Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Tidak Mau Mengaku


__ADS_3

"Kita akan dihukum apa? Apa kita tidak boleh bertemu lagi?" tanya Rizal sedikit cemas


"Aku rasa bukan itu" jawab Liora


"Terus apa?" tanya Rizal


"Mungkin kita di suruh kawin" jawab Liora


"Apa? Kawin?!" Rizal tercengang mendengar jawaban Liora yang seperti asal bicara. Gadis itu terkekeh saat melihat wajah Rizal yang sangat lucu ketika terkejut.


"Ya ampun,,, masih kecil udah mikir kawin!" Rizal refleks mengacak acak rambut Liora karena merasa sangat gemas dengan gadis cantik itu. Bagi pria dewasa seperti Rizal, tentu pikirannya sudah melalang buana sampai ke cakrawala ketika mendengar kata 'KAWIN'.


"Siapa yang masih kecil?! aku sudah besar kali! dan aku sudah bisa mengandung anak kecil " kekeh gadis cantik itu.


"Ya ampun,,,, nikah dulu neng baru kawin! Memangnya kamu mau kawin sama aku? eh Nikah " ucap Rizal setengah harap harap cemas, takut di tolak dan dia akan sangat malu jika di tolak


"Nikah sama kakak?" jawab Liora


"Iya?" Jawab Rizal


Liora tersenyum lalu memasang helmnya kembali setelah sempat di lepas sebelumnya.


"Kalau serius temui orang tuaku!" Jawab Gadis itu dengan tersenyum yang mengandung sejuta arti.


Rizal menangkap jika Liora memberikannya harapan. Perasaan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Meski gadis itu tidak secara langsung mengatakan mau menikah dengannya, tapi dari jawaban terakhirnya, gadis itu ingin memiliki hubungan serius seperti yang Rizal harapkan.


Seperti mendapatkan angin segar, Rizal kembali bersemangat untuk menemui keluarga Liora. Sedikit dia kesampingkan soal hukuman yang mereka akan terima nanti karena belum tau apa hukumannya. Yang terpenting saat ini Liora juga memiliki perasaannya yang sama meski tidak tersurat dan hanya tersirat. Kemudian Rizal menaiki motor bersama Liora dan akan segera pulang kerumahnya.


"Aku akan semakin bersemangat memantaskan diri, agar kita bisa bersanding Liora. Aku akan buktikan pada keluargamu, jika aku layak untukmu!" batin Rizal.


Sementara itu Angga masih berada di warung Mie Ayam Dika yang buka cabang di dekat kampus Kedokteran mereka dulu. Karena Zara ngidam mie ayam bakso disana, jadi Angga akan membelikannya terlebih dulu sebelum pulang. Warung mie ayam itu tidak terlalu ramai karena sudah lewat jam makan siang. Setelah membeli beberapa porsi mie ayam, Angga mengajak putranya segera pulang.

__ADS_1


"Aku bener bener gak nyangka, kamu itu kocak juga ly! aku kira kamu itu orangnya sangat serius" ucap Rizal yang terkekeh saat mendengar cerita lucu Liora


"Ada saatnya kita serius, ada saatnya kita santai kak. Kalau serius terus cepet tua nanti!" kekeh gadis itu


"Iya yah,, kamu benar. Aku benar benar kagum sama kamu" ucap Rizal


"Hanya kagum?" tanya Liora sengaja memancing Rizal.


Rizal tersenyum dan mencuri pandang pada gadis itu dari kaca spion motornya


"Mau aku bilang cinta, takut kamu tolak. nanti kamu gak percaya dengan alasan karena kita baru kenal dan ini terlalu cepat" jawab Rizal dengan jujur, Liora tidak menjawab, dia hanya tersenyum di balik punggung kekar pemuda itu.


Liora dan Rizal sampai lebih dulu daripada Angga dan Rangga. Saat keduanya berhenti didepan rumah, Zara keluar dari ruang tamu dan menghampiri mereka. Rizal dan Liora pun menyapa Zara


"Rangga dan papanya kok belum sampai ya?" ucap Zara


"Kena macet mungkin kak, tadi kami gak lewat jalan besar soalnya" jawab Liora


Lalu Zara masuk kedalam rumah dan diikuti Liora dan Rizal. Kemudian mereka duduk bersama di ruang tamu. Zara meminta pembantu dirumah itu untuk membuatkan minuman.


"Papa dan mama kemana kak?" tanya Liora


"Ada di belakang, kenapa?" jawab Zara


"Gak papa" jawab Liora


"Kak Zara boleh tanya,,?"


"Boleh" jawab Liora


"Sebenarnya, apa hubungan kalian berdua?!" tanya Zara, Zara sudah mendengar cerita dari Angga jika Liora dan Rizal bertengkar dengan salah satu anak magang di rumah sakit.

__ADS_1


",,Ke,,napa kak Zara tanya begitu?!" jawab Liora sedikit gugup


"Jujur saja,," ucap Zara


"Kami hanya berteman dokter, iyakan Ly" ucap Rizal mulai ikut buka suara


"Iya, kita hanya berteman" jawab Liora


Zara menatap wajah tegang keduanya, dan saat di tanya, wajah mereka sama sama memerah


"Kalian yakin hanya berteman? tidak lebih dari sekedar teman?!" tanya Zara lagi


Keduanya langsung diam tanpa berani menatap atau pun menjawab pertanyaan Zara lagi. Dari gelagat keduanya, sudah bisa di tebak jika mereka sama sama memiliki 'RASA'. Zara tersenyum kecil saat melihat keduanya pasti masih saling menyembunyikan rasa.


Sementara itu, diam diam pak Dermawan dan Ibu Marissa menguping di balik dinding pemisah ruang tamu dan ruang keluarga.


"Mereka tidak mau mengaku!" bisik pak Dermawan


"Ssstttt,,,! jangan berisik! nanti ketahuan!" balas Ibu Marissa


.


.


.


.


.


Ya ampunnn kelakuan opa dan oma nya langga nih! 🤣😌🤣

__ADS_1


__ADS_2