
Bryan akan di bawa Angga dan Zara ke sebuah ruangan. Pria itu pasrah saja saat di giring sepasang suami istri itu dan membuat tanda tanya bagi pegawai yang melihat mereka berjalan bersama. Angga terus menginstruksikan pada Bryan untuk berjalan kedepan hingga mereka sampai di sebuah ruangan dan disana terdapat beberapa pegawai rumah sakit.
"Bukan kah itu Zara dan Angga?!" Dinda yang baru keluar dari ruangan praktek nya melihat dengan Jelas Zara dan Angga masuk kedalam ruangan. Dokter Cantik itu penasaran, dan akan mengikuti mereka.
Angga menyuruh Bryan untuk duduk, lalu pegawai rumah sakit itu menyiapkan mik kecil di depan pria itu. Kemudian beberapa pegawai sudah menyiapkan alat yang terhubung dengan saluran televisi yang ada di penjuru rumah sakit besar itu.
Bryan sangat terkejut, tapi dia tidak bisa lari sekarang.
"Mulailah bicara!" Suara Angga lirih namun terdengar sangat dingin
Rasanya Bryan ingin tenggelam saja ke bumi.
"Selamat siang,," ucap Bryan dengan jantung berdebar begitu cepat, wajahnya terlihat sangat tegang. Tiba tiba semua saluran TV yang ada di rumah sakit Tri Medika Pusat menampilkan wajah Bryan dengan jelas. Dokter Jane yang baru saja memeriksa pasiennya begitu terkejut saat melihat Bryan ada di saluran TV di ruangannya.
"Aku ingin mengatakan, jika berita yang tersebar tentang Dokter Zara, sebenarnya Aku yang sudah mengatakan berita itu pada Jane, dan dialah yang menyebarkan berita itu ke seluruh pegawai rumah sakit ini" ucap Bryan
Jane langsung pucat saat Bryan menyebutkan namanya
__ADS_1
"Aku secara pribadi minta maaf pada Dokter Zara, karena sudah menyebarkan berita buruk dan merusak nama baiknya. Demikian yang ingin saya sampaikan" ucap Bryan lagi
Semua orang yang melihat seperti konferensi pers itu begitu kaget. Mereka sudah termakan berita yang beredar di rumah sakit itu mentah mentah. Mereka saling menatap dan seolah merasa menyesal sudah membicarakan dokter Zara, menggunjingnya dan bergosip di belakang dokter itu.
Seketika saluran TV mati, dan saat itu juga pintu ruangan terbuka dan Bryan sangat terkejut saat beberapa polisi masuk keruangan itu.
"Apa ini Ngga?!" teriak Bryan saat Bryan langsung di cekal
" Apa kamu lupa, apa yang sudah kamu lakukan pada keluarga ku?!" sungut Zara
Bryan tak berkutik ketika dia teringat apa yang dia lakukan pada pak Bagas dan Satria selain perbuatannya pada Zara.
"Jelaskan saja di Kantor polisi!" Ucap salah satu polisi yang mencekal dan menyeret Bryan keluar dari ruangan itu. Bahkan Dinda terkaget kaget saat melihat banyak polisi dan dia sempat melihat siaran TV di lorong rumah sakit.
Sementara itu, Angga duduk di kursi tempat Bryan sebelumnya duduk. Lalu Siaran TV kembali menyala serempak dan menampilkan Dokter Angga yang terlihat sangat serius.
"Kalian semua sudah mendengar? Jika masih ada yang membicarakan Dokter Zara lagi, maka bersiap saja untuk angkat kaki dari rumah sakit ini" ucap Angga
__ADS_1
"Satu hal lagi, Saya Dokter Angga dan Dokter Zara, kami sudah menikah. Dan kami sudah memiliki seorang putra karena kesalahan kami di masa lalu. Dokter Zara adalah wanita yang hebat, dia wanita yang tangguh, bukan seperti yang kalian dengar selama ini. Kami terpisah selama bertahun tahun, namun pada akhirnya garisan takdir mempertemukan kami kembali" ucap Angga dengan begitu serius, Semua orang tercengang, mendengar pengakuan dokter Angga yang begitu mengejutkan. Mereka tidak menyangka jika Dokter tampan itu sudah memiliki anak. Tapi Banyak juga yang begitu kagum pada dokter tampan itu yang berani mengakui semuanya di depan umum.
Zara yang berdiri di belakang Angga tak bisa menahan tangis, dia begitu terharu, bahkan dia tidak tau dan tidak menyangka jika Angga akan mengatakan semuanya hari itu.
Bukan hanya Zara yang tergugu, tapi Dinda pun juga begitu saat dia sudah berdiri di depan pintu dan mendengar secara langsung pengakuan Angga.
"Aku sudah menduga sejak lama" ucap Dinda
.
.
.
.
Segini aja yah,, masih lemes 😥 Makasih yang sudah support dan doain aku,, semoga kalian sehat2 ya disana 😊
__ADS_1