
Keduanya terlihat malu malu sambil melempar senyum. Perlahan Rizal menggerakkan tangan nya dan memberanikan diri untuk menggenggam tangan Liora. Digenggamnya dengan lembut namun cukup membuat hati keduanya bergetar, bahkan rona merah terlihat begitu jelas di wajah keduanya.
Sesaat keduanya saling menatap, menyelami sorot mata masing masing. Rizal masih tidak menyangka jika dirinya bisa dipertemukan dengan gadis cantik itu. Sudah lama sekali hati itu tidak pernah bergetar lagi, dan kini hati itu sudah tidak terasa sepi lagi.
"Gak jadi pulang?" tanya Liora dengan pelan
"Jadi, tapi berat mau pulang kalau udah kayak gini" jawab Rizal dan Liora kembali tersenyum
Rasanya jadi berat untuk pulang kalau sedang sepeti itu, berdua, saling menatap dan dekat , seperti dunia hanya milik mereka berdua.
"Boleh,,, peluk sebentar?" tanya Rizal takut takut. Takut di tolak takut ketahuan keluarga liora, bisa bisa di penggal kepalanya jika ketahuan, tapi dia seperti tidak bisa menahan gejolak cinta yang sedang mekar mekarnya didalam dadaa.
"Boleh" jawab Liora terlihat malu malu.
Mendapat lampu hijau, membuat Rizal tidak ingin kehilangan kesempatan. Dia melepas genggaman tangannya dan akan menarik Liora kedalam dekapannya Tapi sepertinya nasib buruk sedang menghampiri mereka berdua
"Omty cedang apa?" suara sedikit serak khas bangun tidur itu mengagetkan kedua insan yang sedang jatuh cinta itu sedikit lagi hampir berpelukan.
Deg!
Keduanya langsung menjauh dan melihat Rangga sudah duduk dengan mengucek matanya.
"Rangga ,,,sudah ,,,bangun?!" Rizal dan liora terlihat kikuk karena hampir ketahuan berbuat mesyumm oleh keponakannya
"Omty belicik cih, jadi langga bangun. kita cudah campai di lumah ya?" Rangga mengedarkan pandangannya dan melihat dekor kamarnya
__ADS_1
"Iya, kita sudah sampai di rumah. Tadi kamu tidur di motor" jawab Liora
"Oohh,,, " Rangga turun dari tempat tidur dan menghampiri Liora dan Rizal
"Om pamit pulang ya, sudah sore" ucap Rizal pada Rangga
"Iya, makacih ya Om cudah temenin Langga main tadi" ucap Rangga
"Iyah sama sama" jawab Rizal
"Ayo anter Om ke depan" ucap Liora
Lalu ketiganya keluar dari kamar, sedikit melirik dan kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu tersenyum kikuk. Sedikit malu karena kegagalan yang sempat melanda.
Sampai di depan mereka bertemu dengan Zara dan Ibu Marissa. Lalu Rizal pamit pulang dan segera pergi dari rumah besar itu.
"Iya sayang?"
"Tadi Omty dekat dekat caat di kamalku" ucap Rangga
deg!
Liora mematung di depan Zara dan Ibu Marissa.
"Liora,,, apa yang akan kalian lakukan tadi ha!" tanya Ibu Marissa
__ADS_1
"Ga,,k gak ada ma,, kami cuma ngobrol" Jawab Liora tergagap, Rasanya ingin sekali mencubit mulut kecil keponakannya itu
"Yakin?? kalian gak mesyum kan di kamar tadi?!" tanya Ibu Marissa lagi
"Gak lah ma,,, beneran! kami cuma ngobrol. Ini loh kak Rizal mau wisuda dan dia kasih undangan buat aku. Nih undangannya!" ucap Liora. Untung saja dia membawa undangan yang diberikan Rizal padanya
Ibu Marissa mengambil undangan itu dan membukanya. Ternyata benar, undangan itu adalah undangan wisuda dan disana tertulis jika Rizal mendapat predikat Cumlaude.
"ya sudah kalau gitu, awas ya kalau kamu macem macem!" ucap Ibu Marissa lalu memberikan lagi undangan Liora.
"Iya iya,, Liora mau ke kamar dulu ya,, mau mandi biar seger" ucap Liora lalu pergi dari ruang keluarga.
"Huss,, Rangga gak boleh loh ikut campur urusan orang dewasa. Nanti kamu malah dewasa sebelum waktunya. " ucap Zara pada Putranya
"Langga gak ikut campul ma. Cuna tadi Omty itu belicik, Langga jadi kebangun dan Langga liat Om dan Aunty begini,,," Rangga mempraktekkan apa yang dia lihat. Dia merentangkan tangannya sedikit dan mendekat pada mamanya
"Ya ampunnnnn anak itu! bisa bisanya ngelakuin itu di kamar Rangga! bener bener minta di jewer kupingnya!" ucap Ibu Marissa dengan nada kesal.
"Jangan marah marah ma, nanti darah tinggi mama kumat loh" ucap Zara memberi peringatan.
"Aduhhh kepala mama pusing,,,"
.
.
__ADS_1
.
Pusing ya minum obat bu 🤣✌️