Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Di Acuhkan


__ADS_3

Dihari berikutnya......


Angga baru saja sampai di rumah sakit setelah mengantarkan Rangga ke sekolah. Kemarin sore, Zara juga sudah diizinkan Ibu Marissa pulang setelah memastikan kondisinya membaik. Namun Ibu Marissa melarang Zara untuk bekerja di rumah sakit seperti biasa sampai kondisi nya benar benar kuat. Begitu besar perhatian Ibu Marissa terhadap anak mantunya. Dia menyesal karena saat hamil Rangga, dia tidak bisa mendampinginya.


Setelah Angga memarkirkan mobilnya, Angga memasuki lobby rumah sakit dan berjalan menuju ke ruangannya. Jika dulu Angga cendrung diam saja saat di sapa oleh pegawainya, tidak untuk setelah dia menemukan kebahagiaannya. Bahkan siapapun yang menyapanya, dia akan tersenyum kecil.


"Ya ampun Wiinnn,, itu siapa win?? ganteng banget! berkharisma!" ucap Syifa yang saat itu sedang berjalan bersama seorang temannya dan melihat Dokter Angga melewati lorong rumah sakit. Mereka melihat para pegawai yang dia lewati menyapanya dengan ramah.


"Iya yah,,, terlihat dewasa. Ganteng!" jawabnya


"Itu dokter apa ya win? aku penasaran" ucap Syifa


"Aku gak tau,, coba kita tanya aja ke pegawai disini" jawab Teman Syifa


Mereka melihat seorang suster yang lewat, lalu keduanya memberanikan diri untuk bertanya siapa dokter pria yang sedang berjalan tak jauh di depan mereka


"Ohh itu namanya Dokter Angga, beliau Dokter ahli bedah dan anak pemilik rumah sakit ini" jawab suster itu.


Syifa terlihat senyum senyum, lalu gadis itu mengajak Temannya untuk mengejar dokter Angga yang terus berjalan. Hingga sampai di depan ruangan Dokter Angga, Saat Angga akan membuka pintu, Syifa menyapanya


"Selamat pagi Dokter" Senyum manis dengan suara lembut di layangkan Syifa saat menyapa Angga. Kemudian Angga menoleh dan melihat dua orang yang dia yakini anak magang, dilihat dari pakaian mereka berbeda dari pegawai rumah sakit.


"Pagi, ada apa?!" tanya Angga yang tidak suka basa basi


"Ya ampunnnn,,,,, gagah banget! gak kalah ganteng sama kak Rizal! " batin Syifa bersorak gembira


"Emm,, kami hanya ingin kenal dengan Dokter. Saya Syifa dan ini teman saya namanya Wina, kami mahasiswi yang magang disini dokter" ucap Syifa dengan suara lembutnya


"Oh iya, Saya Dokter Angga. Kalau tidak ada yang penting, silahkan kembali kerjakan tugas kalian! karena saya akan mulai bekerja!" Nada bicara Angga terdengar mulai ketus. Pria itu tidak suka membuang buang waktu selama jam kerja. Hingga dengan cepat Angga membuka pintu lalu masuk kedalam ruangannya tanpa berkata apa apa lagi, membuat Syifa dan Wina menganga tidak percaya jika di acuhkan.


"Ya ampunn,, cuek banget!" ucap Wina

__ADS_1


"Hum,, iya!" sahut Syifa


"Apa semua pria ganteng itu begitu?!" ucap Syifa lagi


"Mungkin iya" sahut Wina


Karena mendapat acuhan dari dokter tampan itu, Syifa dan temannya kembali ke tempat kerja mereka.


....


Jam istirahat,,,


Jam sudah menunjukkan waktu istirahat, Liora yang baru saja selesai menjalankan ibadah di ruangannya, merasa sangat lapar. Tadi dia hanya sarapan sedikit dan meminum teh melati hangat buatan Rizal. Karena teh itu habis, Liora ingin meminta Rizal membuatkannya lagi.


kemudian Liora keluar dari ruangannya dengan membawa gelas kosong miliknya. Gadis itu berjalan menuju ke ruangan Dokter Faisal. Belum sampai masuk, Rizal sudah keluar lebih dulu


"Kak Rizal" sapa Liora


" Sudah selesai kerjanya?" tanya Liora


"Udah, ini baru mau nyamperin kamu. Kok bawa gelas kosong?" tanya Rizal


"Tehnya habis, mau dibuatkan lagi" jawab Liora dengan tersenyum


"Oohh,, ayo ke pantry" jawabnya


Lalu Liora dan Rizal berjalan menuju ke pantry untuk membuat teh hangat melati sebelum makan siang. Keduanya sambil berbincang, nanti mau makan apa?


Sementara itu, tak jauh dari mereka sekarang ada Syifa dan Wina yang tak sengaja melihat mereka.


"Itu Kak Rizal dan gadis itu kan?" ucap Syifa

__ADS_1


"Iya,, sepertinya mereka mau ke pantry" jawab Wina


"Ck! ternyata benar sama sama OB!" batin Syifa


"Ayo Win kita samperin mereka!" ajak Syifa


"Buat apa Fa? jangan cari keributan deh!" ucap Wina memperingatkan


"Aku gak akan cari keributan, cuma nyamperin aja!" Syifa menarik temannya itu untuk ikut menghampiri Rizal dan Liora.


Saat itu Liora dan Rizal masuk kedalam pantry, disana mereka bertemu dengan rekan kerja Rizal sebelumnya. Karena tidak mau mengganggu, mereka cukup tau diri dan keluar dari pantry


"Ajarkan aku kak, bagaimana kamu membuat teh itu terasa segar dan beda" ucap Liora


"Baiklah,, aku aja ajarkan,, perhatikan yah,," Rizal mempraktekkan bagaimana dia membuatkan teh untuk Liora. kenapa rasanya bisa berbeda dari pelayan di rumahnya membuatkan teh. Ternyata ada rahasia di balik itu semua


"Jadi deh,, ini teh untukmu" ucap Rizal memberikan segelas teh melati hangat untuk Liora


"Terima kasih" jawab Liora menerimanya


"Ehem! ini tempat kerja bukan tempat pacaran!"


.


.


.


.


.

__ADS_1


Dih dih lagak nya 🥴🤧


__ADS_2