
Liora dan Rizal benar benar menghabiskan waktu seminggu di Lombok. Tidak ada aktifitas lain yang lebih menyenangkan selama disana selain penyatuan dan penyatuan. Jangan di tanya, keduanya tentu sudah lihai karena selama seminggu ini mereka habiskan dengan menjajal berbagai gaya untuk mencapai puncak nirwana.
Sebelum keduanya pulang, Liora dan Rizal menyempatkan satu hari untuk berburu oleh oleh untuk keluarga mereka. Setelah semuanya cukup, maka mereka berdua memutuskan untuk pulang.
Keduanya saat ini baru saja sampai di depan rumah keluarga pak Dermawan dan langsung di sambut oleh 3 keponakan mereka yang menggemaskan. Tentu ketiganya sedang menunggu oleh oleh dari Omtynya.
"Om Ijaaaal!" teriak Azzura saat melihat Rizal dan Liora masuk rumah.
"Hai sayang,, uuhh kangen deh sama Ulla" ucap Rizal mengusak rambut azzura saat gadis kecil itu menabrak dirinya dan memeluknya dengan erat
"Ulla uga tanen" jawab Azzura
"Mana oleh olehnya Aunty?" tanya Rangga
"Ada, itu di dalam mobil. Pak tolong barang barang kami di bawa masuk ya" ucap Liora pada pelayan keluarganya
"Baik Nona"
Kemudian Keluarga yang lain keluar, saat mendengar Liora dan Rizal baru saja sampai dirumah. Lalu pengantin baru itu menyapa keluarga lainnya.
"Gimana honeymoon kalian? menyenangkan kan?!" tanya Ibu Marissa
"Jelass menyenangkan, soalnya gak ada yang ganggu!" jawab Liora melirik ketiga ponakannya yang sedang asyik membongkar oleh oleh untuk mereka
"Enak bener seminggu libur, rumah sakit di abaikan!" ucap Angga saat baru saja sampai di depan
"Ya ampunnn kak,,, iya iya setelah ini kami kerja!" sungut Liora
"Udah kalian istirahat saja, pasti capek kan? gak usah dengerin kakak kalian. Sudah sana masuk" ucap Zara memberi pembelaan pada Liora dan Rizal
Keduanya kemudian berpamitan untuk masuk kedalam dan beristirahat di kamar mereka. Rancana mereka berdua, Liora dan Rizal akan pindah ke rumah baru setelah acara ngunduh mantu.
__ADS_1
...........
Acara ngunduh mantu di rumah Rizal,
Semua keluarga, dan tetangga berkumpul di rumah keluarga pak Bayu untuk mempersiapkan acara ngunduh mantu yang akan di adakan hari ini. Dirumah itu terlihat sudah sangat ramai, tamu undangan juga sudah berdatangan sedang rombongan pengantin masih berada di jalan menuju ke rumah mertua Rizal.
Rekan rekan kerja papa, mama dan juga teman teman Rizal juga ada di bawah tenda biru yang ada di halaman rumah Rizal.
Tepat pukul 10.00 waktu setempat, mobil iring iringan pengantin pun sudah sampai di parkiran yang di siapkan oleh pihak keluarga Rizal. Kemudian kedua mempelai dan juga keluarga lainnya turun dari mobil dan bersiap untuk memasuki tenda acara. Sedang tak jauh dari rombongan pengantin, pihak mertua Liora sudah menunggu di depan dengan iring iringan hadroh dari tempat mereka. Kemudian Rizal, Liora dan keluarganya berjalan bersama dan di sambut oleh keluarga Rizal.
"Selamat datang mantu mama,," ucap mama Rizal dengan penuh rasa bahagia. Akhirnya dia bisa memberi tahu seluruh para tamu terutama keluarga Syifa, jika Rizal mendapatkan istri yang cantik, dan berpendidikan jauh dari Syifa. Mama Rizal merasa sakit hati karena ucapan Ibu Rianti yang menyebarkan berita hoax, jika Liora hamil lebih dulu, maka pernikahan mereka di percepat.
Liora tersenyum saat di sabut dengan suka cinta oleh keluarga suaminya. Lalu mereka semua memasuki tenda biru yang sudah di penuhi oleh keluarga dan tamu undangan.
"Itu ya istrinya Rizal? cantik ya!"
"Iya, cantik banget. Jauh banget sama mantan nya dulu, apalagi sama perawat yang katanya pernah di jodohi sama Rizal"
"Itu dokter juga loh, aku pernah ketemu di rumah sakit pas anakku sakit kulit!"
"Itu lihat aja keponakannya gemesin gitu..."
"La itu kakak ipar Rizal lihat aja, kinclong gitu, kakaknya juga ganteng gitu. gimana anak anaknya gak kinyis kinyis?!"
"Kira kira istri Rizal punya adik laki laki gak yah? mau tak jodohin sama anakku hihihi"
Obrolan para tetangga dan tamu undangan sangat terdengar jelas di telinga Ibu Rianti. Ingin sekali dia menyumpal mulut ibu ibu itu karena sudah berani membandingkan anaknya Syifa dengan Liora.
"Jelas masih baik Syifa kemana mana!" ibu Rianti membatin.
"Kalau gak karena pak kepala Dinas hadir disini, aku gak akan sudi datang kesini!"
__ADS_1
Setelah kedua mempelai duduk di pelaminan, acara ngunduh mantu itu langsung di mulai.
Sejak kedua mempelai itu datang, Ibu Rianti menatap mereka dengan tatapan sinis
"Gak nyesel jeng, gak jadi besanan sama jeng Mira? tuh Rizal jadi Dokter beneran. Udah kerja di rumah sakit besar sekarang !" bisik Ibu Sari, teman satu kantor dengan mereka.
"Gak nyesel tuh! Masih banyak yang lebih baik dari Rizal!" sungut Ibu Rianti
"Oh iya ya, semoga ya bu dapet mantu yang lebih baik dari Rizal,, saya doakan!" ucap Ibu Sari tersenyum kecil saat melihat wajah Ibu Rianti tampak kesal.
Sampai acara selesai, semua tamu undangan bergiliran memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang berbahagia. Tak luput Ibu Rianti dan juga suaminya juga ikut berbaris bersama tamu yang lain, meski sebenarnya sangat enggan.
"Selamat ya atas pernikahan anaknya" ucap Ibu Rianti
"Terima kasih sudah hadir, bisa di lihat itu mantu saya, cantik, berpendidikan dan paling penting bisa menerima Rizal apa adanya!" ucap mama Rizal dengan senyum penuh kemenangan
Ibu Rianti mengabaikan ucapan Ibu Mira dengan tatapan sinis saat melihat Rizal dan Liora.
Setelah melewati kedua pengantin, Ibu Rianti bertemu dengan besan Ibu Mira dan pak Bayu yang tak lain Pak Dermawan dan Ibu Marissa. Terlihat kedua besan yang tidak tau jika itu adalah mantan calon besan yang tidak jadi, hingga mereka bersikap tetap ramah
"Hati hati ya bu dengan mantu ibu. Diam diam menghanyutkan, keluarga ini sedikit matre!" ucap Ibu Rianti sambil bersalaman dengan Ibu Marissa.
"Oh iya?!"
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jiaaaa jadi kompor meleduk 😂