
Wajah Liora dan Rizal berubah tegang sekarang. Bagaimana tidak tegang jika saat ini keduanya sedang di tatap tajam oleh Ibu Marissa.
"Semua ini gara gara Rangga!" batin Liora, Sementara Rangga di ruang tamu sedang duduk dan menikmati cookies keju yang tadi di ambilkan Ibu Marissa dari dalam dan juga susu nya.
"Liora, pulang sama siapa?" tanya Ibu Marissa menelisik pemuda yang sedang bersama putrinya. Ibu Marissa menuruni beberapa anak tangga saat akan menghampiri Liora
Cegluk!
Dengan tubuh sedikit bergetar, Rizal turun dari motornya
"Siang bu,,, saya Rizal" Rizal membungkuk sedikit saat menyapa Ibu Marissa
"Oh,, ini namanya Rizal?" tanya Ibu Marissa yang baru saja selesai menelisik Rizal dari fisiknya
"I,,iya bu, saya Rizal" Jawab Rizal yang sudah panas dingin sekarang
"Iya ma, dia Rizal" Jawab Liora yang tak kalah pucat wajahnya
"Kalian kenapa bisa barengan?" tanya Ibu Marissa
"Tadi,,Um,, kebetulan saya bekerja di rumah sakit bu, tadi waktu saya pulang,, saya melihat Liora duduk sendiri di halte bus. Jadi,, saya menawarkan diri,, untuk mengantarkan pulang. Karena saya cuma punya motor, jadi ya kami naik motor bu" ucap Rizal dengan sedikit terbata bata. Dia sangat gugup, bahkan sudah seperti di sidang saja saat melihat tatapan ibu Marissa. Rizal merasa semakin kecil saja sekarang karena hanya mampu mengantarkan Liora pulang dengan motor saja.
"Jadi kamu panas panasan?" tanya Ibu Marissa pada Liora
"Gak terlalu panas ma, kan cuacanya juga mendung. Udah ya ma, Liora dan Rizal gak ada apa apa. Dan mulai besok Rizal jadi ojek Liora ke rumah sakit. Kata papa Liora gak boleh naik mobil kan? jadi Liora nyewa Rizal jadi ojek selama Liora magang" ucap Liora
Ibu Marissa terlihat diam saja, wanita paruh baya itu menatap Liora dan Rizal bergantian.
"Tinggal dimana kamu? saya tidak mau anak saya di bawa sama orang yang tidak jelas" ucap Ibu Marissa
"Ma,,," ucap Liora
"Diam kamu! mana KTP kamu?!" Ucap Ibu Marissa pada Rizal
"Sebentar bu" Jawab Rizal dengan gemetar, lalu pemuda itu mengeluarkan dompet dan mencari KTPnya. Setelah ketemu, Rizal memberikan pada Ibu Marissa
"Ini bu" ucap Rizal
Ibu Marissa melihat KTP Rizal dan melihat alamat rumah nya.
__ADS_1
"KTP kamu saya tahan selama kamu jadi tukang ojek anak saya!" Ucap Ibu Marissa
"Ma,, gak perlu juga kali ma. Liora bisa jaga diri" ucap Liora
"Ini sebagai jaminan, kalau ada apa apa, mama akan minta dia untuk bertanggung jawab!" ucap Ibu Marissa menatap Rizal yang sudah sangat pucat
"Ii,, iya bu,, tidak papa,, KTP saya di tahan" Jawab Rizal
"Ya sudah, sekarang kamu pulang" ucap Ibu Marissa.
"Baik bu, kalau begitu saya pamit. Assalamualaikum" ucap Rizal
"Wa'alaikumsalam" Jawab Ibu Marissa dan Liora bersamaan. Lalu Rizal menaiki motornya dan menghidupkan mesinnya. Setelah membungkuk sedikit saat menatap ibu Marissa, Rizal pun menjalankan motornya.
"Mama keterlaluan,, buat apa sih pake ngambil KTP Rizal?!" Cetus Liora
"Buat Jaminan!" jawab Ibu marissa dengan ketus
"Ck! terserah mama!" Liora yang kesal langsung masuk ke dalam rumah,
Ibu Marissa melihat KTP Rizal dan membaca alamat pemuda itu.
Saat Liora masuk kedalam rumah, dia mendapati keponakaannya yang jahil itu sedang santai sambil menikmati cemilan kesukaannya. Liora hanya mampu menghela nafas kasar saat Rangga tersenyum ke arahnya.
"Mau marah juga gak bisa!" gumam gadis cantik itu dan dia memilih pergi ke kamar.
**
Waktu sudah menjelang sore, Zara terlihat sudah bosan karena hanya duduk menunggu Angga yang sedang menyelesaikan pekerjaannya. Jadwal prakter Zara sudah selesai, jadi dia hanya di suruh Angga untuk duduk menunggu dan makan apa saja yang di beli Angga. Zara sampai heran, sehari ini Angga sudah membeli berbagai macam jajanan dari luar.
"Mau kemana?" tanya Angga saat melihat Zara beranjak dari tempat duduknya
"Mandi, gerah banget" jawab Zara berjalan ke kamar mandi
"Bawa baju ganti?" tanya Angga
"Gak bawa,,," jawab Zara
"Didalam ada pakaian ganti" ucap Angga
__ADS_1
"Makasih papa sayang" ucap Zara, masih sempat wanita itu mengecup pipi Angga sebelum masuk kedalam privat room diruangan itu. Angga tersenyum ketika melihat istrinya seperti itu. Lalu Zara masuk dan bersiap akan membersihkan dirinya.
Angga melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 17.05. Kemudian dia menutup dokumen yang sudah selesai dia periksa.
"Nyusul mandi ah!" Kekeh dokter tampan itu. Dengan cepat Angga berjalan dan masuk kedalam privat room nya. Saat dia masuk, ternyata Zara belum selesai mandi. Dengan seringai nakal, Angga segera menyusul istrinya yang masih berada di kamar mandi. Beruntung kamar mandi itu tidak di kunci istrinya
"Sayang!"
Zara terjingkat kaget saat melihat Angga tiba tiba masuk. Tangan nya refleks menutup apa yang bisa dia tutup
"Aku juga gerah! mau mandi. Kenapa sih ditutup tutup gitu?! udah tau juga rasanya!" jawabnya sambil melepas pakaiannya
"Gantian mandinya!" jawab Zara. Dia sangat tau, jika nanti bukan hanya mandi biasa jika sudah berdua
"Lama, sebentar lagi maghrib!" jawab Angga, lalu Angga menghidupkan shower dan membasahi tubuuhnya
"Sini, tak mandiin" kekehnya sambil menarik istrinya
",,,,,,,,,,"
.
.
.
.
Aku yo mau kalau di mandiin Ngga, kalau Zara gak mau, aku aja lahhh😌
.
.
Gaeesss,,, kalau mau buat cerita Rangga dan Jasmine, bagusnya dimasa apa? coba kalian kasih saran ke aku yah,,,
...Rangga dan Jasmine Remaja Nanti...
__ADS_1