Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Tersungkur


__ADS_3

Dokter Jane sudah lelah berlari mencari keberadaan Zara dan Angga, disaat kepanikan melanda membuatnya tidak bisa berfikir dengan baik.


"Apa kau tau dimana Dokter Zara?" Akhirnya mulut dokter itu terbuka juga bertanya pada salah satu suster, tapi suster itu terlihat begitu sinis menatap dokter Jane


"Ohhhhhh, Dokter lurus saja nanti belok kanan sampai mentok" jawab Suster itu


"Oke,,!" Tanpa berfikir macam macam Dokter langsung mengikuti arahan dari suster itu, sementara suster itu terkekeh sendiri, karena dia bukan menunjukkan dimana keberadaan Dokter Zara melainkan memberitahu arah kamar Jenazah. Karena memang suster itu baru saja keluar dari sana.


"Jadi orang kok jahat banget!" Sungut suster itu kemudian berlalu pergi.


Dokter Jane sudah sampai di penghujung belokan kanan namun dia bingung karena yang dia temukan adalah kamar Jenazah.


"Apa iya mereka ada disini? apa suster itu hanya ingin mengerjai ku saja?!" ucap Dokter Jane


Namun Dokter Jane tidak lantas langsung pergi, dia membuka pintu ruangan itu dan melihat isi ruangan itu yang begitu sunyi dan mencekam.


"Oh Ya ampun,,, tidak mungkin Zara ada disini" ucapnya saat melihat beberapa brankar berisi jenazah. Bulu kuduknya berdiri, hingga Jane memutuskan keluar dari ruangan itu dengan berlari terbirit birit , dia mengumpat karena sudah di kerjai oleh suster yang dia tanya tadi.


Sementara itu, Angga, Zara dan Dinda keluar dari ruangan pusat informasi rumah sakit. Para pegawai rumah sakit yang melihat ketiganya pun menyapa ramah, tidak ada lagi yang berani membicarakan mereka setelah mereka mendengar sendiri pengakuan dari anak pemilik rumah sakit tempat mereka mencari nafkah.


"Jadi kak Dinda sudah beberapa hari ini praktek disini?" tanya Zara


"Iya, awalnya aku ingin memberimu kejutan, eh malah aku yang dibuat terkejut" kekeh Dinda


"Praktek pagi atau siang?" tanya Angga

__ADS_1


"Aku ambil pagi tukeran sama Dokter Hilya, jadi siang bisa ke rumah sakit Bunda, sore sudah dirumah" jawab Dinda


"Kalian kapan menikah? kenapa tidak mengundangku?" tanya Dinda


"Saat itu kondisinya mendesak, Zara pun tidak tau jika hari itu aku nikahi" kekeh Angga


"Apa iya?" tanya Dinda kaget


"Iya, seneng banget bikin orang mau pingsan!" cetus Zara memukul lengan Angga dengan gemas


"Hahaha kok bisa?" Dinda semakin penasaran, kini mereka sudah masuk diruang kerja Angga


"Semua serba kejutan, dan juga dadakan" jawab Angga


Ketiga teman baik itu pun terus berbincang, tertawa dan terus berbagi cerita. Tak lama Rizal masuk membawakan minuman dan makanan yang diminta Angga dan menyuguhkan kepada 3 dokter yang sedang berada di ruangan itu.


"Ohh,, semester berapa?" tanya Dinda


"Semester akhir dokter,," jawab Rizal dengan sopan


"Rizal, ini Dokter Zara istri saya, dan itu Dokter Dinda, dokter di poli anak. Dia sudah menikah dengan dosen kamu juga Namanya Pak Mahardika, dosen sastra Inggris" ucap Angga


Rizal terlihat kaget saat dokter Angga mengatakan Dokter Dinda istri, pak Mahardika, dokter yang terkenal sangat killer di sastra Inggris kampus itu. Rizal pun langsung mengangguk kecil dengan takut takut.


"Ya Ampun,,, " Rizal hanya mampu membatin.

__ADS_1


"Oh iya dok, apa ada lagi yang bisa saya kerjakan?" tanya Rizal


"Sementara tidak ada, terima kasih ya" ucap Angga


"Baik Dokter, kalau begitu saya pamit kembali ke pantry," Angga mengangguk, lalu Rizal membungkuk kan badan sebentar lalu mundur perlahan dan berjalan menuju ke pintu keluar. Saat Rizal menekan handle pintu dan menariknya ke dalam, bersamaan dengan itu seseorang ikut tertarik kedalam dan membuat terkejut semua orang


Bruuuuukkkk


Dokter Jane tersungkur di lantai karena Rizal sama sekali tidak tau jika ada orang yang juga sama memegang handle pintu itu.


"Jane?!"


.


.


.


.


.


Badanku lemes tapi aku pengen ketawa nak bayangin jane tersungkur 😅


Langga lagi otewe ke lumah cakit cama opa dan aunty liora nih 😌

__ADS_1



__ADS_2