
Deg!
"Kakak mau di jodohin?!" tanya Zara, tiba tiba jantungnya berdenyut nyeri
Zara terlihat sangat terkejut mendengar Angga akan di jodohkan dengan wanita lain oleh mamanya.
"Coba duduk dulu" Angga menarik satu kursi dan menarik Zara untuk duduk berhadapan dengannya . Kemudian Zara duduk dan menajamkan pendengarannya.
"Iya, mama jodohin aku sama dokter kenalan mama. Dokter itu yang nolongin mama. Tapi kamu jangan khawatir, aku akan tetap pilih kamu. Cintaku cuma kamu Zara, tidak ada yang aku inginkan selain kamu" ucap Angga
Wajah Zara seketika merona mendengar kata kata manis Angga mengalahkan manisnya gula.
"Benarkah?" Zara tersenyum malu malu
"Benar,, percaya padaku!" jawabnya
"Bagaimana jika kedua orang tuamu tidak setuju? aku sangat takut kak. Belum lagi,,, ntah bagaimana menghadapi keluarga ku juga nanti,, apa cinta kita akan terhalang restu?" tanya Zara
"Harusnya mereka bisa menerima, karena kita punya Rangga. Mereka sebagai kakek dan nenek harusnya senang karena Rangga hadir, meski dari jalan yang salah. Tetap saja Rangga cucu mereka" ucap Angga
"Kita hadapi bersama ya, kalau mereka tidak memberikan restu. Kita kawin lari saja!" Ucap Angga dengan wajah serius
"Ck! kawin lari bukan solusi kak. Bagaimana pun kita harus menikah dengan restu kedua keluarga. Meski kita tidak tau bagaimana endingnya" jawab Zara
"Kita hadapi sama sama!" Zara dan Angga berucap bersama, kemudian keduanya tersenyum
"Sudah, ayo kita sarapan, nanti kita telat ke rumah sakit lagi" ucap Zara, kemudian Zara memanggil putranya untuk sarapan bersama. Rangga pun segera berlari dan menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menunggu di meja makan. Lalu ketiganya sarapan bersama.
Selesai sarapan, Angga dan Rangga berpamitan pada Zara, Angga akan mengantarkan Rangga ke penitipan anak yang di beritahukan Zara. Beberapa menit kemudian mobil Angga sudah sampai di penitipan anak,
"Ini yah tempat nya?" tanya Angga
"Iya pa" jawab Rangga
__ADS_1
Kemudian mereka turun, Angga melihat tempat itu lumayan bagus dan dekat dari mess juga rumah sakit. Lalu Rangga mengajak Angga masuk ke dalam
"Ayo pa,," ucap Rangga menarik tangan Angga.
Angga menekan handle pintu dan dari dalam, pegawai tempat itu menyambutnya. Terlihat para pegawai begitu kaget saat melihat seorang pria yang sepertinya begitu tampan, terlihat dari Alisnya, sorot matanya, tubuh tinggi tegap , dan kulit putih. Meski pria itu memakai masker tapi tidak mengurangi kadar ketampanannya. Bahkan malah membuat penasaran dengan wajah aselinya. Mungkin mereka akan terpesona setelah melihatnya atau biasa saja.
"Masuk Rangga,," sapa seorang pegawai yang sudah kenal Rangga, mereka sedikit bingung karena Rangga di antar oleh seorang pria, karena biasanya dia di atas mamanya, mereka pikir Rangga di antar Om nya.
Angga terlihat sedang mengamati tempat itu, dia menelisik setiap sudut ruangan yang terlihat. Dia ingin memastikan tempat itu cocok atau tidak untuk putranya. Dia melihat tempat cukup bersih dan rapi,
"Biasanya Rangga bermain dimana? siapa yang jaga?" tanya Angga
"Di cana, banak temen Langga" Rangga menunjuk ke ruangan khusus bermain
"Nanti ada mbak mbaknya yang mengawasi mereka bermain mas. Oh iya Rangga,, ini siapa ya? Om nya ya?!" tanya salah seorang pegawai di tempat itu
Rangga tersenyum dan menggelengkan kepala
"Papa?!" Yang lain mendengar juga ikut kaget
Awalnya Angga ingin membuka masker dan memperkenalkan diri pada pegawai di tempat itu, namun dia urungkan, mengingat Rangga tidak akan lama lagi dititipkan di tempat itu. Nanti setelah semua masalah selesai, Angga akan membawa Zara dan Rangga tinggal di rumah keluarganya.
"Perkenalkan, saya Angga, papanya Rangga. Jadi saya yang akan mengantar dan menjemput Rangga" ucap Angga terdengar sopan.
Mendengar suara dokter muda itu sungguh semakin membuat penasaran, bagaimana rupa nya?
"Biasanya yang mengantar mamanya,," cetus salah seorang pegawai
"Mama nya ada, hanya saja sekarang sedang sibuk. Saya titip Rangga ya, nanti sebelum jam makan siang, saya akan menjemputnya kembali" ucap Angga
"Baik" jawab mereka
"Rangga, papa kerja dulu ya, nanti siang papa jemput kamu, kita makan siang bareng mama" ucap Angga saat mengusap kepala putranya
__ADS_1
"Iya pa" Jawab Rangga
"Assalamualaikum" Ucap Angga keluar dari tempat penitipan anak
"Wa'alaikumsalam" Jawab semua orang yang ada disana.
Setelah mengantarkan putranya Angga langsung menuju ke rumah sakit untuk bekerja.
"Aku kira Om nya, ternyata papanya..."
"Kalau Om nya, aku mau juga jadi isterinya, kayaknya ganteng. Sayang tadi gak jadi buka masker"
"Iyah, penasaran deh,, tapi kan mamanya Rangga cantik, pasti papanya juga ganteng. Kelihatan dari matanya"
"Cobaa tadi jadi buka masker! jadi makin penasaran kan!"
Sekelumit obrolan para pegawai wanita yang dibuat penasaran oleh papa barunya Rangga.
.
.
.
Kalian penasaran gimana wajahnya Angga?
Hahaha jangan kan kalian, aku juga penasaran🤣 Aku kasih ilustrasi, kalian bayangkan sendiri ya Versi kalian🤣🤣
...MAAF FOTO DI HAPUS, BIKIN RICUH...
...HAHAHAHAHAHA...
Piye piye? kebayang gak gimana gantengnya? 🤣 Kaboooorrrrrrrr💨💨
__ADS_1