
Rizal benar benar tidak menyangka jika sekarang dia sudah menyandang status suami Liora. Padahal belum ada bayangan di benaknya kapan dan dimana dia akan mengucapkan janji suci untuk meminang kekasih yang dia cinta. Tapi, apa hari ini?
"Pak, apa ini semua mimpi?" Rizal bertanya pada mertuanya setelah ijab qobul itu terlaksana.
Pak Dermawan tersenyum melihat mantunya yang sepertinya masih belum percaya 100% jika semua ini nyata.
Plak!
Rizal terkejut bukan main saat mendapat geplakan cukup keras di lengannya dan pelakunya adalah pak Bayu
"Astagfirullah! sakit pa!" ucap Rizal benar benar kaget dan sedikit merasa panas di lengannya
"Sakit?! jadi ini nyata apa mimpi?!" pak Bayu menatap Rizal dengan serius
"Jadi beneran ya?" tanya Rizal lagi
"Biar bener bener nyata, silahkan di tanda tangani ini buku nikahnya. Nanti untuk pengantin wanitanya menyusul saja tidak papa" ucap pak penghulu
Rizal melihat buku nikah suami dan Istri, disana sudah terpasang fotonya dan liora
"Ini foto dari mana?" gumam Rizal
"Dari CV kerja" kekeh Angga
"Hah?!" Rizal terkaget
Semua orang tertawa saat mendengar guyonan Angga. Padahal foto itu di ambl pak Bayu dari berkas berkas Rizal dirumah. Acara ijab qabul selesai, dan kini Rizal butuh penjelasan. Sebelum itu pak penghulu pamit pulang lebih dulu nanti penyelesaian berkas nikah, pak penghulu akan datang lagi ke rumah pak Dermawan.
"Maaf pak, saya benar benar merasa masih percaya dan tidak percaya jika hari ini saya sudah menikah dengan Liora. Saya bingung, kenapa ada papa saya, Om Kadir dan pak penghulu. Apa semua ini sudah di rencanakan sebelumnya?" tanya Rizal
"Tentu sudah di rencanakan jauh jauh hari!" Jawab pak Dermawan
"Iya itu karena kami takut kalian berdua kebablasan!" sungut pak Bayu dengan memasang wajah masam kepada putranya
Rizal langsung kicep tanpa bisa berkata apa apa, dalam hati dia mengakui jika dia juga salah karena turut terlena saat Liora terus menggodanya. Bagaimana tidak tergoda jika memiliki kekasih yang cantik dan tersus terusan menempelinya.
"Sudah sudah yang penting sudah sah. Sekarang kita lanjutkan acara selanjutnya" ucap Pak Dermawan
"Acara apa pak?"tanya Rizal bingung
__ADS_1
"Tugas kamu sekarang jemput Liora pulang kerumah, karena di rumah sudah di persiapkan acara syukuran kecil kecilan untuk kalian berdua" jawab pak Dermawan
"Ingat, jangan bilang dulu pada Liora sampai dia sampai dirumah. Dan nanti bawa Liora ke salon dulu sebelum pulang kerumah" ucap Angga
Rizal mengangguk tanda mengerti, kemudian Rizal pamit untuk menjemput Liora, sedangkan pak Dermawan, Angga, pak Bayu dan pamannya bergegas pergi dari rumah sakit dan pulang kerumah pak Dermawan. Dirumah besar itu sudah di persiapkan acara pesta kecil kecilan untuk menyambut pengantin baru nanti.
Sungguh sulit di lukiskan betapa bahagia nya hati Rizal sekarang. Impiannya untuk menikahi gadis yang dia cintai benar benar sudah tercapai. Sekarang tinggal dia dan Liora menata masa depan mereka dalam bahtera rumah tangga. Berharap kebahagiaan terus membersamai mereka meski di tengah kehidupan pasti akan ada cobaan.
Sementara Rizal menjeput Liora, Dirumah besar pak Dermawan sudah terlihat ramai sejak pagi. Semua sudah dipersiapkan dengan matang, bahkan sama sekali tidak meninggalkan rasa curiga bagi Liora. Pesiapan tenda, Catering, dekorasi dan lain lain langsung di persiapkan setelah Rizal menjemput Liora dan mengantarkannya ke rumah sakit seperti biasa.
"Ulla udah tantik lom?" tanya Azzura kepada kakak nya
"Ya tantik" jawab Azzam
Azzura terkekeh saat sang kakak memuji dirinya cantik. Gadis kecil itu sudah bersiap dengan memakai gaun yang sewarna dengan sang mama dan oma Marissa. Sedangkan Azzam dan Rangga memakai pakaian yang senada dengan papanya dan Opa nya nanti.
Zara terlihat berjalan kesana kemari memastikan semuanya sudah siap dan tidak ada yang terlewat, sementara Ibu Marissa sedang menemani besannya di depan bersama kelaurga lainnya.
**
Rizal baru saja sampai di rumah sakit Tri Medika Cabang. Pemuda yang baru menyandang status suami itu segera turun dan akan menghampiri istrinya yang pasti sedang berada di ruang kerjanya karena saat itu jam masih menunjukkan jam kerja dr. Liora.
"Dokter?!" ucap suster dengan wajah terkejut
"dr. Liora ada?" tanya Rizal
"Ada dok," Kemudian Suster membuka pintu ruangan Liora dan mempersilahkan Rizal untuk masuk kedalam. Rizal mengucapkan salam dan Liora menjawabnya
"Loh kak Rizal?" ucap Liora dengan wajah kaget saat melihat Rizal sudah berada di rumah sakit itu padahal waktu baru menunjukkan pukul 10 lewat
"Lagi sibuk ya?" tanya Rizal saat menghampiri Liora. Rasanya, Rizal ingin sekali menerjang Liora dan melahap bibir manis yang kerap meresahkan imannya itu. Tapi Rizal masih waras dan ingat tugas dia hanya menjemput Liora dan membawanya pulang kerumah. Catet!
"Gak juga, tadi habis nangani pasien. Gimana? kok tumben jam segini udah kesini? oh iya gimana tadi ujiannya? lulus kan??" tanya Liora bertubi tubi
"Nanti aja ceritanya, sekarang kita pulang yuk" Wajah Rizal terlihat biasa saja, tidak terlihat senang tidak juga terlihat sedih sehingga membuat Liora tidak bisa membaca mimik wajah kekasihnya itu
"Kenapa? gagal ya?" tanya Liora kemudian membereskan barang barangnya
"Ceritanya panjang, butuh waktu banyak buat ceritain semuanya dari awal. Ayo pulang" ucap Rizal kemudian menggandeng tangan istrinya
__ADS_1
Liora tampak bingung, tidak biasanya Rizal mengajaknya pulang di saat jam kerja. Tapi dari sikap dan cara bicara Rizal, sepertinya sudah terjadi sesuatu yang serius tadi pagi.
Sampai di parkiran, keduanya langsung masuk kedalam mobil dan kemudian Rizal menajalankan mobilnya.
"Kak,, sebenernya ada apa? ujian tadi gagal?" tanya Liora sangat penasaran
"Semua diluar ekspektasi, yang kakak pelajari semuanya gak ada yang keluar!" jawab Rizal
"Hah?! bener bener kak Angga! awas aja nanti sampai dirumah! aku bakal protes sama dia!" sungut Liora menggebu gebu
Rizal diam padahal dia ingin sekali tertawa melihat kemarahan istrinya. Liora terus saja mengomeli Angga meski kakaknya itu tidak ada di depannya
"Haciiim!" Angga bersin saat sedang dalam perjalanan kerumah
"Pilek kamu?" tanya pak Dermawan
"Hidung Angga gatel pa, mungkin ada yang lagi ngomongin Angga!" kekeh Angga
"Ada ada aja kamu!" pak Dermawan menggeleng gelengkan kepala karena jawaban Angga tidak masuk akal.
Kembali ke dalam mobil Liora,,,
"Jadi kita gak bisa kawin? kan kakak gak di lulusin sama kak Angga?! memang apa sih pertanyaannya?! kok sampai kakak gak lulus gini? memangnya sulit?!" tanya Liora
Liora kaget saat Rizal malah memasuki kawasan salon kecantikan yang cukup terkenal, kemudian Rizal memarkirkan mobil Liora di tempat semestinya
"Loh kenapa kita berhenti disini kak? katanya mau pula,,,," ucapan Liora terputus saat bibirnya yang sejak tadi mengomel sudah di tabrak dan di bungkam dengan sesapan yang cukup kuat. Bahkan Liora sampai terkejut!
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Noh langsun di bungkam biar diem! ngoceh terus sih! 🤣