Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Kesalahan Fatal


__ADS_3

Di desa tempat Zara dulu dilahirkan...


Pagi pagi sekali penduduk pedesaan sudah berbondong bondong pergi ke sawah . Saat itu bertepatan dengan musim tanam padi, jadi mereka harus pergi ke sawah pagi pagi dan nanti akan kembali pulang setelah sore hari. Begitu juga aktivitas yang di lakukan bapak dan Ibu Zara di desa itu.


Dulu, keluarga mereka termasuk keluarga kaya di desanya. Kelurga itu memiliki banyak petakan sawah dan juga ladang. Kelurga Zara dulu sangat disegani, namun tidak sekarang. Kehidupan keluarga Zara di desa kini sudah seperti masyarakat biasa disana. Bahkan kini mereka hanya menggarap sepetak sawah yang mereka sewa untuk kebutuhan makan, padahal dulu bisa di bilang, hamparan sawah disana adalah miliknya.


Roda berputar semenjak Zara kuliah kedokteran dan Kakaknya gagal mendapat kursi di pemerintahan. Sedang Harapan pak Bagas begitu besar pada kedua anaknya hingga tak tanggung dia mengeluarkan banyak uang, tapi harapan tidak sesuai kenyataan. Di pertengahan kuliah Zara keluarga sudah kehabisan biaya, aset sudah terjual dan tinggal beberapa petak sawah saja yang dia miliki. Disaat itulah pak Bagas menerima bantuan bapaknya Bryan untuk membiayai kuliah Zara sampai selesai dengan syarat setelah lulus Zara menikah dengan putranya Bryan.


Pagi itu bapak dan ibu Zara sudah berada di sawah yang mereka sewa, sedangkan kakak Zara kini hanya bekerja sebagai staf biasa di kantor lurah.


"Bapak ambil bibit dulu" pak Bagas mengucapkan kalimat itu terdengar dingin.


Semenjak kesalahan fatal yang di lakukan Zara dan kegagalan kakaknya Zara, keluarga itu tampak suram. Tidak ada lagi canda tawa, mereka pun bicara seperlunya saja.


"Iya" jawab Ibu, Lalu bapak Zara pergi mengambil bibit padi siap tanam milik mereka


"Bu,,,"


Ibu Zara menoleh saat dia dipanggil tetangganya

__ADS_1


"Ada apa bu Sumi?"


"Gini,, saya mau cerita,, kemarin kata siti,, Den Bryan ketemu Zara di kota"


(Siti anak bu Sumi yang bekerja di rumah keluarga Bryan)


"Ketemu Zara?" Wajah kerinduan terlihat begitu jelas di wajah ibu Zara


"Iya bu,, tau gak bu, dia ketemu bukan Zara saja, tapi ada anaknya, sama pria yang katanya itu mirip banget sama anaknya Zara. Kayaknya itu pria yang hamilin Zara, katanya Bryan" ucap ibu sumi dengan semangatnya


"Bagaimana kabar Zara?" tanya ibu Zara


"SUDAH NGERUMPINYA??" Suara tegas itu datang dari pak Bagas yang sudah kembali dari mengambil bibit padi siap tanamnya. Kemudian Ibu sumi cepat cepat kembali ke petakan sawahnya sendiri


Ibu Zara tertunduk, dia sedih, dia juga merindukan Zara. Tapi dia tidak bisa mengucapkan itu, karena pak Bagas seperti begitu membenci Zara, putri mereka.


Pyakkkk


Pak Bagas menjatuhkan bibit padi siap tanam itu ke tanah becek tepat di depan ibu Zara. Kemudian pak Bagas kembali pergi mengambil bibit padi yang tersisa.

__ADS_1


"Ibu Rindu Zara,,," Ibu Zara menyeka air mata yang menetes di pelupuk matanya.


Semenjak Zara pergi, ibu sering sakit sakitan. Tapi dia juga tidak bisa berdiam diri dirumah. Saat dia sakit, dia segera minum obat, kondisi sudah sedikit stabil, dia kembali bekerja. Bekerja apa saja yang bisa menghasilkan uang untuk keluarga. Selain bertanam padi.


Jauh di lubuk hati pak Bagas yang terdalam, dia juga rindu pada putrinya yang sudah bertahun tahun tidak pulang, lebih tepatnya yang dia usir dari rumah. Tapi nyatanya rasa kecewa yang begitu besar mengalahkan rasa segalanya. Kenapa rasa kecewa itu begitu besar? karena Harapan satu satunya bagi keluarga sudah tidak ada lagi, sedang semua Aset keluarga sudah tidak ada lagi, yang tersisa sekarang hanya rumah yang mereka tempati.


Ilustrasi



.


.


.


.


Woyyy BRYAN! Sini lu kompor meleduk! lu bilang, anaknya Zara dekil? ingusan?! wah lu sembarangan ye kalau ngomong! Tak aduin ke papa Angga lu, biar di bedah bedah dan di lempar jadi makanan buaya!

__ADS_1


🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊


__ADS_2