
"Selamat siang Dokter Rizal, Dokter Liora" Seorang suster menyapa Liora san Rizal yang berada di lobby rumah sakit
"Siang,," Jawab Keduanya
Rombongan Syifa terhenyak lalu menoleh ke belakang, Begitu kagetnya Syifa saat melihat ternyata benar benar Rizal dan Liora. Masih jelas diingatan gadis itu kejadian beberapa tahun lalu, sejak kejadian dirumah sakit sampai dirinya benar benar malu, begitu melihat Rizal dan Liora bergandengan, Syifa memilih untuk menunduk.
"Ayo sayang kita pulang" ucap Liora
"Iya" jawab Rizal tanpa melihat Syifa
"Selamat siang dokter" sapa teman teman syifa pada Rizal dan Liora
"Siang" jawab Liora
Dunia ini kerasa sempit banget sih! kenapa harus ketemu mereka lagi?! dan,,, kak Rizal, kenapa terlihat makin ganteng?! ya ampunnn,,, aku bener bener nyesel pernah nolak di jodohin sama dia! sekarang dia sudah jadi dokter, makin kereen! . Syifa membatin saat melihat Liora dan Rizal pergi bersama hingga sampai masuk kedalam mobil.
Mata Syifa makin melebar saat melihat mobil itu berjalan meninggalkan rumah sakit dan di parkiran itu terlihat jelas bertuliskan 'Parkiran khusus Direktur. Cepat cepat Syifa menghampiri meja informasi dan bertanya pada pegawai di sana.
"Maaf mba mau tanya" ucap Syifa
"Tanya apa?" jawab pegawai rumah sakit
"Kalau boleh tau,, siapa ya itu tadi yang lewat?" tanya Syifa pura pura tidak mengenal mereka berdua, padahal gadis itu hanya ingin mengorek informasi. Begitu penasaran kenapa mereka ada di rumah sakit itu, padahal Syifa ingin tau saja.
"Ohh yang tadi lewat itu Dokter Liora dan Dokter Rizal, dokter di rumah sakit ini dan pemilik rumah sakit ini. Itu Dokter Rizal baru di angkat sebagai pimpinan rumah sakit ini" Jawab suster
Tubuh Syifa tiba tiba terasa bergetar, jantungnya berdetak cepat. Sebegitu beruntungnya Rizal sekarang. Penyesalan kian merasuk kedalam hati Syifa, kenapa dulu dia menolak di jodohkan dengan Rizal? kenapa dia tidak bisa menunggu barang sebentar saja? jika dia bersabar, tentu dia sekaranglah yang berdiri di samping dokter itu.
"Ada apa Fa?" tanya teman Syifa membuyarkan lamunan Syifa
"Enggak,,, aku rasa, aku tidak akan lulus seleksi nanti" ucap Syifa kemudian menjauh dari tempat informasi rumah sakit
__ADS_1
"Loh kenapa? kan belum tentu, kita kan belum tes" sahut temannya
"Aku yakin aku tidak akan di terima dew, kamu tau 2 dokter yang baru keluar tadi, mereka itu pemilik rumah sakit ini, dan aku pernah punya masalah dengan mereka!" ucap Syifa menelan penyesalan yang luar biasa dalam dirinya.
"Hah?! yang bener kamu?!"
"Iya, kejadian itu waktu aku magang, sudah lah ayo pulang. Aku akan cari pekerjaan di tempat lain saja setelah ini" ucap Syifa dengan putus asa.
Sementara itu, Rizal dan Liora menuju arah rumah baru mereka. Keduanya ingin memastikan rumah itu sudah siap di tempati besok atau belum. Keduanya tidak sabar untuk memulai rumah tangga mereka berdua, mengukir kenangan indah di rumah sendiri. Tidak ada pembahasan soal Syifa diantara mereka, keduanya menganggap gadis itu hanya angin lalu, sudah di hempas dan di lupakan.
Mobil Liora sudah memasuki gerbang komplek, dan setelah itu mereka sampai di rumah mereka yang saat itu terlihat sepi, tidak ada orang bekerja lagi di sana. Kemudian keduanya turun dan akan masuk kedalam rumah.
Bismillah. Rizal membuka pintu rumah yang terkunci lalu keduanya masuk kedalam rumah setelah mengucapkan salam.
"Alhamdulillah, semua sudah ready sayang,,," ucap Rizal saat mereka masuk kedalam rumah dan melihat rumah itu sudah tersusun furniture dan juga sudah terpasang foto pernikahan mereka berdua di sana.
"Ya ampunnn,,, gak sabar deh nempatin rumah baru yank" ucap Liora bergelayut manja pada suaminya
"Tadi,, udah,, lo,, akh!" teriak Liora saat sudah di gendong Rizal dan di bawa ke dalam kamar mereka.
"Kapan? gak inget!" cicit Rizal lalu menurunkan istinya di atas tempat tidur yang bena benar empuk
"Gak inget?! jangan pura pura lupa yank!" Liora mencibik saat melihat Rizal sudah melepas satu persatu kancing kemejanya.
"Dimana ya? lupa tuh!" jawab Rizal lalu melepas kemejanya sembarang, dan menatap istrinya penuh kemesuuman.
Liora menelan salivah susah payah, mau menolak tapi melihat tubuh yang selalu menghangaatkannya itu membuatnya tidak bisa berpaling, ah sayang di lewatkan!
Rizal mengungkung Liora dan sudah melihat mata sayu penuh damba itu dari mata istrinya.
"Gak akan cukup kalau cuma sekali!"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, sudah pasti Liora akan menjadi bulan bulanan dalam penjara cintanya Rizal. Tidak bisa menolak, apalagi lepas, yang ada wanita itu ikut terbuai dan dengan senang hati menjadi tawanan cinta suaminya. Tidak peduli di luar panas ataupun hujan, yang mereka dengar hanya suara desaahan.
"Sepertinya kita salah kesini pa, telinga mama rasanya gatal!" ucap Ibu Marissa yang baru saja masuk ke dalam rumah Liora dan Rizal bersama pak Dermawan. Keduanya bisa masuk karena pintu depan tidak di kunci, Niat hati ingin melihat rumah baru Liora dan Rizal, tapi mereka malah di suguhkan dengan suara suara menggelikan karena keduanya lupa mengaktifkan mode kedap suara di dalam kamar mereka.
"Hem, namanya pengantin baru, di gasss terus!" cicit pak Dermawan.
"Lebih baik kita pergi,,," ucap Ibu Marisaa
Kedua orang tua itu keluar rumah sedang Azzura dan Azzam baru saja keluar dari mobil
"Oma, ana Om?" tanya Azzura
"Om sama Aunty lagi kerja di dalam, kita gak usah ganggu ya. Kita jemput kak Rangga pulang sekolah saja" Jawab Ibu Marisaa
"Yahhh! ulla au tetemu Om" jawab Azzura
"Tidak boleh sayang,,, kita jemput kak Rangga saja, sebentar lagi kak Rangga keluar dari kelas. Nanti kita terlambat loh jemput nya" ucap Ibu Marisaa
"Iya betul, nanti kalau kerjaan Omty kalian selesai, pasti mereka pulang" sahut pak Dermawan.
Ulla cemberut karena tidak bisa bertemu dengan Om nya, karena sudah beberapa hari ini Liora dan Rizal tinggal di rumah orang tua Rizal.
.
.
.
.
Ulla, kamu di kibulin, itu Omty lagi enak enak di dalem buat dedek bayi, katanya kamu mau lihat, sono masuk aja, pintunya gak di kunci. Wkwkwwkwkwk 🤣
__ADS_1