
Pagi sudah menyapa, pagi dimana pertama kali Zara menjadi menantu dirumah keluarga Dermawan. Setelah subuh, Zara sudah turun ke dapur membantu Ibu Marissa menyiapkan sarapan untuk keluarga. Ibu Marissa tidak heran jika Zara ikut memasak di dapur, karena dia cukup tau dari cerita Angga jika dia dulu sering di bawakan makanan oleh seorang gadis yang dia sukai. Tapi Angga tidak pernah memberitahu jika gadis itu adalah Zara.
"Jadi dulu Angga sering makan di kosanmu?" tanya Ibu Marissa
"Hehe,, iya bu" jawab Zara malu malu, bisa saja semua keluarga Angga tau jika dulu dia sering membawakan makanan
"Panggil mama,, jangan ibu" ucap ibu Marissa
"Iya ma" jawab Zara malu malu
"Pantas saja dulu Angga selalu pergi pagi pagi ke kampus dan jarang sarapan. Ternyata di kampus sudah ada yang menyiapkan sarapan" kekeh ibu Marisa,
Zara tersenyum, sambil terus melanjutkan pekerjaannya
"Angga jadi ngerepotin kamu dong, setiap hari numpang makan" tanya Ibu Marissa
"Gak sih ma, kan kak Angga sering kasih uang belanja ke Zara..." ucap Zara
"Berapa?" tanya Ibu Marissa
"300 untuk 2 hari. Ya sebenernya Zara juga gak enak, tapi,,, kak Angga maksa. Terus Zara juga dianter ke supermarket untuk belanjanya."
" Dasar anak itu! pinter banget modusnya!" gumam ibu Marissa.
Sarapan sudah terhidang di atas meja, kemudian Zara naik ke atas untuk memanggil anak dan suaminya. Saat Zara sampai di atas, ternyata Angga sedang mengganti pakaian Rangga
"Eh, anak mama sudah mandi ya?" Zara menghampiri Rangga dan Angga
"Cudah ma,, papa yang mandiin Langga,," jawab Rangga
"Sudah mandi papsay" tanya Zara
Angga menoleh dan menatap istrinya yang sedang tersenyum
"Papsay?" Angga berkerut kening mendengar Zara memanggilnya begitu
"Papa Sayang" Bisik Zara dan Angga langsung tersenyum
"Belum mamsay, baru mandiin anak kita" jawab Angga mengkerlingkan mata genitnya.
"Sarapan sudah siap, kalian kebawah saja dulu. Mama mau mandi dulu, nanti mama nyusul, gak lama" ucap Zara pada Rangga
"Iya ma" Jawab Rangga
Zara mengambil handuk, kemudian masuk ke kamar mandi. Angga menyeringai lalu berkata pada putranya
"Sayang,, kamu turun dulu yah, sarapan bareng oma dan opa. Papa mau mandi, setelah itu papa ke bawah " ucap Angga
"Oke" Jawab Rangga kemudian dia berlari keluar dari kamar papanya.
Angga tersenyum lalu segera menutup pintu dan menguncinya. Kemudian Angga segera menyusul Zara mandi.
Ceklek
__ADS_1
Beruntung, Zara tidak mengunci pintu kamar mandinya. Zara yang sedang menggosok gigi begitu terkejut saat melihat Angga masuk. Buru buru Zara menyelesaikan kegiatannya sedangkan Angga dengan cepat melepas pakaiannya.
"Mandinya gantian dong pap" Ucap Zara saat Angga menghampirinya
"Kelamaan, mandi bareng lebih asyik" Angga sudah mendekap, dan melihat dirinya dan Zara dari pantulan cermin di kamar mandi. Wajah Zara langsung memerah saat tatapan keduanya bertemu
"Jangan disini, kamar mandi tempat yang kotor, tidak baik melakukan aktivitas berbuah pahala di tempat yang seperti ini,,," ucap Zara mengusap lembut tangan Angga yang melingkar erat di pinggangnya.
Angga mengecup bahu putih polos itu dengan lembut
" Baiklah, kita ke apartemen saja, papsay tidak mau aktivitas berbuah pahala itu tertunda lagi" Ucap Angga
Zara mengangguk dengan tersenyum , Lalu Angga melepaskannya.
"Kita tetap mandi bersama, aku janji tidak akan melakukan hal lain selain mandi" ucap Angga
"Janji?" tanya Zara
"Iya Janji" jawab Angga
Kemudian keduanya segera membersihkan diri, karena setelah itu mereka akan sarapan bersama keluarga, juga akan pamit pada kedua orang tua mereka untuk menginap di apartemen dan menitipkan Rangga pada Mereka.
Sementara itu Rangga baru saja sampai di meja makan dan melihat ada oma, opa dan seorang wanita yang belum dia kenal
"Rangga, sini... " ucap ibu Marissa
"Iya oma" jawab Rangga menghampiri omanya, lalu Rangga duduk di kursi dekat sang oma
"Hallo Rangga, kenalan yuk, aku aunty Liora, Adiknya papa Rangga" ucap Liora menyapa keponakannya
"Terima kasih,, gemesin bangett sih kamu!" ucap Liora ingin sekali mencubit pipi Rangga
"Rangga, mana papa dan mama?" tanya pak Dermawan
"Tadi mama mandi, papa ikut mandi teluc Langga diculuh papa tulun kebawah opa, " jawab Rangga
Ibu Marissa menahan senyum, Rangga sangat polos, dia akan mengatakan apa yang dia lihat dan dia dengar.
"Oh ya sudah kalau begitu, kita sarapan saja duluan. Tidak perlu menunggu mereka. Nanti kalau lapar pasti mereka akan turun dan cari makan sendiri" ucap pak Dermawan
"Napa gak tunggu papa dan mama, opa?" tanya Rangga
"Tidak perlu, mandi nya orang dewasa itu lama,, kita bisa kelaparan kalau menunggu mereka selesai mandi" jawab pak Dermawan dan semua orang dewasa disana mengulum senyum
"Tapi tadi papa cepat mandiin Langga" Jawab Rangga
"Itu beda sayang, sudah sekarang Rangga makan sama kami, nanti mau gak ikut aunty jalan jalan?" ucap Liora
"Jalan? kemana Aunty?" tanya Rangga
"Kerumah temen Aunty" jawab Liora
"Mau,," jawab Rangga
__ADS_1
"Baiklah, cepat habiskan sarapan mu, setelah itu kita pergi" ucap Liora
Rangga mengangguk patuh, lalu dia segera memakan sarapannya, begitu juga dengan yang lain. Sementara itu, pengantin baru di kamar, baru saja selesai mandi, kemudian mereka segera bersiap dan akan bergabung dengan keluarga untuk sarapan bersama.
Saat Zara dan Angga baru turun, semua keluarga sudah keluar dari ruang makan dan bertemu keduanya. Terlihat keduanya sudah berpakaian sangat rapi
"Loh kok sudah bubar?" tanya Angga melihat keluarganya
"Nungguin kalian kelamaan! kami sudah lapar!" sahut mama dengan tersenyum
Angga melihat jam di tangannya, belum terlalu terlambat mereka selesai bersiap tadi, atau mereka yang sarapannya terlalu cepat
"Kak, Liora mau bawa Rangga kerumah temen, boleh ya?" tanya Liora pada kakaknya
"Memang Rangga mau?" tanya Angga
"Mau, Langga mau pelgi cama aunty cantik" jawab Rangga
Zara mencibik, bagaimana bisa Rangga sekecil itu bisa terlihat genit pada wanita. Padahal mereka baru bertemu, tapi Rangga sudah seperti lengket saja pada Liora
"Iya boleh, sekalian pa, ma, Angga nitip Rangga ya, paling 2 hari deh. Angga dan Zara,,, mau nginep di Apartemen" ucap Angga
"Kok Langga gak di ajak?" tanya Rangga
"Nah Loh!" sahut mama Marissa
Wajah Angga dan Zara mendadak tegang
"Bukan gak di ajak sayang, tapi Rangga harus tetap di rumah oma dan opa. Kan ada Aunty disini, kalau Rangga ikut, Siapa yang temenin Aunty?" ucap Liora pada Rangga
Rangga tampak sedang berfikir saat itu, sedang Angga dan Zara sedikit harap harap cemas
"Ya udah dec, Langga nginep dicini aja temenin Aunty cantik, tapi langga boboknya cama Aunty ya,,," ucap Rangga
"Iya boleh,," jawab Liora dengan tersenyum
"Tapi mandinya cama opa, kata mama,,, Langga gk boleh mandi cama pelempuan celain mama" ucap Rangga
"Iya nanti opa yang mandiin Rangga" jawab pak Dermawan.
"Makasih banget adikku yang cantik,, malaikat penolong kakak" bisik Angga saat liora akan pergi bersama Rangga
"Jangan senang dulu, uang jajan jangan lupa di transfer!" jawab Liora
"Baiklah,,, nanti kakak transfer. Tunggu saja!" jawab Angga
Liora tersenyum lalu mengajak keponakannya ke kamarnya. Dia akan bersiap siap lebih dulu sebelum pergi, sedangkan Angga dan Zara akan sarapan setelah itu baru mereka akan pergi.
.
.
.
__ADS_1
.
Ngga, aku juga mau loh di kasih uang jajan! tak kasih nomer rekeningku ya, awas kalau gak di transfer juga, tak buat gagal buka puasa nanti! 🤑