


"Semoga beneran jadi mantu yah kalau sudah besar nanti" kekeh Ibu Marissa dan semua orang tersenyum.


"Dia benar benar menyukai gadis kecil itu" kekeh Liora sedikit berbisik pada Rizal


"Rangga sudah tau gadis cantik hehe" kekeh nya


"Aunty nya juga cantik" bisik Rizal dan membuat Liora tersipu


Acara malam itu hanya makan makan bersama, Rangga tidak banyak tingkah, dia memilih bermain bersama anak laki laki Dika , sementara Jasmine bersama bundanya.


"Jadi Liora dan Rizal sudah tunangan?" tanya Dinda


" Belum kak, baru pendekatan, cuma semua keluarga sudah ketemu " jawab Liora malu malu


"Ohh gitu,," sahut Dinda

__ADS_1


"Liora masih harus menyelesaikan studinya kak, jadi belum boleh nikah dulu. Apalagi kampusnya jauh. LDR deh" kekeh Zara


"Pejuang LDR yah,," Sahut Dinda


"LDL itu apa bunda?" tanya Jasmine


"Apa yah,,, emm terpisah jarak dan waktu. Jadi Aunty di jerman dan Om Rizal di Indonesia" jawab Dinda


"Kenapa haluc LDL?" tanya Jasmine


"Aunty kan masih harus kuliah di jerman, dan Om Rizal kerja di Indonesia. Jadi gak akan ketemu lama" jawab Zara


Jasmine manggut manggut, ntah gadis kecil itu mengerti atau tidak.


"Jacmine, ayo ikut dengan kami, kami kekurangan pemain" ucap Abyan pada adiknya


"Main apa kak?" tanya Jasmine


"Ayolah ikut saja,," ucap Abyan menarik adiknya agar ikut dengannya. Jasmine menurut dan kini dia berada di tengah tengah anak laki laki.


"Kita main saja disini, kamu kan anak anak, main dengan anak anak, jangan dengan orang dewasa" ucap Abyan


Jasmine menurut, dia melihat banyak permainan di sana, Rangga sedang asyik bermain puzzel besar bersama Fatih, sedang abyan bermain robot robotan. Disana tidak ada permainan anak perempuan


"Jacmine bocen! gak ada mainan anak pelempuan!" ucap gadis kecil itu


"Ini, untukmu" ucap Rangga memberikan boneka itu pada Jasmine.


"Ini cepelti momoci" ucap Jasmine menerima boneka dari Rangga


"Iya" jawab Rangga


"Makacih kak" ucap Jasmine terlihat senang


"Cama cama" jawab Rangga. Tadi siang saat dia pergi bersama papanya membeli beberapa keperluan acara ulang tahunnya, Rangga melihat boneka kucing dan langsung teringat pada Jasmine, gadis kecil itu sangat menyukai kucing. Lalu Rangga meminta papanya untuk memberikan boneka itu.


Acara malam itu telah selesai, Rizal pamit pulang kepada keluarga Liora, begitu juga dengan keluarga Dika yang berpamitan pulang. Setelah tamu malam itu pulang, Rangga dengan tidak sabaran membuka kado yang bertumpuk di meja.


"Ma, Langga mau buka cendili" ucap Rangga


Kemudian Rangga dengan sangat antusias membuka satu persatu kadonya ditemani keluarga lainnya sambil mengobrol


"Dali Om Lijal" Rangga membuka kertas kado itu dan melihat isi didalamnya banyak sekali buku bergambar dan juga krayon dengan berbagai macam. Rangga memang suka menggambar dan mewarnai


Lalu Rangga membuka kado dari anak anak Dika, pas di buka, isinya tas sekolah berbentuk mobil dan di dalam terdapat banyak buku buku. Rangga tersenyum, lalu membuka kado dari Dika dan Dinda yang isinya baju dan juga celana, cukup bagus dan Rangga suka.


Kemudian dia membuka kado dari Aunty nya, isinya Sepatu roda.

__ADS_1


"Waaahhh keren! Langga cuka Aunty. Makacihhh" Rangga langsung memakai sepatu itu dan dia terlihat begitu senang


"Sama sama" Jawab Liora


Lanjut membuka kado Opa dan Omanya, didalam isinya beberapa toples cookies keju kesukaan Rangga. Rangga terkekeh dan menatap omanya


"Oma tau aja Langga cuka cookiec keju. Makacih oma" ucap Rangga


"Sama sama sayang" jawab oma


Hadiah Omnsat tak kalah keren, saat bocil itu membuka kadonya ternyata isinya sebuah bola basket dan juga baju olahraga.


"Om mau langga jadi atlet?!" tanya Rangga


"Hehe gak juga, itu untuk Rangga olahraga" jawab Satria


"Makacih om, langga cuka" jawab Rangga.


Lalu Rangga membuka hadiah dari kakek dan neneknya, isinya sepeda motor anak. Pantas saja kardusnya sangat besar.


"Kakek dan nenek bingung mau kasih kado apa, jadinya cuma bisa belikan itu pas lihat di pasar kemaren" ucap pak Bagas


"Makacih Kek, Langga cukaa!" ucap Rangga melihat kado dari kakek dan neneknya.


Terakhir kado dari papa dan mama


Rangga membuka kotak berwarna biru itu dan didalamnya sebuah album foto yang baru pertama kali Rangga lihat. Lalu Rangga mengambilnya dan mulai membukanya


"Ini foto Rangga waktu masih ada di perut mama,, usia rangga baru 3 bulan, yang ini 4 bulan, 5 bulan, 6 bulan, 7 bulan, 8 bulan, 9 bulan,,, dan ini foto Rangga saat baru lahir. Lihat, rangga lagi nangis di fotoin sama suster" ucap Zara bercerita pada putranya.


"Maaf yah, saat itu papa gak ada di samping Mama dan Rangga. Papa belum tau jika mama sedang berjuang sendiri. Andai papa tau lebih awal, pasti papa tidak akan membiarkan mama berjuang sendirian" ucap Angga


Rangga terus membuka lembaran album itu dan melihat setiap foto bayi yang ada disana


"Anak mama dan papa sekarang sudah besar, sudah sekolah. Doa doa terbaik mama dan papa untuk mu nak, agar kelak kamu menjadi anak yang baik, tangguh, dan sukses melebihi orang tuamu..." ucap Zara


"Dan berguna untuk orang banyak..." Sambung Angga


"Telima kacih ma, pa, Langga ceneng banget kalena Langga punya papa dan mama yang celalu cayang cama langga" ucap Rangga lalu mengecup pipi papa dan mamanya.


.


.


.


.

__ADS_1


kado untuk Langga di kacih Vote aja yah Omty, Makacih 🥳


__ADS_2