
"Opa,,," ucap Rangga
"Apa Rangga?" tanya pak Dermawan
"Kawin itu apa Opa?!" tanya Rangga dengan wajah polos
"Waduh!" Pak Dermawan langsung menutup mulut.
Pak Dermawan pusing karena dirundung masalah besar kali ini. Opa Rangga itu pun berfikir keras menyusun kata kata untuk menjelaskan pada cucu yang super ingin tau itu tentang arti 'kawin'
"Kenapa aku sampai lupa jika ada bocil satu ini?! ya ampunnnnn apa yang harus aku katakan?!" batin pak Dermawan
"Apa opa? kok Opa diem aja?!" tanya Rangga merengek pada opanya
"Begini Rangga, cucu opa,, Kawin itu,,, aktivitas yang hanya boleh di lakukan oleh orang dewasa yang sudah menikah. Ah,, seperti membuat adik bayi, jadi anak kecil belum boleh tau banyak soal itu" ucap pak Dermawan
"Jadi papa dan mama kawin?! kan jadi dedek bayi?!" tanya Rangga lagi
"Waduh!" pak Dermawan kembali menganga
"Ya,,aa begitu lah,,," jawabnya dengan pasrah
"Ohh,, jadi nanti kalau Langga cudah becal balu bica kawin cama Jacmine ya opa, cekalang gak boleh kalena Langga macih kecil?!" tanya Rangga lagi
"Ya ampun,,,, anak siapa ini?! eh cucu ku deng!" batin pak Dermawan merasa gemas sendiri menghadapi Rangga
"Iya, dan Rangga gak boleh bahas itu lagi yah. Nanti kalau Rangga sudah besar, Rangga akan tau lebih jelasnya. Sudah jangan bicara lagi, sebentar lagi adek Rangga akan keluar" ucap pak Dermawan
dan Rangga mengangguk paham.
Tak lama kemudian terdengar tangisan bayi bersahutan dari dalam ruang bersalin.
"Yey,, adek cudah lahil Opa! Langga jadi abang!" ucap Rangga dengan kegirangan.
Operasi berjalan dengan lancar, kedua bayi kembar Angga dan Zara sudah lahir dan siap menghadapi dunia yang kejam.
"Alhamdulillah,,, anak anak kita sudah lahir sayang,," ucap Angga pada Zara dan mencium seluruh wajah istrinya. Angga begitu haru saat bisa menemani istrinya yang berjuang melahirkan penerusnya.
__ADS_1
"Alhamdulillah,," ucap Zara
Sementara di ibu Marissa menyelesaikan tugasnya sebagai dokter kandungan sedang kan suster sudah bertindak membersihkan dua bayi bayi kembar yang masih merah itu.
"Terima kasih,," ucap Angga mencium kening istrinya dengan cukup lama
"Dokter,, mau gendong babynya?" tanya suster saat bayi itu sudah di bedong
"Keduanya sehat yang satu tampan dan satu cantik" ucap suster
Angga menggendong kedua bayi itu tanpa rasa canggung, dan memperlihatkan putra putri mereka pada mamanya
"Lihat,, mereka sangat mirip denganku yah" kekeh Angga
"Iya,, Sepertinya ketiga anak kita semua mirip kamu pa,," ucap Zara sambil mengusap lembut wajah putranya
"Udah biasa itu, Ibu yang mengandung 9 bulan tapi anak mirip bapak" kekeh ibu Marissa menghampiri Angga saat tugasnya sudah selesai. Lalu Ibu Marissa melihat kedua cucunya
"Semoga kelak menjadi anak anak yang baik, pintar dan berbakti pada kedua orang tua dan masyarakat banyak" ucap Ibu Marissa memandangi kedua cucu cucu barunya
"Aamiin,,"
"Sudah,, putra kita namanya Azzam Angga Dermawan dan putri kita Azzura Natasya Dermawan. Jadi adil pakai nama papanya dan nama tengah mamanya untuk nama mereka" ucap Angga,
"Iya,, aku setuju, nama yang cantik" ucap Zara dengan tersenyum dan kedua bayi itu tersenyum seolah begitu senang mendapat kan nama itu
Kemudian Zara disenderkan dan akan memberikan Asi pertama untuk kedua anak kembarnya.
Setelah kondisi Zara sudah stabil, mereka akan memindahkan Zara dan bayinya ke ruang rawat inap. Saat pintu dibuka, didepan ruangan bersalin itu sudah berkumpul keluarga Zara juga pak Dermawan dan Rangga.
"Adek bayiiiii" teriak Rangga saat melihat adek bayinya di gendong Angga dan juga Ibu Marissa.
"Selamat ya sayang,,," ucap Ibu Zara saat menghampiri putrinya yang masih terlihat lemas
"Makasih bu,," Jawab Zara dengan tersenyum
Lalu Angga memberikan baby Azzura pada neneknya dan setelah itu mereka menuju ke ruangan yang sudah disiapkan untuk Zara dan bayinya. Ucapan selamat atas kelahiran kedua bayi kembar Angga dan Zara pun tumpah ruah dari para pegawai rumah sakit.
__ADS_1
Sampai di ruang rawat inap, ruangan itu sudah di persiapkan dengan dekorasi yang di siapkan oleh para pegawai rumah sakit untuk menyambut baby Azzam dan Baby Azzura. Tak hanya itu, mereka juga menyiapkan kado untuk sang kakak Rangga.
"Oh iya tadi Liora minta d telfon kalau sudah lahiran" pak Dermawan mengambil ponsel lalu menghubungi Liora dengan sambungan Video.
Beberapa saat menunggu
"Hallo Assalamualaikum pa,, udah lahir ya pa?!" tanya Liora
"Wa'alaikumsalam sudah,, itu ada di box bayi lagi tidur
"Lihat pa" ucap Liora
Lalu pak Dermawan mendekatkan ponselnya ke arah box bayi dan disana juga ada Rangga yang sedang berdiri melihat kedua adik kembarnya
"Maasyaa Allah,,, halooo ponakan Aunty,,, ciapa namanya?!" tanya Liora
"Namanya Azzam dan Azzura" jawab Angga
"Mirip banget sama kakak ya. Iihhh jadi pengen,,,," ucap Liora merasa gemas melihat kedua bayi kembar kakaknya
"Aunty pengen?!" tanya Rangga
"Iya,, gemesss!" jawabnya dengan masih menatap kedua bayi kembar itu
"Kata Opa Aunty haluc kawin duyu cama Om Lijal, balu nanti jadi adek bayi" ucap Rangga dengan polosnya
Eh!
Semua orang langsung menoleh pada pak Dermawan yang saat itu terlihat sangat terkejut .
.
.
.
.
__ADS_1
.
Hahahahahahah Ya ampunnn Rangga! pengen tak uyel uyel🤣