Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Bukan Papa Ku !


__ADS_3

"Anda ciapa?" tanya Rangga


"Aku papa mu" jawab Angga


"Bukan! kamu bukan papa ku!" Jawab Rangga dengan nada sedikit keras. Dia bingung dengan pria yang mengatakan dirinya papa, padahal papanya tidak seperti itu wujudnya. Semua orang di buat tercengang dengan jawaban Rangga, bisa bisanya Rangga tidak mengenali papanya


Angga yang awalnya bersandar di dasboard sofa saat sedang di obati pun langsung duduk dengan benar


"Rangga, ini papa nak" ucap Angga lagi


"Bukan! papaku sangat tampan, tampannya sama denganku! wajah papaku putih tidak bilu bilu cepelti itu. Jangan mengaku ngaku papa, nanti aku adukan pada papaku!" jawab Rangga dengan tegas


"Ini semua gara gara papa!" Cetus Angga


"Bahahahahaa,,, kasihan sekali kamu! anak sendiri tidak mengenali lagi!. Rangga itu papa mu!" ucap pak Dermawan


Rangga terlihat bingung meski opanya berkata jika pria di samping ibunya itu adalah papanya. Namun dalam ingatannya, sang papa itu begitu gagah, tampan rupawan seperti dia, tapi yang ada di hadapannya sekarang adalah pria dewasa dengan wajah merah kebiru-biruan bahkan sudah seperti pasien ibunya.


"Rangga,,, ini benar papa nak" ucap Zara menjawab kebingungan putranya


"Papa? tapi ma,,, papa tidak begini. Papa tidak jeyek!" jawab Rangga masih enggan menganggap Angga papanya


"Sini,," Ucap Zara pelan dan Rangga mendekat namun hanya pada ibunya. Dia masih menatap tak suka pria yang mengaku ngaku papanya


"Tadi papa pake baju warna apa?" tanya Zara


"Melah" jawab Rangga


"Ini warna apa?" Zara menunjuk kemeja yang di pakai Angga saat itu


"Melah" jawab Rangga


"Ini papa sayang, coba perhatikan lagi. Rambutnya, kulitnya,,," ucap Zara belum selesai


"Tapi wajahnya beda!" sahut Rangga

__ADS_1


"Tadi,,, papa habis di pukul Opa, karena papa nakal" ucap Ibu Marissa dan Rangga tampak kembali berfikir


"Apa benal papaku?" tanya Rangga pada Angga


"Iya,, ini papa Angga. Nanti kalau papa sudah sembuh, papa akan terlihat tampan lagi. Kita kan lelaki paling tampan!" ucap Angga dan Rangga tersenyum saat Angga mengatakan mereka adalah lelaki paling tampan.


"Ini papaku!" Rangga langsung melompat girang ke arah Angga hingga membuat Angga kembali meringis


"Uhh!" aduhnya saat lutut Rangga mengenai perutnya yang sempat di pukul pak Dermawan. Semua keluarga kembali tersenyum lega saat Rangga sudah mengenali papanya


"Maaf pa!" ucap Rangga dan Angga mengangguk sambil menahan sakit


"Pa,, Papa nakal ya? belalti kalau Langga nakal, papa akan memukul Langga campai bilu bilu gicu?" tanya Rangga sambil menelisik wajah sang papa berwarna biru kemerahan


"Tidak, papa tidak akan memukul kamu" jawab Angga


"Rangga kalau sudah besar jangan meniru papa mu ya! Rangga harus jadi anak baik" ucap Pak Dermawan


"Iya opa, Langga akan jadi anak baik!" jawab Rangga yang masih berada di pangkuan Papanya


"Kalau Rangga suka pada gadis, Rangga harus bilang sama papa dan mama" sambung Ibu Marissa


"Iya, biar papa dan mama yang akan melamar kan gadis itu untukmu nanti kalau sudah besar. Sekarang kan Rangga masih kecil" Jawab Ibu marissa


"Ohhh,,, " Ucap Rangga seolah mengerti apa yang di katakan omanya. Padahal apa yang di mengerti seorang anak kecil soal melamar anak gadis?


"Pa,, ma,, Langga cuka cama Jahmin" Ucap Rangga saat menatap papa dan mamanya bergantian


"Jahmin?" Ibu Marissa tergelak


"Jasmin maksudnya?" tanya Angga dan Rangga mengangguk


"Siapa Jasmin?" tanya pak Dermawan


"Anak Dinda dan Pak Dika pa. Kata Zara mereka sering bermain bersama" jawab Angga, Kemudian Rangga turun dari pangkuan papanya dan duduk sendiri di samping opanya.

__ADS_1


"Oh Iya?! ternyata Dinda dan Dika punya anak gadis. Mungkin saja mereka nanti berjodoh. Bisa jadi kan?" sahut pak Dermawan menatap Rangga yang tersenyum padanya


"Itu nanti saja pa di bahas, Rangga dan Jasmin juga masih anak anak" sambung mama


"Iya juga sih, Oh iya mulai minggu depan Dinda akan bekerja di rumah sakit menggantikan dokter Fatma yang mengundurkan diri karena harus pindah keluar kota ikut suaminya. Dinda menyanggupi untuk praktek di rumah sakit kita" ucap papa


"Duh, kak Dinda belum tau soal ini, pasti dia akan sangat terkejut nanti jika tau Rangga itu anaknya kak Angga!" batin Zara.


"Pa,, papa dan mama sadar gak sih waktu kesini? coba lihat papa dan mama sekarang!" cetus Angga yang baru sadar jika kedua orang tuanya sangat berantakan


Bug!


Ibu Marissa melempar bantal yang ada di sofa ke arah Angga


"Ini semua juga gara gara kamu!" sarkas mama


"Kok Angga lagi sih ma?! kayaknya banyak banget dosa Angga!" protes Angga pada mamanya


"Jelas gara gara kamu! gak sadar kamu? tadi pagi pagi kamu nelfon mama, terus mama denger kamu ngobrol dengan wanita! panik lah mama! Mama belum mandi, dan papa juga belum mandi, mana sempet siap siap?! keburu kamu kabur dari apartemen!" Ucap mama


"Eh ternyata wanita itu malah wanita yang akan mama jodohkan denganmu! malah mama sudah dapet bonus !" gumam mama


"Wanita yang dijodohkan? maksud mama? Wanita yang akan mama jodohkan sama Angga itu Zara?!" tanya Angga kaget


"Iya" jawab mama


"Saya bu?" tanya Zara seakan tidak percaya


.


.


.


.

__ADS_1


Iyaaa kamu! masak aku?🥴 tapi aku yo mau 🤪


Maaf yah gaess aku gak bisa krejii up, soalnya mau kreji atau pun enggak Viewnya podo wae 🥴😭 Lopeyu all gaessss❤️


__ADS_2