
Jam makan siang,,,
Zara dan Angga berjalan beriringan menuju ke ruangan dokter magang, keduanya akan mengajak Rangga dan Liora untuk pulang dan makan bersama keluarga. Sepanjang perjalanan, Angga menggandeng tangan Zara, tanpa peduli banyak orang yang melihat mereka, toh mereka semua juga sudah tau beritanya
"Kak, lepasin tangan Zara,, malu di lihat banyak orang" ucap Zara merasa malu menjadi pusat perhatian
"Tidak perlu malu, semua juga sudah tau" jawab Angga semakin mengeratkan genggaman tangannya, bahkan dokter tampan itu tersenyum disaat istrinya merasakan malu dilihat banyak orang
Sampai di depan ruangan dokter magang, Angga membuka pintu ruangan itu dan melihat Liora yang sedang duduk di meja kerjanya sedang di kursi lain ada rangga dan Rizal sedang bermain.
"Papa, Mama" Ucap Rangga saat melihat papa dan mama nya berada di depan pintu
"Sayang, ayo kita pulang, kita makan siang bareng Opa dan Oma" ucap Zara pada putranya. Lalu Angga dan Zara masuk kedalam
"Iya ma,, langga belecin dulu" ucap Rangga membereskan kertas kertas di depan nya
"Gambar apa?" tanya Zara melihat kertas di atas meja,
"Hewan ma, Om Lijal sangat pandai menggambal ma" ucap Rangga menunjukkan gambar Rizal, pemuda itu menggambar 2 kucing dan yang membuat Zara membulat kaget adalah kucing itu di beri tulisan Rizal dan Liora. Setelah itu Zara terlihat menahan senyum dan sedikit melirik ke arah Rizal yang terlihat tegang. Bagaimana tidak tegang karena Rizal menggambarnya dengan pena, maka tidak akan bisa hilang.
"Ayo kita pulang, Liora kamu juga ikut pulang kan?" tanya Angga
"Aku makan siang di kantin aja kak, Soalnya nanti jam 1 Liora ketemu dokter Rahayu" ucap Liora
"Ohh ya sudah" jawab Angga
"Aunty mau makan ciang cama Om lijal ya kan Om?" ucap Rangga pada Rizal, kini Rizal dibuat gelagepan karena Angga dan Zara sama sama menatap kaget ke arahnya. Tiba tiba tenggorokan Rizal terasa berduri, mau bicara pun terasa sulit. Sedangkan Liora membulat kaget
"Apa benar?" tanya Zara pada Rizal
Wajah Rizal terlihat sangat tegang, sedang Rangga terkekeh kecil, menutup mulutnya agar tidak bersuara. Bocah itu sangat jahil, senang sekali mengganggu Rizal
"I,,iya kalau boleh" Jawab Rizal dengan terbata, wajahnya pun kian pucat saat Angga menatapnya tajam
"Ohh,, ya sudah kalau begitu, Ayo sayang kita pulang. Oma dan Opa pasti sudah menunggu. Ayo pap, pulang pap" Ucap Zara menarik Rangga dan Angga segera keluar setelah Zara melihat tatapan tajam Angga terarah pada Rizal. Angga tak berkutik, Dia pun tertarik keluar bersama putranya.
"Tapi mam, itu Liora,,"
"Udah,, biarkan saja,, kan cuma makan siang bersama. Kayak gak pernah muda aja ih si papa" cetus Zara
"Hihihihi" Rangga terkekeh saja mendengar mama nya mengomeli papanya
"Tapi Liora,,"
__ADS_1
"kalau Protes terus, nanti malam papa tidur di kamar Rangga!" Bisik Zara membuat Angga langsung diam, dia tidak akan mau tidur tanpa memeluk Zara. Apalagi kehilangan jatah malam jumat, Oh dia tidak akan mau melewatkan itu.
Tidak ingin tidur sendiri, Angga mengikuti Zara dan Rangga, kedua orang tua muda itu menggandeng tangan putranya dan berjalan bersama.
Sementara itu di dalam ruangan dokter magang, terjadi kebisuan diantara Liora dan Rizal. Keduanya terlihat canggung, bahkan bingung mau bagaimana. Rizal merasa tidak enak pada Liora
"Ly,,, em,,, apa mau makan siang bersamaku?" tanya Rizal dengan sangat gugup, bahkan wajahnya sudah pucat pasih karena mengajak Liora makan siang
"Um,, boleh" Jawab Liora sambil mengangguk
Rizal sedikit bisa bernafas, setelah Liora menjawab 'boleh', padahal dia sangat takut di tolak
"Kalau begitu,, ayo kita ke kantin" ucap Rizal
"Oke" Jawab Liora
Lalu kedua anak muda itu beranjak dari tempat duduk mereka, keluar dari ruangan itu bergantian. Sangking canggungnya, Rizal mengambil jarak 2 meter dari Liora saat berjalan menuju ke kantin rumah sakit.
" Kok jauhan gini sih?!" batin Liora melirik sedikit ke arah Rizal
"Ya Allah, tolong tenangin sedikit jantung ini, berasa jantungan terus ini mah" batin Rizal, pemuda itu bahkan mengambil sapu tangan di kantong celananya dan mengusap keringat di keningnya.
Sampai di kantin mereka mencari tempat duduk dan memilih menu makanan yang ada di daftar menu
"Apa saja" Jawab Rizal jadi bingung mau makan apa
"Disini gak ada menu apa saja, " jawab Liora dengan tersenyum kecil, Melihat senyum itu, membuat Rizal makin deg degan tak karuan
"Oh iya yah,, Ayam geprek aja sama es jeruk" jawab Rizal
"Oke" Jawab Liora lalu menulis makanan dan minuman yang Rizal dan dirinya pesan. Setelah itu Liora memanggil pelayan dan memberikan kertas pesanan mereka.
Tak jauh dari mereka duduk, beberapa pegawai yang melihat keduanya tampak berbisik bisik
"Itu bukannya Adiknya dokter Angga ya?"
"Iya, dokter magang di rumah sakit ini"
"Kabarnya, kuliah di luar Negeri. Berkelas banget kan?!"
"Iya keren, mana cantik gitu"
"Eh itu bukannya, OB baru di rumah sakit ini?"
__ADS_1
"Iya, kok bisa makan bareng sama adiknya dokter Angga?!"
"Kok dia mau ya makan bareng sama OB?"
Rizal yang sedikit mendengar perbincangan itu pun semakin merasa minder
"Ly,,, "
"Ada apa kak?"
"Makan siangnya di bungkus aja ya, kamu makan di ruangan aja ya, aku akan makan di pantry" ucap Rizal
"Loh kenapa? udah di pesen makan disini" ucap Liora bingung
"Aku hanya tidak ingin, membuat kamu malu karena makan bareng OB kayak aku" ucap Rizal
"Malu?"
"Enggak, Aku gak ngerasa malu. Udah lah, gak usah dengerin omongan orang. Gak penting" jawab Liora
"Tapi,,"
"Udah gak usah tapi tapi, duduk dan tunggu makanan datang!" ucap Liora menatap Rizal dengan bicara ketus,
"Aku hanya tidak ingin kamu malu liora" Batin Rizal
Beberapa menit kemudian makanan yang mereka pesan sudah datang, Liora lebih dulu mengambil pesanannya sedang Rizal setelahnya
"Ayo makan kak, sebentar lagi Zuhur" ucap Liora seolah tidak mendengar dan tidak peduli ucapan orang orang yang membicarakan mereka.
"Iya" Jawab Rizal, Rizal melihat Liora bersikap biasa saja, dan dia pun mencoba bersikap seperti liora. Namun ternyata masih tidak bisa karena dia sangat sadar diri, dia dan Liora itu berbeda. Bagai langit dan bumi yang tidak akan mungkin bersatu.
.
.
.
.
.
Cinta itu buta, gak bisa lihat tapi cuma bisa di rasa 😀
__ADS_1
Bener gak sih?!