Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Semakin Dekat


__ADS_3

Liora terlihat galau sendiri di ruangannya sejak tadi. Dia bingung apa dia harus memberikan hadiah untuk Rizal atas kelulusannya nanti atau tidak. Jika iya, hadiah apa yang cocok untuk Rizal


"Apa aku belikan motor saja ya?!"


"Tapi kok mencolok banget!"


"Jam tangan? sepatu? baju? atau apa?! aku bingung sendiri" ucap Liora terdengar frustasi


"Mungkin tidak perlu, kan aku dan dia tidak ada hubungan apa apa!" ucap Liora lagi


Liora memijit keningnya sendiri karena merasa pusing berfikir. Sementara itu Rizal baru saja selesai menghadapi Ujian Akhirnya. Babak terakhir, penentuan apakah dia dinyatakan lulus atau tidak. Dia tidak sendiri tapi bersama dua temannya yang juga sedang menunggu keputusan. Jantung Rizal seolah meledak saat dirinya dinyatakan lulus. Wisuda sudah di depan mata,,,


...


Liora baru saja keluar dari ruang rawat Zara. Setelah menjalankan tugasnya membantu Dokter Rahayu di rumah sakit itu, Liora kembali menjenguk Zara yang masih di rawat dirumah sakit sampai hari itu. Saat dia keluar, Liora melihat Rizal sudah duduk di depan ruang tunggu. Sebelumnya Rizal sudah dia beritahu jika Zara masuk rumah sakit.


"Kak Rizal" ucap Liora saat melihat Rizal


"Liora,," Rizal berdiri dan tengah memegang parcel buah


"Mau sekalian jenguk dokter Zara, boleh?" tanya Rizal


"Boleh, masuklah, didalam juga ada kaka Angga dan Rangga" jawab Liora


"Duh, kok sudah ada Rangga aja sih? Jelas ada, itu kan ibunya. Aku harus waspada " Rizal menghembuskan nafas sedikit kasar lalu ikut masuk kedalam


Rizal masuk dan melihat Zara yang terbaring di brankar rumah sakit dengan terpasang selang infus di tangannya. Di samping dokter cantik itu juga ada dokter Angga dan Rangga yang sedang bermain. Lalu Rizal menyapa Semuanya dan meletakkan parcel buah yang ada di tangannya di nakas. Disana pun sudah ada banyak parcel buah dan bunga sepertinya, sebelumnya juga banyak yg menjenguk dokter itu.


"Semoga lekas pulih ya dok" ucap Rizal pada Zara


"Iya terima kasih Zal" jawab Zara dengan suara sedikit lemas.


Tidak lama Rizal disana, karena Liora mengajaknya untuk pulang. Lalu Liora pamit kepada Angga dan juga Zara, tapi langkah mereka terhenti saat Rangga mulai bicara


"Pa, apa boleh Langga pulang bercama Aunty?" tanya Rangga


"Naik apa? Mereka naik motor, kalau Rangga ikut mau duduk di mana? nanti kecepit kalau di tengah dan panas kalau didepan" jawab Angga

__ADS_1


"Iya nak, disini saja. sebentar lagi Oma juga sampai. Kamu disini saja temani mama" ucap Zara


"Ya cudah deh gak jadi.." jawab Rangga


"Gak jadi ikut Aunty?" tanya Liora


"Gak Aunty, nanti langga kecepit! kalau Langga kecepit nanti jadi gepeng! langga gak mau" jawab Rangga dan semua orang terkekeh


"Ya sudah kalau gak jadi ikut. Aunty pulang ya" ucap Liora pada Rangga.


Rangga mengangguk


"Om Lijal antelin aunty sampai dilumah yahh,, awas jangan mampil mampil!" ucap Rangga penuh peringatan


"Eh,,," sahut Rizal, padahal rencananya Rizal ingin mentraktir Liora atas kelulusannya tapi sudah di peringatkan keponakannya untuk langsung pulang. Kemudian Rizal dan Liora keluar setelah kembali berpamitan.


Keduanya berjalan bersama menuju ke parkiran motor karyawan.


"Gimana tadi sidangnya kak?" tanya Liora


"Cukup menegangkan, tapi alhamdulillah 'lulus'" jawab Rizal dengan tersenyum gembira


"Terima kasih ucapannya. Aku pengen traktir kamu, tapi,,," ucap Rizal terputus, dia teringat ucapan Rangga


"Benarkah mau traktir aku?" tanya Liora, mereka sudah sampai di depan motor Rizal


"Iya, tapi tadi Rangga,," ucap Rizal


Liora melihat jam di pergelangan tangannya masih menunjukkan pukul 2 siang


"Gak papa makan dulu, kan gak lama juga" ucap Liora


"Ya sudah kalau gitu, kita cari makan dulu ya" ucap Rizal yang langsung memasangkan helm di kepala Liora. Tanpa mereka dasar dari kejauhan, pak Dermawan dan Ibu Marissa yang baru sampai di rumah sakit melihat keduanya.


"Mau makan apa?" tanya Rizal


"Nge-Dimsum aja mau gak? lagi pengen" ucap Liora

__ADS_1


"Boleh, aku tau tempat yang jual dimsum terenak di kota ini" jawab Rizal dan Liora mengangguk


Lalu keduanya naik di atas motor dan Rizal langsung menjalankan motornya meninggalkan parkiran


"Lihat keduanya semakin dekat saja ya pa" ucap Ibu Marissa dengan tersenyum


"Iya, sepertinya begitu..." sahut pak Dermawan


"Apa papa merestui mereka, kalau seandainya mereka akan bersama?" tanya Ibu Marissa


"Rizal pemuda yang baik, dan papa lihat dia pekerja keras. Tidak masalah jika mereka memang berjodoh. Asal liora bahagia bersama pemuda itu. Kalau mama?" tanya pak Dermawan balik


"Mama juga sama pa, penilaian mama pemuda itu terlihat baik, tau tata krama sama orang tua. Semoga saja mereka berjodoh,,, " jawab Ibu Marissa.


kedua orang tua itu terus mengawasi Liora dan Rizal yang semakin tak terlihat lagi dari pandangan mereka.


"Beneran itu, kayak Cowok yang di jodohin sama kamu Fa. Itu cewek kemarin yang kita ketemu di tempat makan kan!" ucap teman Syifa saat mereka tidak sengaja melihat Rizal dan Liora di parkiran. Mulai hari itu, Syifa dan teman temannya akan magang dirumah sakit itu selama sebulan.


"Apa kak Rizal kerja di rumah sakit ini?" ucap Syifa


"Bisa jadi" jawab Temannya


"Tapi kok pakai baju biasa aja, dan ini jam berapa? kalau memang benar dia kerja disini, belum pulang dong harusnya!" ucap Syifa, dia lupa jika malam itu Ibu Mira, mamanya Rizal sudah mengatakan jika Rizal bekerja di rumah sakit Tri Medika Pusat.


"Iya yah, Oh,, mungkin cewek itu yang kerja disini. Dan kak Rizal jemput dia" ucap temannya lagi


"Bisa jadi..." sahut Syifa


"Bagus! kalau memang cewek itu ada disini juga! dengan begitu, aku akan kasih pembalasan padanya karena sudah mempermalukan ku kemarin! lihat aja!" batin Syifa


.


.


.


.

__ADS_1


Walah Fa,,,Fa,, gak usah cari gara gara deh! kamu belum tau aja tu cewek anaknya pemilik rumah sakit! bisa tambah malu kamu kalau berani ganggu dia! Aku cuma peringatin kamu aja! jangan sampai kamu nyesel!! 😪


__ADS_2