
Malam sudah menyapa, dikediaman keluarga lak Dermawan yang sejak tadi pagi terlihat ramai, kini bertambah ramai dengan kedatangan keluarga Dika bersama istri dan anak anak nya. Mereka memang diundang ke acara itu, malah harus karena persahabatan kedua orang tua dan juga anak anak mereka. Jasmine terlihat sangat cantik malam ini, dan dia satu satunya gadis kecil yang cantik karena semua anak kecil yang ada disana semua laki laki.
"Eh calon cucu mantu sudah datang, cantik sekaliiii" ucap Ibu Marissa saat Jasmine mencium tangannya dan gadis itu hanya tersenyum
Mereka saling bertegur sapa, lalu berkumpul di ruang keluarga
"Rangga, selamat ulang tahun, ini kado dari kami" ucap Fatih sebagai kakak tertua mewakili adik adiknya. Sebuah kado cukup besar yang membuat Rangga penasaran tapi dia harus jaga sikap karena ada jasmine yang masih terus mendiaminya. Jika diajak bicara gadis kecil itu hanya menjawab singkat saja.
"Makacih kak,," jawab Rangga dengan tersenyum dan menerima kadonya
"Ini kado dari Bunda dan Om Dika" ucap Dinda memberikan paperbag pada Rangga
"Makacih bunda" ucap Rangga
Jangan ditanya, mereka sangat bingung akan memberikan kado apa untuk Rangga. Karena pasti bocah itu sudah sangat tercukupi oleh kedua orang tuanya. Belum lagi pasti Rangga juga mendapat kado yang banyak dari opa, oma, kakek, nenek, Om Sat, Aunty nya dan papa mamanya.
"Maaf saya terlambat" Rizal baru saja sampai dengan kemeja basah karena hujan yang tiba tiba turun saat dia tidak jauh lagi sampai di rumah keluarga pak Dermawan. Terpaksa Rizal terus menerjang, karena tidak ingin terlambat sampai di sana dan dia juga tidak membawa mantel hujan.
Semua orang pun menatap pemuda itu sudah seperti kucing kecebur parit
"Om Lijal?" ucap Rangga saat melihat Rizal datang. Pemuda itu tersenyum kecil saat Rangga menghampirinya
"Selamat ulang tahun yah, ini kado dari Om" ucap Rizal sedikit menahan dingin yang menjalar di seluruh tubuhnya. Liora diam, dia bingung apa yang akan di lakukan, menghampirinya atau tetap duduk saja
"Ya ampun Rizal,, itu kamu basah kuyup. Gak pake mantel hujan ya?! " tanya Zara, Angga membulat saat Zara seperti memperhatikan Rizal
"Enggak dokter, tadi deres nya gak terlalu jauh dari sini, jadi di terabas saja" jawab Rizal
"Om langsung pulang yah,,," ucap Rizal pada Rangga
"Om gak ikut masuk? kan acalanya belum dimulai" ucap Rangga
"Gak usah, baju Om basah. Rangga masuk gih" ucap Rizal
Zara mencubit kecil tangan Liora agar gadis itu bicara. Liora terkaget dan menoleh ke arah Zara. Tapi Zara tidak bicara hanya memberi kode dengan sorot matanya
"Masuk Zal, di luar masih hujan" ucap Pak Dermawan
"Iya masuk saja.." ucap Zara
"Tidak usah pak, soalnya baju saya basah. Lebih baik saya pulang, yang penting kadonya sudah di terima rangga" ucap Rizal dengan tersenyum
"Liora, kenapa kamu diam seperti patung?! ajak Rizal masuk dan kasih pakaian ganti. Nanti pakai baju kak Angga, kakak rasa muat" ucap Zara dan sukses membuat Liora dan Angga menoleh pada ibu hamil itu
"Yank" ucap Angga
"Apa?!" tanya Zara sedikit terdengar ketus
__ADS_1
"Gak papa" jawab Angga memilih berdamai agar tidurnya tetap damai.
"I,,iya kak" jawab Liora sedikit terbata
"Ayo Om macuk, ganti baju di dalam aja. pinjam baju papa. Baju papa kan banak. kalau gk muat pakai baju opa" kekeh Rangga dan membuat gelegar tawa keluarga lainnya. Rizal merasa tidak enak, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa karena tangannya sudah di tarik masuk kedalam oleh Rangga.
Rizal sama sekali belum pulang kerumah nya, saat akan bergantian dengan shift jaga ternyata dokter Dannis masih ada pasien darurat di rumah sakit lain tempat dia bekerja. Jadi Rizal menjadi lembur hingga Dokter Dannis berada di rumah sakit Tri Medika Pusat. Setelah tugasnya selesai, barulah Rizal pergi mencari kado untuk Rangga, kemudian Rizal langsung pergi ke rumah keluarga pak Dermawan tanpa dia pulang kerumah lebih dulu.
"Ganti di atas kak" ucap Liora membuka suara.
"Permisi" ucap Rizal sambil membungkuk saat melewati belakang kursi yang sudah tersusun.
Tidak hanya berdua saja, tapi Zara juga ikut naik bersama mereka untuk mengambilkan pakaian Angga.
Kemudian Rangga duduk lagi setelah meletakkan kado Rizal bersama dengan tumpukan kado lainnya. Sekilas Rangga menangkap Jasmine yang terlihat menatapnya, ntah sekilas atau sejak tadi. Saat Rangga melihat gadis kecil itu, Jasmine memilih untuk mengalihkan tatapannya.
"Kita tunggu mereka yah,, ayo silahkan makan makan dulu, itu banyak makanannya yang harussss kita habiskan" ucap Ibu Marissa. Agar tidak jenuh, mereka kembali saling berbincang. Anak anak juga bermain bersama sambil menunggu Liora, Rizal dan Zara turun bergabung bersama mereka.
Di kamar, Zara mencari pakaian yang mungkin muat di pakai oleh Rizal. Postur tubuh Rizal tidak terlalu jauh beda dari Angga
"Kayaknya ini muat" ucap Zara mengambil kemeja polos lengan pendek berwarna biru muda, lalu Zara juga mengambil celana panjang yang terlipat cukup banyak milik suaminya. Tak lupa Zara mengambilkan satu untuk bagian dalam yang masih baru, karena Angga memang memiliki banyak stock didalam lemarinya.
"Mungkin ini muat, " ucap Zara
Lalu Zara keluar dari kamar dan melihat Rizal dan Liora masih berdiri di depan kamar dengan saling diam tanpa ada yang bicara
"Ini, mungkin bisa kamu pakai Zal" ucap Zara memberikan pakaian kepada Rizal
"Tidak perlu sungkan, anggap aku kakakmu seperti Liora . Sekarang kamu ganti baju, itu di dekat tangga ke rooftop ada kamar mandi , Liora, antar Rizal. Kakak akan tunggu disini" ucap Zara
"Iya, ayo kak" ucap Liora.
Lalu Liora mengantarkan Rizal ke kamar mandi luar yang ada di lantai 2.
"Itu kamar mandinya" ucap Liora menunjuk kamar mandi
"Iya" jawab Rizal. Lalu Rizal masuk kedalam kamar mandi dan segera mengganti pakaiannya. Beruntung ukurannya cukup meski sedikit longgar. Kemudian Rizal keluar dan melihat Liora masih menunggunya di tempat semula.
Gadis cantik itu menatap Pujaan hatinya yang sudah terlihat baik baik saja.
"Ayo turun,," ucap Liora namun Rizal menahan lengannya
"Aku mau bicara sebentar" ucap Rizal dan Liora menghentikan langkahnya
"Bicara apa?!" tanya Liora
"Kamu marah sama aku? kamu kesel? aku salah apa Ly? katakan, jangan diamkan aku seperti itu" ucap Rizal dengan sangat pelan saat bicara pada Liora
__ADS_1
"Ya, aku kesel sama kamu kak!" ucap Liora
"Kesel kenapa? apa karena aku telat anterin pulang?" tanya Rizal lagi
"Ya! dan yang bikin kamu telat itu karena,,, karena kamu deket sama dokter Zia!" jawab Liora lirih tapi penuh penekanan.
Rizal menghela nafas, Rizal baru paham, marahnya Liora karena dia cemburu. Dan cemburunya cemburu buta
"Ya ampun sayang,,, jadi kamu cemburu sama dokter Zia?!" Rizal menggenggam Tangan Liora dan menatapnya dengan penuh cinta
Di panggil 'Sayang' Liora ingin melompat kegirangan, tapi dia masih memiliki gengsi yang cukup tinggi, hingga masih dapat menahan perasaannya untuk tidak meluapkan kegirangannya.
"Ya habis deket banget!" jawab Liora dengan nada merajuk
"Denger yah,, dokter Zia itu sudah menikah, dan sudah punya anak. Aku gak ada apa apa sama dia. Kemarin itu dia kasih lihat dokumen rumah sakit yang harus aku pelajari karena aku kan baru jadi dokter jaga di IGD. Lagian cuma kamu yang ada di hati aku, gak ada wanita lain" ucap Rizal mencoba meyakinkan Liora
"Beneran?!" tanya Liora
"Iyah, beneran,,, percaya sama aku. Cinta ku udah mentok sama kamu" ucap Rizal dengan satu tangannya menyentuh pipi gadisnya
Liora tersenyum, dan dia percaya jika Rizal memang benar mencintainya.
"Maafin aku yah, harusnya aku nanya dulu kemarin,, " ucap Liora
"Hem,, lain kain kalau ada masalah, kita selesaikan sama sama ya, jangan menghindar apalagi cuma diam. Lebih baik kalau kamu meluapkan amarah kamu, katakan biar aku ngerti,,," ucap Rizal dan Liora mengangguk
"Iyah,," jawab Liora
"Jadi kita udah baikan kan?" tanya Rizal
"He'em" sahut Liora.
Keduanya sama sama tersenyum, dan Rizal masih setia mengusap lembut wajah gadisnya. Semakin ditatap semakin menggoda untuk di sesap, bahkan sampai terbayang bayang saat tidur. Keduanya saling mendekat dan betapa kagetnya saat mendengar teguran sang kakak ipar
"Kalian mau ciuman ya?!" kekeh Zara
Jantung keduanya berdentum keras seakan sudah melompat keluar sangking kagetnya saat mendapat teguran.
.
.
.
.
Buahahaaaahaha kalian berdua lupa yah di atas masih ada Zara?! 🤣 mau main sosor sosoran, mana bisa 🤣
__ADS_1
Nih yang lagi Ultah, Langga minta kadonya dong Omty😌