
"Aunty napa diem aja? caliawan ya?" tanya Rangga menatap Liora yang sejak tadi hanya diam tak bicara. Rangga tidak tau saja jika saat ini Aunty nya sedang menahan debaran jantungnya yang semakin menggila. Liora mendelik saat Rangga menyerangnya....
Liora tersenyum kikuk saat semua orang melihat kearahnya.
"Kenapa bocil ini harus duduk di dekatku ya Allah!" batin Liora
"Oh iya bu, ini kami membawa sedikit buah tangan untuk Liora dan keluarga semua" ucap Ibu Mira baru teringat jika dia sudah menyiapkan banyak buah tangan. Untuk saja dia sudah persiapan, jika dia datang kerumah itu tanpa membawa apa apa, dia akan sangat malu. Lalu Ibu Mira dan pak Bayu meletakkan seabrek bingkisan diatas meja
"Ya Ampun,,, repot repot sekali bu Mira,, ini cuma makan malam loh, bukan lamaran" kekeh ibu Marissa
"Walah kami pikir awalnya mau langsung lamaran,," jawab Ibu Mira
"Soal lamaran bisa kita bicarakan nanti bu, masih banyak waktu. Yang penting keluarga sama sama saling kenal." jawab Ibu Marissa
"Iya betul bu,,saya setuju" jawab Ibu Mira. Kemudian Ibu Mira mengajak semua orang untuk makan malam bersama.
"Tapi ini Liora gak bisa masak loh Zal, masakannya selalu keasinan" cetus pak Dermawan sambil tersenyum
"Papa,,,, bikin malu ih" sahut Liora merasa sangat malu didepan keluarga Rizal
"Masih banyak waktu pak untuk belajar masak. Kalau masih gak bisa masak, ya saya tetep terima pak, soalnya saya cari istri bukan juru masak" jawab Rizal
" Bisa aja kamu!" Cetus Angga
Makan malam berjalan dengan lancar, keluarga sepakat untuk memberi waktu Liora dan Rizal agar saling mengenal lebih dulu. Setelah makan malam selesai, keluarga Rizal pun pamit pulang, tentu pulang bukan dengan tangan kosong, Ibu Marissa memberikan bingkisan untuk keluarga Rizal.
"Om lijal udah gak tegang lagi?" ucap Rangga
Terlihat Rizal menahan nafas saat Rangga bertanya padanya
"Rangga,,,, seneng banget sih gangguin Om Rizal nak" ucap Zara menarik putranya
"Langga cuma beltanya mama" jawab Rangga
"Maafkan Rangga ya Rizal,, " ucap Zara
"Gak papa dokter" jawab Rizal
Lalu Rizal pamit pulang bersama keluarganya.
__ADS_1
**
Semenjak malam itu, hubungan Liora dan Rizal semakin dekat saja. Restu keluarga sudah di depan mata, membuat Rizal semakin bersemangat untuk mengikat hati liora. Dan semenjak tau jika Rizal berpacaran dengan anak pemilik rumah sakit tempatnya magang, Syifa tidak berani lagi muncul di hadapan Liora ataupun Rizal. Jika hampir berpapasan, Syifa memilih untuk mencari jalan lain atau bersembunyi.
Rizal baru sampai di rumah sakit setelah tadi ke kampus untuk menyelesaikan berkas berkas syarat wisuda. Setelah mendapatkan ijazahnya, Rizal akan bekerja di rumah sakit Tri Medika pusat. Pagi dia masih menjadi asissten Dokter Faisal dan sore hingga malam, Rizal akan menjadi dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menggantikan Dokter Zara.
Jam Magang Liora sudah selesai, saat Rizal akan menjemput pujaan hatinya di ruang praktek dokter Rahayu, malah mereka sudah bertemu di lorong rumah sakit dan Liora tidak sendiri, dia sudah bersama Rangga.
"Om Lijaal" Ucap Rangga dengan tersenyum amat manis
"Hay,," jawabnya menatap Liora dan Rangga bergantian
"Rangga mau ikut pulang kita" ucap Liora
"Iya gak papa,, ayo pulang" jawab Rizal
"Omty,,,, boleh gak kita mampil ke mall? udah lama langga gak jalan ke mall main ke timecone" ucap Rangga sambil merengek pada Om dan Auntynya. Sekarang Rangga punya panggilan sendiri untuk keduanya. Dia singkat saja Om dan Aunty menjadi 'Omty'
"Ke mall ya? tapi, izin dulu sama mama papa, nanti kalau pulang telat, Om dan Aunty yang kena marah" jawab Rizal
"Om tenang aja! Langga akan telpon mama" ucap Rangga.
Karena bocil itu tidak memiliki ponsel, jadi Rangga meminta Liora untuk menelfon mamanya. Jika menelfon papa tidak akan di angkat karena papa Angga sedang berada di ruang operasi. Lalu Liora menelfon Zara dan Rangga sendiri yang meminta izin pada mamanya
"Boleh, tapi pulangnya jangan kesorean ya, papa pulang jam 5 nanti. Pokoknya sebelum papa sampai dirumah kalian harus sudah pulang" jawab Zara dari sambungan telfon
"Ciaaaapp mama, makacih mama. Jangan lupa mama tlanpel Onty ya ma buat beli koin" ucap Rangga
"Iya iya,, nanti mama transfer" jawab Zara
Setelah mendapat izin dari mama Zara, Rizal, Liora dan Rangga langsung tancap gas menuju ke mall untuk bermain.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka sudah sampai di sebuah mall terbesar di pusat kota. Ketiganya lalu turun dan akan berjalan masuk kedalam mall
"Liora,,"
Baru saja memasuki pintu masuk mall, Reno yang sejak tadi mengikuti mereka ketika melihat Liora di lampu merah menghentikan langkah mereka
"Reno?! ngapain manggil manggil?!" cetus Liora terdengar sangat ketus
__ADS_1
"Aku tadi lihat kamu, jadi aku nyusulin kamu" ucap Reno
"Buat apa? kita gak punya urusan apa apa!" jawab Liora
"Aku mau minta maaf Ly sama kamu, aku pengen kita balikan kayak dulu" ucap Reno
"Basi!" sahut Liora
"Aku udah gak kayak dulu Liora,,," ucap Reno akan meraih tangan Liora namun Liora menghindar dengan merangkul lengan Rizal.
"Ayo kak kita pergi" ucap Liora malas meladeni Reno yang tidak tau malu
"Liora, dia siapa? kenapa kamu mau maunya di bonceng naik motor sama tukang ojek ini, panas panasan kayak gini?!" tanya Reno
Liora tersenyum miring mendengar ucapan Reno
"Siapa yang tukang ojek?! kenalin ini Rizal suamiku, dan ini Rangga anakku! puas kamu!" sungut Liora
Bukan hanya Reno yang kaget, tapi Rangga dan Rizal juga kaget tapi gak sampai menganga.
"Yang bener kamu?! tapi,,," ucap Reno terputus
"Aduhhh,, ciapa cih om celewet ini?! tayak dak puna malu! gak dengel ya kupingnya!!" Rangga sudah sangat kesal karena pria di depannya itu waktunya untuk bermain akan berkurang.
"Jangan ganggu Liora lagi, dia sudah menjadi milikku! lebih baik kau pergi dan cari wanita lain saja!" ucap Rizal menatap Reno dengan sangat tajam
"Ayo sayang kita pergi!" Kemudian Rizal merangkul bahu Liora dan menggandeng tangan mungil Rangga dan mengajaknya pergi dari hadapan Reno.
"Liora,," katanya lirih
Dulu Reno merasa tertampar oleh kata kata Angga yang mengatakan dirinya hanya sebagai benalu bagi adiknya. Tapi memang begitu kenyataannya. Dan semenjak hari itu, Reno berniat untuk mengumpulkan banyak uang agar dia tidak di rendahkan lagi oleh orang lain. Namun caranya terbilang salah, karena jalan yang di ambil adalah sebagai simpanaaan tante tante kaya agar mendapatkan uang dengan cepat, setelah uangnya banyak dia akan mengejar Liora lagi. Siapa yang rela melepaskan tambang emas yang sudah jelas ada di depan mata.
Tapi harapannya harus pupus setelah tau Liora sudah menikah dan memiliki anak.
.
.
.
__ADS_1
.
Ya ampun Reno Reni, udah lah sono balik ke mami mamian mu aja , gak usah ganggu Omty nya Rangga lagi! bikin sepet mata tau gak! 🥴