Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Dokter Pribadi


__ADS_3

"Saya bu??" tanya Zara terlihat sama kaget nya dengan Angga


"Heh,, iya,, Awalnya, kita bertemu di rumah sakit Medika waktu kamu tolongin mama, dari situ mama seneng sama kamu dan mama ingin menjodohkan kamu dengan Angga. Tapi Angga menolak untuk di jodohkan sama wanita pilihan mama, karena dia bilang sudah ada calon sendiri. Eh gak taunya orang yang sama! Memang yah, kalau jodoh gak bakal kemana!" ucap mama


Zara dan Angga tersenyum, Zara bahkan sempat sedih ketika mendengar Angga akan di jodohkan oleh wanita pilihan mamanya , tapi siapa sangka jika dia lah wanita itu.


"Sekarang Angga mau ma! Nikah sekarang juga mau!" sahut Angga


"Selesaikan dulu masalah kalian! baru pikirkan kapan menikah!" cetus papa


"Iya pa" Jawab Angga


"Pa, ayo pulang. Kita belum mandi. Malu pa, masak kita begini?!" ucap mama


"Mama baru punya malu? dari tadi malunya kemana ma? main seret seret papa aja, untung masih pake celana pendek, kalau kolor aja gimana coba?!" tanya papa


"Ck! Udah jangan protes aja! ayo pulang!" ucap Mama


"Rangga mau ikut Opa dan Oma gak?" tanya Pak Dermawan


"Iya ikut Oma yuk? Oma punya banyak cookies keju dirumah" ucap Ibu Marissa


"Cookies??" tanya Rangga dengan mata berbinar


"Iya,," jawab Oma


"Mauuuu,,,"


"Ma, Langga ikut oma dan Opa yaaa" ucap Rangga pada Zara


"Iya boleh" jawab Zara


"Yey! makacih ma,,,, Ayo Oma" ucap Rangga berlari ke arah ibu Marissa dan menggenggam tangannya


"Ayo" jawab Ibu Marissa, kemudian mengajak Rangga keluar


Pak Dermawan juga berdiri dan akan menyusul Rangga , tapi langkahnya berhenti dan berbalik menatap Angga dan Zara

__ADS_1


"Papa bawa Rangga, bukan berarti kalian berdua bebas! Awas kalau kalian berbuat mesum!" ucap Dermawan dengan tegas


"Gak lah pa, kecuali Zara yang godain dulu, aku pasti tergo,,,,"


"Aawww sakittttt!" Keluh Angga yang mendapat cubitan di pinggangnya


"Rasain! kalau ngomong suka asal!" cetus Zara


"Kan tadi aku bilang kalau kamu godain duluan, kalau gak ya aman pasti. Kok malah di cubit sih? kan sakit!" Rengek Angga dengan manja.


"Iihhh apa sih kak! malu!" Zara berusaha melepas tangan Angga yang bergelayut manja di lengannya


" Awas kalau kalian buat Adik Rangga sebelum waktunya!! papa pulang dulu!" ucap papa


"Hati hati pa,," ucap Angga


"Iya, Assalamualaikum" ucap papa


"Wa'alaikumsalam" Jawab Angga dan Zara bersamaan


"Kakak ihhh genit banget!" Zara cepat melepas Angga yang terus saja menempel padanya


Huh!


Zara menghela nafas berat,


"Maaf, tapi jangan seperti ini,,, sudah istirahatlah biar cepat sembuh" ucap Zara


"Aku mau istirahat di kamar" jawab Angga


Kemudian Zara berdiri dan membantu Angga untuk berpindah ke kamar. Zara tidak ingin banyak bicara, dia pun segera merebahkan Angga di tempat tidur


"Aku akan masak untuk makan siang, kakak tidurlah" ucap Zara Kemudian akan berdiri namun di tahan Angga


"Tidak usah masak, nanti kita order online saja. kamu rebahan sini temani aku!" Angga menarik Zara hingga membuat setengah tubuhnya sudah terjatuh di atas bantal


"Tidak kak, jangan begitu. Inget kata papa mu!" Ucap Zara mengingatkan

__ADS_1


"Aku tidak akan mesum kalau kamu gak godain aku! aku cuma mau tidur di temenin kamu. Pokoknya kamu harus jadi dokter pribadi ku sampai aku sembuh dan terlihat tampan lagi" ucap Angga


"Ya ampunn,,, Zara juga banyak kerjaan kak, lagian kakak juga dokter,,," jawab Zara


"Kerjaan apa? Kerjaan di rumah sakit? nanti biar di gantikan dokter Zia. Ngurus Rangga? biar papa dan mama yang mengurus Rangga. Pasti mereka berdua sangat senang, dan tugas kamu hanya ngurus aku sampai sembuh. Paham sampai disini?" tanya Angga menatap Zara dengan tatapan serius


Zara menghela nafas, protes lagi juga percuma


"Terserah, sekarang tidurlah!" jawab Zara


"Ikutlah berbaring, aku tidak akan berbuat macam macam" ucap Angga.


Zara akhirnya merebahkan diri nya di samping Angga, tapi dia terus waspada, takut saja jika tiba tiba Angga menyerang nya. Sedang Angga terlihat senang, dia tersenyum karena dia bisa menatap Zara dengan begitu dekat.


"Jangan menatap ku terus, cepat tidur kak!" cetus Zara


"Aku takut kalau aku tidur kamu akan pergi meninggalkan aku" jawab Angga


"Tidak, Zara akan disini" jawab Zara


"Beneran? kamu gak bohong kan?" tanya Angga


"Iya, cepat tidur luka mu cepat sembuh" jawab Zara


Angga masih belum mau menutup matanya, dia masih menatap Zara, menatap wanita yang begitu dia cintai. Wanita yang sudah melahirkan buah cinta mereka berdua. Dia ingin segera menikahi wanita itu.


"Kaaakkk,,, cepat tidur!" ucap Zara menatap tajam pada pria yang sejak tadi terus menatapnya


"Ciuman yuk?"


.


.


.


.

__ADS_1


.


Ayok! siniiiiii Ngga sama aku aja 🤪


__ADS_2