
Pagi pagi sekali Rizal sudah sampai di depan rumah keluarga pak Dermawan. Sejak semalam, mamanya Rizal tak henti henti mengintrogasi putranya itu dan merengek agar di ketemukan dengan gadis yang dikenalkan pada papanya. Tapi Rizal belum ada bayangan akan mempertemukan mereka kapan. Bagaimana akan mempertemukan Liora dengan kedua orang tuanya, hubungan mereka saja tidak jelas.
"Rizal"
Rizal menoleh kaget saat mendengar suara Barito memanggilnya, itu pak Dermawan keluar dari rumah bersama Rangga
"Selamat pagi pak" ucap Rizal langsung berdiri dan membungkuk sedikit memberi hormat pada pak Dermawan
"Jam berapa kamu berangkat dari rumah? sepagi ini sudah sampai saja disini? bahkan Liora saja baru siap siap" ucap pak Dermawan duduk di kursi yang ada di teras bersama Rangga dan Rizal
"Jam Setengah 6 pak, tidak papa saya bisa menunggu" jawab Rizal
"Om cudah calapan?" tanya Rangga
"Sudah, tadi Om sarapan dulu dirumah" jawab Rizal. Memang benar dia sudah sarapan, dia hanya menghabiskan selembar roti tawar dan segelas susu saja, padahal pagi tadi mamanya sudah memasak nasi uduk, namun Rizal tidak akan menunggu makanan itu terhidang diatas meja.
"Gimana kerjaan kamu yang baru? saya dengar Angga memindahkan kamu menjadi Asisten Dokter Faisal" ucap pak Dermawan pura pura baru tau. Padahal dia sudah tau
"Alhamdulillah, saya sedikit banyak belajar dari dokter Faisal pak. Beliau orang yang baik dan mau membagi ilmu kepada saya. Saya merasa sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan seperti ini. Padahal sebelumnya saya tidak pernah menyangka bahkan bermimpi saja tidak. Saya sangat berterima kasih kepada Dokter Angga yang sudah memberikan kesempatan ini kepada saya" jawab Rizal
"Om Lijal jadi doktel cekalang?" tanya Rangga
"Belum,," jawab Rizal
"Tapi calon dokter" sahut pak Dermawan
"Om lijal calon doktel, Aunty juga calon doktel, cama dong!" ucap Rangga, dan Rizal mulai waspada. Kadang ucapan Rangga bisa jadi senjata yang membuatnya tidak berkutik dan mati kutu didepan keluarga pak Dermawan
"Iya sama sama calon dokter" jawab pak Dermawan
"Nanti cepelti papa dan mama ya Opa?" tanya Rangga
"Iya betul, kalau Aunty dan On Rizal sudah lulus, maka mereka akan menjadi dokter seperti papa dan mama Rangga" jawab pak Dermawan
"Ohh,, apa nanti Aunty dan On lijal juga akan menikah cepelti papa dan mama?" tanya Rangga dengan tatapan polos ke arah Rizal
Deg!
Seketika Rizal gelagepan mendapat pertanyaan begitu dari Rangga, padahal sudah waspada, namun masih saja tidak berkutik. Pertanyaan Rangga sangat sulit di tebak.
"Papa,, Rangga,, ayo sarapan" terdengar panggilan dari dalam rumah mengajak keduanya untuk sarapan.
__ADS_1
"Iya Oma" Sahut Rangga
"Selamet,,, selamet,,, untung Ibu Marissa manggil, jadi aku tidak perlu menjawab pertanyaan Rangga" Batin Rizal.
"Ayo Opa kita salapan" ucap Rangga
"Iya ayo,, Rizal ayo ikut sarapan kami" ucap Pak Dermawan dengan ramah
"Tidak usah pak, silahkan saja bapak dan keluarga sarapan. Saya duduk disini saja menunggu liora" ucap Rizal merasa tidak enak jika terus terusan bergabung dengan keluarga itu.
"Ayolah Om,, jangan malu malu" Ucap Rangga sambil menarik tangan Rizal
"Eehhh,,," Rizal beranjak dari tempat duduknya karena Rangga menarik tangannya
"Iya, tidak perlu sungkan, ayo sarapan bersama" ucap pak Dermawan melangkah kedalam lebih dulu. Rizal tidak bisa menolak karena Rangga sudah menarik tangannya hingga dirinya ikut masuk kedalam rumah.
"Om,,,"
"Apa Rangga?"
"Om macil punya hutang jawaban cama Langga!" ucap Rangga tersenyum saat melihat Rizal
Deg!
"Loh Rizal sudah disini? ayo sekalian ikut sarapan" ucap Zara saat melihat Rizal. Setelah itu Zara di kagetkan dengan cubitan kecil yang di layangkan Angga di pahaanya
"Aw!" Zara kaget dan menoleh ke arah Angga
"Jangan genit!" cetusnya dan Zara langsung membulat
"Duduk kak" ucap Liora pada Rizal
"Terima kasih" Ucap Rizal dengan merasa tidak enak pada Ibu Marissa dan Angga,
"Pagi banget datangnya?" tanya Liora pada Rizal
"Dirumah udah gak ada kerjaan jadi aku langsung berangkat" Jawab Rizal
"Oohh,, mau makan apa?" tanya Liora
"Nasi goreng saja" jawab Rizal bingung mau makan apa, di meja itu banyak menu makanan meski tidak begitu banyak
__ADS_1
Lalu Rizal mengambil nasi goreng dan Liora mengambilkan ayam goreng untuk Rizal.
"Makasih Ly" ucap Rizal
"Iya" Jawab Liora
"Pa,," Ucap Rangga yang baru saja menelan makanannya
"Apa sayang?" jawab Angga
"Tadi kata Opa, Aunty dan Om Lijal cama cama jadi doktel, cama cepelti papa dan mama" ucap Rangga
"Iya memang betul, terus kenapa?" sahut Zara
"Apa nanti kalau Langga becal Langga juga bica jadi doktel?" tanya Rangga
"Bisa, kalau Rangga rajin belajar, Dan sekolah tinggi, ambil jurusan kedokteran" jawab Angga
"Tapi, langga gak cuka baca pa! langga ngantuk kalau baca buku cepelti papa dan mama!" ucap Rangga lalu memasukkan ayam goreng kedalam mulutnya.
"Rangga,, membaca itu jembatan ilmu, maksudnya, dengan banyak membaca akan membuka wawasan kita. Kalau Rangga ingin menjadi dokter dimasa depan, Rangga harus banyak ilmu kedokteran nak. Jadi bukan sembarangan jadi dokter" ucap Ibu Marissa memberi pengertian pada cucunya.
"Memangnya Rangga mau jadi dokter apa nak?" tanya Angga pada putranya
"Doktel bayi, bial Langga bica bantuin kelualkan dedek bayi dali pelut mama" jawab Rangga dengan polosnya
"Hah?!"
"Hahahahahaha,," semua orang tertawa saat mendengar ucapan Rangga.
"Ya ampunnnn Rangga Rangga!"
.
.
.
.
Hahahahahahahahaa 🤣
__ADS_1
Sakit perut ikut ketawa 🤣