
"Ehem! ini tempat kerja bukan tempat pacaran!" Syifa berdiri di depan pintu dengan melipat kedua tangannya di depan dada, tak lupa wajahnya terlihat sangat sinis menatap Rizal dan Liora saat itu.
Rizal cukup terkejut saat melihat Syifa ada di rumah sakit itu.
"Syifa?! kenapa kamu ada disini?!" tanya Rizal
"Kenapa kak? kaget ya? takut ketahuan kerjaan kamu disini, ya kan?!" tanya Syifa tersenyum miring
Liora yang sudah tau jika Syifa ada dirumah sakit itu, melihatnya hanya santai saja. Lalu dia duduk membawa secangkir tehnya. Ingin melihat apa yang akan di lakukan gadis sombong itu sekarang. Dengan santainya Liora menyeruput teh melati hangat buatan Rizal sambil melihat aksi Syifa
"Aku disini magang sebagai perawat. Ya Ampunnn kelakuan kalian,,,, ditempat kerja malah pacaran! tapi cocok sih pacaran di pantry OB" ucapnya dengan tersenyum miring
"Jaga ucapan kamu!" ucap Rizal dengan tegas
"Ups! mantan OB yah, kan katanya udah jadi asissten Dokter. Selamat kak,, tapi sayang seleranya,,,, OB juga" ucap nya dengan terkekeh kecil
Rizal merasa benar telah menolak rencana perjodohan dengan Syifa. Perasaannya mengatakan jika dia harus menolak, ternyata dia melihat inilah watak aseli gadis itu. Memang rupanya cantik, tapi mulut dan tingkahnya tak secantik rupanya.
"Udah ngomongnya?!" Sahut Liora dengan santai meletakkan gelas nya di atas meja, terlihat sangat elegan
"Ya ampunn,,, sebenarnya, ada dendam apa sih kamu dan kak Rizal?! kok seperti cewek gagal move On gitu?!" Cetus Liora dengan tatapan sinis
"Ck! Gagal Move On katamu?!" sungut Syifa
"Iya! soalnya kamu selalu cari ribut! masih punya muka ya?! atau itu tembok?!" ucap Liora
"Tutup mulutmu ya!" sarkas Syifa
__ADS_1
"Ups! nih sudah ku tutup!" Jawab Liora menutup mulut dengan tangannya lalu terkekeh.
"Kak, emangnya kakak punya masalah apa sih dengan dia?! kenapa dia selalu membuat keributan?!" Liora menatap Rizal dan menyentuh lengannya.
"Masalah apa ya?! dia hanya pernah datang kerumah bersama keluarganya. Mama bilang aku harus kenalan sama dia, aku sudah menolak. Tapi mama maksa, aku gak bisa berbuat apa apa karena dia dan keluarganya sudah dijalan. Dari arah pembicaraan keluarga rencananya kami akan di jodohkan, tapi aku menolaknya!" jawab Rizal
"Eh Ralat ya! siapa juga yang mau di jodohkan sama kakak?! aku ikut juga karena mama yang maksa, bukan karena aku suka!" sahut Syifa
"Oh,, jadi itu,, hahaha,,,, ya ampunnnn,,,, ya udah kali ya Syifa. Kan udah jelas kak Rizal nolak kamu! dan apa tadi kamu bilang kamu juga kan gak suka! ya udah terus ngapain sekarang kamu disini?! terus sok sokan memarahi kami?! kamu nyesel ya gak dapeti kak Rizal?!" kekeh Liora seperti mengejek
"Nyesel setelah tau kak Rizal buka OB tapi Asissten Dokter?!" cetusnya lagi sambil tersenyum miring.
Syifa geregetan, ucapan Liora benar benar membuatnya kesal.
"Siapa yang nyesel?!" jawabnya dengan nada ketus
" Kamu!" Jawab Liora dengan cepat
"Gak salah?! bukannya mulut kamu yang sangat pedas! bahkan tak terhitung sudah berapa kali kamu merendahkan orang lain?! ck! untung kak Rizal sudah tah betapa busuknya hatimu itu!" ucap Liora
"Kau?!" Syifa menantang dengan menatap Liora tajam dan menunjuk gadis itu
"Mau apa kamu?!" Ucap Liora
"Ly,,,"
Rizal menyentuh lengan Liora agar tidak terpancing amarah. Liora menoleh kearah Rizal dan mendapat gelengan kepala dari pemuda itu. Rizal tidak mau sampai ada keributan di rumah sakit itu.
__ADS_1
"Biar aku tampar mental gadis sombong seperti ini!" Liora menarik lengannya dengan kuat hingga terlepas dari cengkraman Rizal yang tak kuat. Liora kembali menatap Syifa yang masih menatapnya tajam.
Liora mengambil ID Card nya dari dalam saku celananya.
"Buka mata kamu lebar lebar! kamu pikir aku juga OB kan?!" sarkas Liora
Syifa melihat ID Card Liora dan membaca dengan teliti, tiba tiba jantungnya berdetak begitu cepat saat mengetahui jika gadis itu adalah salah satu mahasiswi dari kampus Kedokteran di Negara Jerman.
"Aku saja yang calon dokter tidak sesombong kamu yang hanya calon perawat!" pelan namun terdengar sangat dingin, bahkan membuat Syifa membeku.
"Mungkin kalau kamu jadi perawat atau lebih dari itu, kamu akan berjalan menengadah ke atas tanpa melihat kedepan apalagi ke bawah!" ucap Liora terdengar semakin mencekam
"Belum jadi perawat saja sudah sombong! suka merendahkan orang lain! aku rasa tidak akan ada rumah sakit yang mau mempekerjakan orang seperti mu! Minim Attitude!" ucap Liora lagi dan syifa tidak mampu berkata kata, menelan salivanya saja begitu sudah, dadaanya terasa sesak
"Ayo kak, kita makan siang, masih ada setengah jam lagi untuk makan siang" ucap Liora pada Rizal.
Gadis itu berjalan tanpa menganggap keberadaan Syifa dan temannya. Tidak peduli kedua gadis itu masih mematung tanpa bicara. Sebuah Fakta yang membuatnya seperti di tampar ribuan kali, bahkan diatas langit masih ada langit yang menjulang tinggi.
Bayangannya teringat pada malam itu, Syifa baru terfikir, mungkin Rizal sengaja mengatakan jika dirinya hanya sebagai OB rumah sakit. Terlalu banyak berfikir membuat Syifa lemas, dan semua berubah gelap!.
"Syifa!"
.
.
.
__ADS_1
.
Pingsan apa meninggoy fa?! 😌