
Tok
Tok
"Masuk" Suara itu terdengar dari dalam, lalu Zara membuka pintu ruangan Dokter Angga
"Assalamualaikum" ucap Zara dengan tersenyum manis
"Wa'alaikumsalam, dokter Zara,, silahkan masuk" ucap Angga dengan membalas senyum Dokter Zara tak kalah manis, bahkan 2 suster yang ada di dalam ruangan itu ikut tersenyum. Pasalnya sejak tadi mereka tidak melihat Dokter nya tersenyum, bahkan terkesan sangat serius dan dingin.
"Sus, tolong kalian berdua keluar, saya ada urusan penting dengan Dokter Zara" ucap Angga
"Baik Dokter,,," Kedua suster itu akhirnya keluar dari ruangan Dokter Angga, Lalu Angga bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri istrinya
"Duduklah Dokter Zara" Ucap Angga menuntun Zara untuk duduk di sofa bersama Angga.
"Ada apa pap?" tanya Zara saat mereka sudah duduk berdua.
Tangan Angga mengambil remote kecil, lalu diarahkan ke pintu keluar, Setelah itu Angga menekan sebuah tombol kecil hingga membuat pintu itu terkunci otomatis.
"Pap,,, kok di kunci??" Zara kaget saat Angga malah mengunci pintu ruangannya. Kemudian dokter tampan itu meletakkan kembali remote pada tempatnya semula.
"Aku ingin bicara serius denganmu,,," Angga memegang tangan istrinya dan mengusapnya pelan.
"Iyah, bicara saja.. tapi kenapa harus di kunci? nanti mereka berfikir kita sedang melakukan hal mesum" ucap Zara sedikit cemas
"Biar kan saja, kamu tidak perlu cemas,," Angga menyentuh wajah istrinya dengan lembut
"Cepat katakan pap, Ada apa? kenapa menyuruh Zara kesini ?" tanya Zara
Angga tak berucap lagi, hanya menatap bibir istrinya yang di lapisi lipstik berwarna nude. Zara menarik kesimpulan sendiri saat Angga tidak bicara dan menatap bibirnya.
Cup!
Satu kecupan di layangkan Zara pada bibir tipis Angga
__ADS_1
"Tadi Dokter Jane kesini menemuiku" ucap Angga
"Apa? ngapain kesini?" tanya Zara
"Satu informasi 1 kecupan" ucap Angga menatap istrinya
Tanpa bicara lagi, Zara kembali mengecup bibir merah tipis itu dengan sedikit menyesapnya
"Katakan apa yang dia bicarakan dengan mu" ucap Zara
"Dia menceritakan semua keburukan mu pada ku . Dia mencoba mempengaruhiku dan mengatakan soal pernikahanmu dan Bryan. Mungkin dia pikir, aku tidak mengenalmu" ucap Angga
"Rubah betina itu! benar benar harus di beri pelajaran!" Cetus Zara dengan wajah kesal
"Aku rasa wanita itu ada hubungannya dengan penyebar gosip di rumah sakit ini. Bisa jadi dia yang menyebarkannya,, tapi untuk apa?" tanya Angga
"Mungkin dia ada dendam pada Zara..." ucap Zara
"Dendam? dendam apa?" Angga menarik Zara untuk duduk di pangkuannya
"Tidak akan ada yang melihat, ruangan ini di kunci otomatis dan sudah terpasang alat kedap suara. Kamu jangan khawatir. Cepat katakan ada dendam apa?" ucap Angga
"Dulu waktu SMA, Jane selalu mencari masalah denganku, bahkan dia dengan teganya menuduhku mencuri ponsel salah satu teman di sekolah itu. Untung nya saat itu ada teman lain yang melihat jika Jane lah yang meletakkan ponsel itu kedalam tas Zara. Setelah kejadian itu mungkin dia merasa malu, kemudian dia pindah dari sekolah itu. Kami bertemu lagi saat di rumah sakit cabang, jane terlihat tidak suka pada Zara, tapi karena jadwal praktek kami berbeda, jadi tidak pernah bertemu lagi, hingga sekarang malah sama sama di pindahkan ke rumah sakit pusat. Apa karena itu dia dendam pada Zara?" ucap Zara, dia sendiri merasa bingung kenapa Jane masih saja menaruh dendam padanya
"Bisa jadi, kita harus selidiki Jane dan Bryan" ucap Angga
"Iya,,, kedua orang itu bisa saja bekerja sama, karena dulu Jane menyukai Bryan,," ucap Zara
"Lalu Bryan suka pada siapa?" tanya Angga
"Mana Zara tau, pacarnya dulu banyak. Sempat dia dulu juga nembak Zara, tapi Zara tolak mentah mentah, siapa juga yang mau sama cowok sok playboy kayak dia! Playboy cap teri,,!" sungut Zara
Angga merasa gemas melihat wajah cantik istrinya jika sedang kesal begitu. Kemudian Angga menangkup wajah istrinya dan menyesap bibir yang sejak tadi terus bergerak, hingga Zara dibuat kaget dan membulat matanya.
Sesapan kuat itu sangat memabukkan , Zara terbuai hingga melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya, menekannya sedikit hingga Angga memperdalam sesapannya .
__ADS_1
Tangan Angga langsung aktif dan mencari tempat yang sudah menjadi Candunya, sampai Zara di buat seperti kesetrum saat tangan besar itu berulah. Mati-matian Zara menahan desaahannya agar tidak keluar dari mulutnya.
"Sudah cukup" Angga melepas kan istrinya dan menatapnya dengan penuh damba.
"Sudah waktunya makan siang, ayo pulang. Kita makan bersama di rumah sama Rangga" ucap Angga membetulkan penampilan istrinya. Angga mengusap bibir Zara dan merapikan lipstiknya yang sedikit berantakan.
"Iya,, Zara juga sangat rindu dengan Rangga" jawab Zara
Kemudian Zara turun dari pangkuan Angga dan keduanya akan segera pulang kerumah menemui putranya. Angga mengambil remote, lalu membuka kunci pintu ruangannya, setelah itu keduanya keluar dari ruangan itu dengan wajah datar seperti biasa .
"Suster, kami akan pergi keluar, jika ada yang mencari saya, katakan nanti saya akan kembali setelah jam makan siang" ucap Angga
"Baik dokter" jawab suster yang menunggu mereka di kursi tunggu yang ada di depan ruangan Angga.
Lalu Angga dan Zara berjalan bersama menuju ke parkiran rumah sakit.
"Kayaknya beneran ada hubungan deh Dokter Zara dan dokter Angga. Coba lihat, mereka terlihat begitu akrab, selama ini mana pernah ada dokter wanita yang di perlakukan seperti itu oleh dokter Angga. Jangankan senyum, menoleh saja tidak..." ucap suster
"Ya kamu benar, akhir akhir ini Dokter Angga juga sering tersenyum sendiri, mungkin lagi inget sama Dokter Zara jadi gak sadar sudah seperti orang gila,, "
"Hus! mulutmu kalau ngomong jangan sembarangan! disini banyak CCTV! mau kamu di pecat karena sudah mengatakan dokter Angga gila?!" ucap temannya
"Hihhii Gila karena cinta maksudku,,,"
"Ck! kamu ini rum! bisa aja! sudah, ayo kita kerja lagi"
Kemudian dua suster itu kembali masuk kedalam ruangan Angga untuk menyelesaikan tugasnya. Sementara Angga dan Zara sudah pergi meninggalkan rumah sakit menuju kerumah keluarga Dermawan .
.
.
.
..Senin Senin Senin
__ADS_1
Mau minta d Vote akuhhhhh 😀✌️