Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Itu Suara Siapa?!


__ADS_3

"Sayang,, bangun,,"


Zara membuka mata saat merasakan sentuhan lembut di pipinya, begitu terkejutnya Zara ketika melihat Angga sudah berada di atas tubuhnya


Deg!


"Ka,,kak,, mau apa?" tanya Zara dengan jantung yang berdetak begitu cepat


"Aku rindu,,,"


"Aku rindu semua yang ada pada dirimu,," Angga mengusap lembut pipi Zara, menatapnya penuh damba. Jari jari itu terus turun mengitari bibir merah yang begitu menggoda. Jarak keduanya semakin terkikis, dan Zara seperti tidak bisa bergerak


"Jangan,, kak,," dadaa Zara terasa semakin sesak, hembusan nafas hangat sudah semakin menerpa wajahnya


"Aku menginginkan mu Zara,, " Ucap Angga semakin mendekat


"Jangan kak!"


Zara terbangun dengan keringat bercucuran, dia melihat dirinya sendiri masih berpakaian lengkap, kemudian dia menoleh ke samping dan melihat Angga tengah memeluk Rangga saat mereka tidur


"Astagfirullah"


"Huh! ternyata mimpi!" Zara langsung bernafas lega, ternyata semua hanya mimpi. Lalu Zara melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul setengah lima. Dia baru sadar ternyata Angga tidak jadi pulang dan malah menginap di apartemen bersama dia dan Rangga. Zara menatap sebentar wajah Angga yang sedang tidur pulas , kemudian dia turun dari tempat tidur.


Zara berjalan ke dapur dan melihat barang barang yang mereka beli semalam. Lalu Zara mengawali dengan memasak nasi terlebih dulu. Beruntung di apartemen itu sudah lengkap peralatan masaknya.


"Aku akan membuat nasi goreng saja nanti"


Mendengar suara adzan subuh, Zara kembali ke kamar membangunkan Angga untuk menjalankan kewajibannya. Kemudian Zara duduk di samping Angga yang masih tidur dan memanggilnya dengan suara pelan


"Kak,, bangun,, sudah subuh" ucap Zara.


Rangga sudah tidak lagi memeluk sang papa, kini beralih memeluk guling di sampingnya.


"Kak,, bangun,, sudah subuh" Zara menggoyangkan bahu Angga agar pria itu segera bangun


Begitu kagetnya Zara saat Angga menangkap tangannya, lalu tangan itu di dekapnya hingga membuat yang punya jadi menunduk


"Aku ingin memelukmu, tapi pasti tidak boleh,, jadi ini saja" ucap nya dengan suara serak


"Kak,, jangan begini, nanti Rangga bangun" ucap Zara berusaha menarik tangannya

__ADS_1


"Jangan di tarik, atau aku akan benar benar memelukmu!" ucap Angga dengan masih memejamkan matanya. Zara pun diam dan membiarkan tangannya terus berada didalam dekapan Angga


"Aku ingin begini sebentar lagi" ucap nya


"Tapi subuh kak,," ucap Zara


"Subuh?!" Angga langsung membuka matanya


"Aku lupa memberi kabar mama, pasti mereka khawatir!" Ucap Angga kemudian melepaskan tangan Zara dan meraih ponselnya di atas nakas


"Pantas saja, ternyata ponselku mati dari semalam!" ucap Angga. Lalu Angga mengambil charger dan mencas ponselnya.


"Kita sholat dulu yuk" ucap Angga


"Kakak saja, aku lagi istimewa" jawab Zara


"Oh,, baiklah kalau begitu" jawab Angga lalu beranjak dari tempat tidur. Pantas saja semalam Zara membeli roti jepang saat di mini market.


Sementara Angga menjalankan kewajiabannya, Zara kembali ke dapur untuk membuat sarapan. Hanya ada nasi goreng, nugget, ayam goreng dan susu saja yang bisa di hidangkan untuk sarapan mereka nanti. Saat sedang menggoreng ayam, Zara di kagetkan dengan keberadaan Angga yang berdiri dibelakangnya.


"Kakak! seneng banget ngejutin aku!" ucap Zara


"Cuma ada nasi, nugget dan ayam aja. Jadi Zara buat nasi goreng, sama itu tadi lauknya" jawab Zara.


"Itu saja sudah cukup. Apa yang bisa aku bantu?" tanya Angga


"Tidak ada, semua sudah mau selesai kak. Mending kakak mandi saja" ucap Zara kembali fokus pada penggorengannya


"Mau dimandiin kamu boleh?" bisik nya membuat Zara geli


"Kakak, tambah mesum deh!" Cetus Zara dan Angga terkekeh


"Mungkin efek terlalu lama sendiri jadi kurang belaian, haha,, karena sudah tau rasanya enak, jadi,,,," Angga memutus pembicaraannya saat melihat Rangga sudah ada di dapur


"Sayang,, sudah bangun?" tanya Angga pada putranya.


" Cudah pa,, Mama macak apa?" tanya Rangga


"Nasi goreng aja ini, gak ada yang lain yang bisa di masak" jawab Zara


"Kita mandi yuk, setelah itu kita sarapan" ucap Angga mengajak putranya mandi

__ADS_1


"Ayo pa" jawab Rangga


Lalu keduanya masuk ke dalam kamar sedangkan Zara segera menyelesaikan pekerjaannya.


Selesai memandikan Rangga, Angga memanggil Zara untuk menggantikan pakaian Rangga, sedangkan Angga sendiri langsung mandi. Selesai mandi Angga keluar dari kamar dan melihat pakaiannya sudah di siapkan Zara diatas tempat tidur mereka, dia tersenyum lalu memakai pakaian yang sudah di siapkan untuknya satu persatu.


"Enaknya punya istri, semua sudah disiapkan. Jadi gak sabar nikahin kamu Ra,,! " gumam Angga sambil memakai pakaiannya.


Setelah memakai pakaian, Angga mengambil ponsel dan menghidupkannya. Lalu Angga menghubungi mamanya agar tidak khawatir. Angga meletakkan ponsel di atas meja rias yang disiapkan untuk Zara, sambil dia mengancingkan kemeja nya


"Hallo ma,, Assalamualaikum" ucap Angga saat panggilan sudah tersambung


"Wa'alaikumsalam, kamu kemana aja si Ngga?! dari siang ngilang, malam gak pulang?!" tanya mama dengan suara terdengar seperti marah


"Angga nginep di apartemen ma, mama gak usah khawatir. Ini Angga juga mau siap siap ke rumah sakit" jawab Angga


"Kenapa gak kabari mama?! mama khawatir dari semalam!" jawab mama


"Maaf ma, aku ketiduran dan hape Angga juga lowbat. Lagian Angga juga sudah besar ma, mama jangan khawatir berlebihan" ucap Angga


Saat Angga sedang menelfon, Zara masuk karena akan mandi


"Maaf, aku mau mandi kak" ucap Zara


"Iya mandilah , aku akan keluar" jawab Angga


"Itu suara siapa Ngga?!"


Deg!


Angga baru sadar jika telfonnya belum dia matikan.


.


.


.


.


Nah ma,, itu suara wanita yang nginep bareng Angga di apartemen ma! mama kapan mau nyusul Angga ke apartemen? gak seruh iihhh mama, keburu Angga dan Zara kabur ma! mama jangan kelamaan dandan ma! cepet atuhhh ma🥴

__ADS_1


__ADS_2