Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Menginap


__ADS_3

Angga, Zara dan Rangga sudah sampai di tempat yang mereka tuju. Lalu ketiga masuk dan mencari tempat untuk makan siang bersama. Rangga terlihat begitu senang karena dia bisa melihat banyak binatang laut di tempat itu. Kedua orang tua muda itu pun terlihat bahagia melihat Rangga yang begitu antusias.


Kemudian Angga memanggil pelayan dan memesan makanan untuk anak dan mama Rangga.


"Ma,, aku mau lihat ikan ma" ucap Rangga beranjak dari tempat duduk dan mendekat pada akuarium besar di tempat itu


"Dia terlihat sangat senang ya " ucap Angga


"Iya kak,, dia terlihat lebih senang dari biasanya" sahut Zara


Makanan sudah terhidang diatas meja, lalu Zara memanggil Rangga untuk makan bersama. Jelas Rangga begitu senang, karena dia bisa terus bersama papa dan mamanya. Selesai makan siang, mereka tak lantas langsung pulang. Angga mengajak keduanya berkeliling melihat lihat keindahan tempat itu. Puas berkeliling mereka mengajak Rangga jalan jalan hingga waktu sudah menjelang malam. Dan Rangga sepertinya kelelahan hingga dia tertidur di dalam mobil


"Ra,, kita menginap di apartemen saja gimana? Kayaknya Rangga capek banget. Kalau ke mess agak jauh dari sini" ucap Angga dan Zara terlihat langsung berfikir


"Apa kakak akan menginap disana juga?" tanya nya dengan rasa khawatir


"Tidak, setelah Rangga tidur, aku akan pulang kerumah" jawab Angga


"Baiklah kalau begitu" jawab Zara, dia mempertimbangkan segala hal sebelum memutuskan untuk menginap.


Kemudian Angga membelokkan arah jalan pulang menuju ke Apartemennya.


Rangga yang awalnya tidur, langsung bangun ketika mobil sang papa berhenti.


"Loh sudah bangun anak papa" Ucap Angga saat melihat Rangga dari kaca mobilnya


"Kita cudah campai di lumah ya pa?" tanya Rangga


"Kita akan menginap di apartemen papa" jawab Angga. Kemudian ketiganya turun namun sebelum ke apartemen, Angga mengajak ketiganya untuk ke minimarket yang ada di tempat itu, setelah belanja barulah mereka ke apartemen Angga.


Jantung Zara tiba tiba berdetak begitu cepat saat kakinya memasuki unit apartemen Angga. pandangannya langsung menyapu seisi ruangan itu, yang nampak masih sama seperti pertama kali dia menginjakkan kakinya di tempat itu. Bayangan kenangan manis dan pahit langsung muncul di pikiran Zara.


"Ini palmen papa?" tanya Rangga


"Iya sayang,,," Jawab Angga


"Baguc cekali" ucap anak itu


Angga melihat Zara yang masih mematung di dekat pintu, dia yakin jika Zara pasti teringat semua kenangan mereka di masa lalu.


"Ayo kita istirahat" Ucap Angga pada Zara dan langsung membuyarkan pikiran wanita itu.


"I,,ya kak" jawab Zara


Kemudian Angga meletakkan plastik belanjaan mereka, sedangkan Rangga sudah akan berlari ke kamar untuk beristirahat.


"Sayang,, lepas dulu kaos kakinya" ucap Zara pada Rangga


"Iya ma" Rangga duduk lalu melepas kaos kakinya dan memberikan nya pada mamanya. Tiba tiba saja Zara merasa gugup saat akan masuk kedalam kamar.


"Apa kamu sedang mengingatnya?" tanya Angga tiba tiba membuat jantung Zara semakin berdebar

__ADS_1


Deg!


Zara tidak mampu berucap, tubuhnya sudah seperti membeku saja.


"Aku juga masih terus mengingatnya" Ucap Angga sekali lagi sebelum menyusul putranya yang sedang asyik melompat lompat di atas tempat tidur.


Sepertinya kantuk Rangga sudah hilang, buktinya bocah tampan itu terlihat sangat girang.


"Papa,,, tangkap langga!" Teriak Rangga yang kemudian berlari dan melompat ke arah papanya


Hap!


Tepat sasaran, Angga langsung menangkap Rangga saat melompat ke arahnya, dan bocah tampan itu tertawa kesenangan.


" Malam malam jangan lompat lompat Rangga , Nanti ngompol loh. Mau pake pempers?!" tegur Zara


"Gak mau ma! nanti Langga pipic duyu cebelum tidul" jawabnya


"Papa tidul dicini juga?" tanya Rangga


"Tidak, kayaknya papa harus pulang kerumah oma. Nanti papa kenalin Rangga sama oma dan opa ya,,Sekarang Rangga tidur" ucap Angga


"Kalau Langga tidul, papa dan mama mau apa?" tanya Rangga


"Eh!" Angga dan Zara terlihat bersamaan kaget mendengar pertanyaan cerdas putranya


"Ya,, gak ngapa ngapain, tapi papa akan pulang setelah Rangga tidur" jawab Angga


"Baiklah, ayo kita ke kamar mandi" ucap Angga, kemudian dia membawa Rangga ke kamar mandi sedang Zara bingung mau apa sekarang.


"Kalau mau ganti baju, buka saja di lemari itu" ucap Angga dari kamar mandi


Zara melangkah kan kakinya menuju ke lemari pakaian. Lalu dia buka pintu lemari pertama, isinya pakaian Angga yang tersusun rapi, dari pakaian santai hingga pakaian kerja, semua lengkap. Lalu Zara menutupnya dan beralih ke pintu ke dua, Disana tersusun pakaian anak laki laki, mungkin itu pakaian untuk Rangga


"Kapan dia menyiapkan ini semua?" batin Zara


Lalu Zara penasaran dengan isi di pintu lemari ke tiga, dia pun membukanya dan ternyata isinya pakaian wanita. Dari pakaian rumahan hingga pakaian untuk bekerja, bukan hanya untuk luar tapi juga untuk bagian dalam. Tak tanggung sepatu, hijab, semua sudah ada di dalam.


"Aku sudah menyiapkan semua, siapa tau kamu dan Rangga akan menginap disini, jadi tidak perlu bawa baju ganti" bisik Angga membuat Zara merinding


"Kapan kakak menyiapkan ini semua? dan,, bagaimana tau ukurannya?" tanya Zara dibuat penasaran.


Angga tersenyum dan membalik badan Zara hingga berhadapan dengannya


"Meski aku jarang tinggal disini, ada orang yang aku bayar untuk membersihkan tempat ini, kemarin aku memesan semua ini dari temanku. Kamu penasaran aku tau darimana ukurannya?" tanya Angga dan Zara mengangguk


"Iya" jawab Zara


"Aku hanya memperkirakan saja,,, hehe aku harap,, di bagian itu muat dan aku tidak salah beli!" Zara mengikuti arah pandang Angga turun dari mata kebawah hingga berhenti pada sumber kehidupan Rangga dulu.


"Mesum!" sontak saja Zara memukul lengan Angga karena tingkah mesumnya itu, namun pria itu malah terkekeh

__ADS_1


"Rangga,,, mama jahat nihhh, masak papa di pukulin!" adunya pada putra mereka


"Mama, napa pukulin papa?" cetus bocah itu langsung menyamber saja


"Papa nakal, jadi mama pukul" jawab Zara langsung menutup lemari dan pergi menghampiri Rangga yang saat itu sedang melihat bingkai foto.


"Papa jangan nakal cama mama!" ucap anak itu balik membela sang mama


"Iya iyaaa!" jawab Angga dengan wajah cemberut


Zara tersenyum puas saat Rangga berbalik membelanya bukan papanya.


"Mama,, papa,, apa ini foto kalian?" tanya Rangga dengan polosnya


Zara mendekat dan melihat foto yang ada di tangan putranya. Foto itu adalah foto kelulusan Zara


"Iya,, itu mama dan papa dulu" jawab Angga ikut menghampiri Rangga dan Zara


" Foto itu di ambil di tempat ini, saat itu mama baru lulus kuliah" jawab Zara


"Mama cantik, papa juga tampan" ucap Rangga saat memperhatikan foto kedua orang tuanya. Angga dan Zara tersenyum lalu Zara mengajak Rangga untuk segera tidur.


Waktu sudah semakin malam, Angga harus pulang setelah Rangga tidur. Rangga anak yang penurut dia pun sudah berbaring di tempat tidur, tentu dia ingin seperti kemarin, tidur di temani papa dan mamanya.


"Tidurlah sayang,,," Ucap Angga mengusap usap kepala Rangga


Zara mengusap pahaa rangga saja sambil ikut rebahan di samping putranya. Mungkin sama sama lelah, bukan hanya Rangga yang tidur, tapi juga papa dan mamanya. Akhirnya Angga tidak pulang kerumah dan menginap di apartemen bersama Zara dan Rangga.


"Kemana sih Angga?! sudah jam segini belum pulang juga?! ini pasti gara gara wanita pilihan Angga! pasti wanita itu melarang Angga pulang kerumah!" ucap ibu Marissa yang masih berada di ruang keluarga menunggu Angga pulang


"Ma,, tidur yuk,, papa ngantuk nih" pak Dermawan menghampiri ibu Marissa


"Mama masih nungguin Angga pa! ini sudah jam 10 lewat, dia ngilang dari siang sampai malem, pasti dia pergi sama wanita pilihannya itu!! lihat anakmu sekarang?! pasti wanita itu ngajakin gak bener! Awas aja dia kalau gak pulang, mama paksa dia kawin sama Dokter Zara! mama gak mau punya mantu yang bawa dampak buruk ke Angga kayak gini! " ucap mama


"Nikah ma, bukan kawin! Mama jangan buruk sangka gitu lah, siapa tau Angga nginep di apartemen kan? sudah besok kita ke apartemen saja kalau malam ini dia gak pulang. Kalau dia gak di apartemen berarti dugaan mama benar, dia ngelayap sama wanita yang ntah siapa itu" ucap papa


"Mama setuju usulan papa. Ayo kita tidur" jawab mama.


.


.


.


.


.


Nahhhhh ayo maaa, paaa,,, ke apartemen aja. Anak mu ada di sana sama wanita pa, ma. Bila perlu, besok hajar ajaaaaa papa🤣 biar dia gak nakal lagi🤣


Kalian yang di apartemen, hati hati besok mau di grebek, ahhaahaha 🤣 langusung di kawiinin entar! eh nikahin 😅

__ADS_1


#tawajahat


__ADS_2