Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Tidak Pernah Tulus


__ADS_3

Liora, Rangga, Pak Dermawan dan Ibu Marissa tengah menikmati makan siang mereka di meja makan.


"Aunty, mau ayam itu" ucap Rangga


"Iya,,, aunty ambilkan,," Lalu liora mengambilkan ayam goreng untuk Rangga


"Liora, apa kamu jadi akan magang di rumah sakit kita?" tanya pak Dermawan


"Jadi pa, pihak kampus juga sudah menyetujui, suratnya baru di kirim hari ini" jawab Liora


"Jadi kamu akan lama dirumah dong,, iihh senengnya mama..." sahut ibu Merissa


"Sebulan ma, setelah itu Liora balik lagi ke Jerman" jawab Liora


"Aunty, jelman itu dimana?" tanya Rangga


"Jerman itu adalah sebuah negara yang ada di luar negeri" jawab Liora berharap Rangga akan mengerti


"Lual negeli? Rangga tidak tau. Langga belum pelnah ke lual negeli" jawab Rangga lalu menggigit ayam gorengnya


"Jerman itu sangat jauh sayang, nanti kalau Rangga sudah besar, Rangga cita citanya mau jadi apa?" tanya ibu Marissa


Rangga terlihat sedang berfikir sambil terus mengunyah. Setelah menelan daging ayamnya, Rangga baru angkat bicara


"Doktel cepetli papa dan mama" Jawab Rangga


"Dokter apa?" tanya Liora


"Ya doktel aja aunty, memangnya doktel ada belapa?" tanya Rangga


"Banyak macamnya, nanti kalau Rangga sudah besar, pasti Rangga akan tau" jawab Liora


"Opa, apa langga boleh cekolah?" tanya Rangga


"Rangga pengen sekolah?" tanya Pak Dermawan


"Iya, tapi cekolahnya haluc cama cepelti jahmin" jawab Rangga.


"Jasmin?" Tanya pak Dermawan

__ADS_1


"Ya opa" jawab Rangga dengan tersenyum, bahkan pipinya sudah semakin memerah.


"Siapa Jasmin pa?" tanya Liora


"Anaknya teman kakakmu, dulu Rangga sering bermain bersama dia dan kakak kakaknya" jawab Pak Dermawan


"Ck! kecil kecil udah genit kamu yahhhh!" Liora gemasss dan mencubit pipi merah keponakannnya itu.


"Auntyyyyy! nanti Langga lapolin Om Lijal !" sungut Rangga merasa pipinya sedikit sakit


"Eh! apa tadi? om rizal?! siapa?" tanya Ibu Marissa


"Bukan siapa siapa ma,,," sahut Liora


Sedang pak Dermawan terlihat senyum saja


"Rizal siapa?" tanya Ibu Marissa semakin penasaran


"Pemuda yang menemukan dompetnya Liora ma, Calon dokter lagi" sahut papa


"Kok mama gak tau?" tanya Ibu Marissa


"Kemarin mama di belakang. Tapi kayaknya dia lebih baik dari emm siapa yang pernah nganter kamu pulang dulu,,," pak Dermawan mencoba mengingat ingat pemuda yang dulu pernah mengantar pulang Liora dengan motor


"Apa sih pa! tidak perlu di bahas lagi. Toh orangnya juga sudah tidak ada lagi!" jawab Liora.


Di rumah sakit,,,


"Kita makan siang dirumah sama Rangga ya pap?" tanya Zara


"Boleh,, ayo pulang" Angga meraih kunci mobil dan juga ponselnya, Lalu Angga membuka pintu untuk Zara dan betapa terkejutnya Zara juga Angga saat melihat Bryan sudah berdiri di depan pintu ruangannya.


"Bryan?!" Batin Zara


Bryan terlihat terkejut karena di sana juga ada Zara bukan Angga sendiri.


Angga terlihat santai saja, dia sudah memprediksi Bryan akan kembali, dan sebelumnya Angga sudah memerintahkan pegawai administrasi untuk mengatakan jika Bryan ingin papanya di operasi, maka dia harus menemui Angga lebih dulu. Lihatlah sekarang, pria Angkuh itu benar benar berada di depan rungan Dokter Angga


"Ada apa?! kenapa menghalangi jalan kami?!" cetus Zara lebih dulu membuka suara. Sangat terlihat ketidaksukaannya pada mantan suaminya itu

__ADS_1


"Aku,, ingin bicara denganmu" Ucap Bryan menatap Angga


"Untuk apa lagi? bukan kah urusan kita sudah selesai?" jawab Angga terdengar sangat dingin


"Aku ingin bicara" ucap Bryan


"Bicara di sini saja" sahut Zara


Angga tidak berkata, namun dia menarik lengan istrinya untuk kembali masuk ke dalam ruang kerjanya, tentu Bryan juga ikut masuk dan menutup pintu ruangan itu.


"Katakan, apa yang ingin kau bicarakan?!" ucap Angga tanpa ingin basa basi


"Aku minta , kamu untuk mengoperasi papa ku" jawab Bryan langsung pada intinya


"Bukan kamu tidak setuju dan mau mencari rumah sakit dan juga dokter yang lebih baik dari rumah sakit ini. Lalu kenapa sekarang kamu kembali?! apa kamu pikir, aku akan mau melakukannya setelah apa yang kamu lakukan pada Zara dan anak kami?!" ucap Angga dan Bryan langsung terdiam


"Aku,, minta maaf" ucap Bryan sudah merasa harga dirinya runtuh. Namun semua dia lakukan demi keselamatan papa nya


"Mudah sekali mengatakan maaf, tapi hatimu tidak pernah tulus untuk meminta maaf! apa kamu pikir aku tidak tau apa yang kamu lakukan selama di rumah sakit ini?! kamu kan yang sudah menyebar berita tentangku! kamu ingin merusak reputasi ku! iya kan?!" teriak Zara


"Bukan aku, tapi Jane, aku hanya bercerita dengannya dan dia yang menyebarkan berita itu ke semua orang!" jawab Bryan


"Cih! kalian berdua sama saja! sebenarnya apa salahku pada kalian?! aku tidak pernah mengusik kehidupan kalian, tapi kalian? selalu saja mengusik kehidupan keluarga ku! " ucap Zara


Bryan menatap Zara yang saat itu menatapnya dengan penuh kebencian. Kondisi ini akan semakin sulit untuk dia bisa membujuk dokter Angga.


"Aku benar benar minta maaf Zara, dan aku berjanji, setelah ini aku tidak akan mengganggu kehidupanmu lagi" ucap Bryan


Zara membuang muka, dia tidak akan percaya begitu saja dengan ucapan Bryan.


"Andai maaf bisa mengembalikan semua keadaan! mungkin aku bisa memaafkan mu!" sungut Zara


"Aku harus bagaimana supaya kamu percaya jika aku benar benar ingin meminta maaf?!" tanya Bryan


"Aku akan pertimbangkan untuk mengoperasi papamu, tapi dengan satu syarat, kamu harus mengucapkan permohonan maaf itu di depan semua orang atas apa yang sudah kamu lakukan pada Zara" Ucap Angga dan Bryan dibuat tercengang.


"Apa tidak ada cara lain?!" tanya Bryan


"Tidak ada!" Jawab Angga dengan cepat

__ADS_1


Bryan langsung berfikir, jika dirinya menyetujui, tentu harga dirinya sudah seperti tidak ada lagi. Bukan lagi di hadapan Zara dan Angga tapi di depan semua orang yang ada dirumah sakit itu.


"Baik, akan aku lakukan" jawab pria itu


__ADS_2