Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Berjanjilah Padaku


__ADS_3

"Siti, apa kau sudah ceritakan pada ibumu?" tanya Bryan pada pembantunya


"Sudah tuan, semalam saya sudah ceritakan pada ibu saya. Saya yakin Ibu pasti sudah cerita pada keluarga Zara dan juga para tetangga" Jawab Siti


"Bagus, ini bonus untukmu" ucap Bryan memberikan amplop coklat pada Siti


"Terima kasih tuan" ucap Siti


"Ya" Kemudian Bryan tersenyum dengan hati begitu senang. Dia yakin ibunya Siti bisa di andalkan untuk menyebarkan berita itu.


"Pasti sekarang keluarga itu semakin terguncang! hahaha!" gumam Bryan


**


Dikota,,,,


"Itu suara siapa Ngga?!"


Deg!


Angga baru sadar jika telfonnya belum dia matikan. Angga dan Zara sama sama mematung mendengar ucapan mama Angga memalui saluran telefon.


"Angga! suara siapa itu?!" Teriak mama


"Ma,, ini bukan seperti yang mama pikirkan,,, Angga a,,," ucapan Angga terputus


"Kamu nginep di apartemen sama wanita gak jelas itu?! ngaku kamu! itu pasti wanita yang kamu katakan waktu itu kan?! Dugaan mama pasti benar! wanita itu bukan wanita baik baik!" ucap mama


"Ma, mama salah paham ma,, mama,,"


"Berhenti membohongi mama! mama gak akan pernah setuju kamu dengan wanita itu! pokoknya kamu harus menikah dengan wanita pilihan mama!" ucap mama


"Ma,,,," Mama langsung mematikan sambungan telfonnya.

__ADS_1


Angga mencoba menghubungi mama nya lagi namun tidak di angkat telfonnya. Sementara itu, Zara sudah mematung dengan tubuh gemetar, mendengar mama Angga tidak akan menyetujui hubungan mereka. Zara tidak sadar jika itu suara ibu Marissa, suaranya sedikit berbeda, sehingga Zara sulit mengenalinya. Kemudian Angga melihat Zara mematung, lalu dia menghampiri wanita itu


"Kamu jangan khawatir, aku akan yakinkan mama dan papa untuk menerima mu dan Rangga. Apapun yang akan terjadi, berjanjilah padaku, kamu akan terus berada di sampingku. Menggenggam erat tanganku!" ucap Angga saat tatapan keduanya bertemu


"Tapi kak,,,"


"Sstttt,,,, aku hanya menginginkan kamu. Sekeras apapun mama menjodohkan aku dengan wanita lain, aku tetap maunya kamu. Sekarang kamu mandi, kita sarapan dan setelah itu aku akan membawamu dan Rangga kerumah" ucap Angga dengan wajah serius


"Apa kakak yakin?" tanya Zara


"Apa aku harus mencium bibirmu itu, supaya kamu tidak protes terus?!" Cetus Angga


Zara langsung melipat bibirnya dan mengangguk


"Aku akan segera mandi!" Tanpa protes lagi, Zara langsung berlari ke kamar mandi, sedangkan Angga merapikan bajunya, setelah itu Angga keluar kamar dan menemani Rangga yang saat itu duduk di depan TV, asyik menonton TV sambil menikmati sarapannya, sereal dengan susu.


Sementara itu, mama Angga tampak gusar. Pikirannya sudah melalang buana, dia berfikir pasti Angga dan wanita yang dia dengan suaranya tadi menginap bersama di apartemen itu. Tidak ada hal lain yang di lakukan antara pria dan wanita yang menginap bersama selain berbuat mesuum. Kemudian mama meninggalkan dapur dan akan mengajak papa ke Apartemen Angga


"Bik, tolong selesaikan semuanya!" ucap mama


Lalu mama Angga berjalan cepat menuju ke teras rumah untuk menemui papa


"Pa,, ayo pa kita ke apartemen sekarang!" ucap mama


"Ini masih pagi banget ma, lagian kita belum mandi, lihat mama saja masih pake daster. Mandi dulu sana! papa juga belum mandi" ucap papa kemudian melipat koran yang dia baca


"Gak ada waktu buat mandi pa! tau gak papa, tadi Angga nelfon mama. Terus dia bilang kalau dia nginep di apartemen. Bukan cuma itu, mama denger sendiri dengan telinga mama, Ada suara perempuan pa,,! Mama denger mereka bicara, Maaf, aku mau mandi kak, kata perempuan itu. Lalu Angga jawab Iya mandilah , aku akan keluar. Gitu pa! Jelas kan pa itu wanita gak bener! coba ngapain mereka berdua di apartemen kalau gak,,,, pokoknya mama mau berangkat sekarang! ayo paaa!" ucap mama menarik tangan pak Dermawan


"Sabar ma,, nanti papa jatuh,,,!" ucap papa beranjak dengan tergesa gesah


" Buru sih pa, nanti mereka kabur!" ucap mama terus menarik papa hingga keduanya sampai di depan mobil yang baru saja selesai di cuci. Belum juga kering


"Masak papa pake sarung ma?!" ucap papa

__ADS_1


"Udah sarungnya buka! cepet gih!" Mama Angga melepas sarung yang di pakai pak Dermawan menyisakan celana pendeknya, lalu mama Marissa menitipkan sarung itu pada pegawainya


"Nitip ini, tolong dibawa masuk" ucap mama


"Baik nyonya" jawabnya lalu pembantu itu memberikan kunci mobil pada pak Anwar


"Ayo pak Anwar, cepat kita ke apartemen Angga!" ucap Pak Dermawan


"Sekarang tuan?" tanya pak Anwar sedikit bingung karena kedua majikannya sepertinya belum mandi. Masih terlihat berantakan, Ibu Marissa masih menggunakan daster dengan sandal jepit, rambutnya pun hanya di jepit tanpa di sisir, sedangkan pak Dermawan menggunakan kaos putih polos dengan celana coklat pendek, dia pun juga hanya memakai sandal jepit rumahan.


"Gak, Minggu depan! Ya sekarang pak Anwar!" Cetus Ibu Marissa


"Oh, tapi mobilnya belum di lap kering" jawab Pak Anwar


"Sudah nanti kering sendiri kena Angin! Cepat masuk!" jawab ibu Marissa


"Baik Nyonya" Jawab Pak Anwar tanpa memprotes lagi. Lalu ketiganya masuk kedalam mobil dan pak Anwar langsung melajukan mobil tuannya menuju apartemen putranya.


Sedangkan Di apartemen, Zara baru saja selesai bersiap, meski perasaan tidak menentu sekarang, tapi dia juga tidak bisa menghindar. Angga ingin membawanya bertemu dengan kedua orangnya, apapun yang akan terjadi Zara akan menghadapi nya.


"Jika, mereka tidak bisa menerima ku dan Rangga, Maka aku harus siap hati melepas kak Angga untuk wanita lain... itulah hal terpahit yang mungkin saja akan terjadi nanti. Aku akan berjuang semaksimal yang aku bisa, tapi tetap saja takdir yang menentukan segalanya" ucap Zara menyeka air matanya saat kembali terngiang ngiang kata kata ibunya Angga.


.


.


.


.


.


Kalian jangan bingung ataupun heran ya, kok Zara gak ngenalin suara mamanya Angga. Yahhh mungkin aja ibu marissa itu pas lagi ngobrol sama Zara suaranya di lembut lembutin gitu, pas lagi marah marah suaranya meledak ledak jadi Zara gak bisa bedain.

__ADS_1


Kalau kalian mau kesel, cukup kesel aja sama Bryan koclok itu! tu laki beneran laki bukan sih?! mulute pengen tak cacah cacah opo tak jahit aja biar gak bisa ngomong lagi. Lemezzzz banget mulute kayak cewek! 🥴


__ADS_2