Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Agresif


__ADS_3

"Aku mau ngomong serius yank" ucap Liora saat mereka sudah berada di salah satu restoran. Keduanya sedang menikmati makan siang mereka


"Ngomong apa, hem?" tanya Rizal sejenak menghentikan kunyahannya


"Em,,, kapan kita nikah?" tanya Liora dengan harap harap cemas. Takut saja, siapa tau Rizal belum siap


Rizal tersenyum lalu tangannya bergerak menggenggam tangan Liora


"Kamu mau nya kapan?" tanya Rizal dengan menatapnya serius


"Secepatnya, papa sudah tanya ke aku, tapi kan aku juga harus tanya ke kamu, siapa tau kamu belum siap" jawab Liora


"Kalau Nikah sederhana saja, Insyaa Allah aku siap sayang, mau hari ini juga aku siap nikahin kamu. Tapi,, kalau kamu minta pesta mewah, aku belum sanggup sekarang, aku harus kumpulin uang yang banyak biar bisa kasih pesta mewah di pernikahan kita" ucap Rizal dengan serius


" Aku gak butuh pesta mewah yank, sederhana aja yang penting sah!" jawab Liora


"Kebelet nih?!" kekeh Rizal


"Iiihhhh kok ngomong gitu! takut khilaf tau! kalau deket deket kamu terus bawaannya pengen gigit!" ucap Liora


Jika biasanya seorang gadis akan malu malu, tapi sepertinya tidak untuk Liora. Gadis itu terlalu jujur dan bicara apa adanya sesuai yang ada di pikirannya. Bukannya ilfil, Rizal malah tersenyum saja


"Astaagaa,,, agresif banget yahhh kamuuu,,!" ucap Rizal sambil mengusap usap tangan Liora dan Gadis itu hanya manyun


Makan siang mereka selesai, Setelah Rizal membayar tagihan makan mereka, pemuda itu akan mengantarkan Liora pulang kerumahnya sebelum kembali ke rumah sakit.


Wajah Liora di tekuk saja sejak mereka keluar dari resto, bukan tanpa alasan itu semua karena Rizal sama sekali tidak memberikan kepastian kapan mereka akan menikah, dan diam diam Rizal melihat kekasihnya yang mendadak jadi pendiam.


Tanpa Liora sadari jalan yang mereka tempuh berbeda dari biasanya. Hingga sampailah mereka di suatu komplek perumahan,,,


"Ayo turun" ucap Rizal saat mereka berhenti di salah satu rumah seperti type 54 yang bercat putih di padu warna coklat tua


"Ngapain berhenti disini?" tanya Liora melihat sekitar, di sana seperti komplek perumahan tapi yang dihuni baru beberapa rumah saja.


"Ayo masuk dulu,,," Rizal menggandeng tangan Liora dan mengajak gadis itu untuk masuk kedalam. Lalu Rizal mengambil kunci di dalam tas dan membuka pintu rumah itu.

__ADS_1


Saat mereka masuk, rumah itu sudah sedikit banyak terisi furniture yang tertutup kain putih, terlihat minimalis sekali rumah itu jika di bandingkan rumah Liora tidak akan ada apa apanya.


"Rumah siapa kak?! kok kita asal masuk?!" tanya Liora


"Ini akan menjadi rumah kita nanti setelah menikah" tanya Rizal


"Hah?!" Liora kaget saat tau Rizal sudah membeli rumah untuk mereka berdua nanti


"Iya,, tabungan yang sebenarnya untuk melanjutkan kuliah, kakak belikan rumah ini Ly, karena kan kakak di biayai kuliahnya. Jadi kakak pikir lebih baik kakak belikan rumah ini. Apa kamu suka?" tanya Rizal


"Suka, Jadi setelah kita menikah, kita tinggal berdua disini?!" tanya Liora mendekat pada Rizal, Liora senang bukan main


"Iya,,, ayo kita lihat lihat kedalam" ajak Rizal dan Liora mengangguk dengan antusias . Liora tidak menyangka jika Rizal sudah mempersiapkan semuanya


Rizal menunjukkan letak dapur, kamar mandi, tempat mencuci baju, jemuran di belakang, ada taman kecil di belakang bisa untuk bersantai. Kemudian kamar tamu, ruang keluarga. Meski belum semuanya lengkap, tapi setidaknya rumah itu sudah mulai terisi.


"Ini kamar kita nanti,," ucap Rizal saat membuka kamar utama yang cukup besar, Liora masuk kedalam dan melihat kamar itu sudah ada spring bed , lemari pakaian, meja rias dan kursi rias, tentu untuk Liora, apalagi warna kamar itu di cat biru langit seperti warna kesukaan Liora.


"Masih banyak kekurangannya, nanti di cicil untuk di lengkapi" ucap Rizal


"Karena aku serius sama kamu,,,"


Rizal mengeluarkan sebuah cincin yang ntah darimana dia dapatkan, tentu Rizal sudah mempersiapkan ini semua.


"Liora,,, mau kah kamu menjadi bidadari surgaku? ibu dari anak anak ku? dengan segala kekurangan ku ini,,," ucap Rizal saat menatap Liora dengan penuh harapan.


"Ya aku mau kak!" tanpa menunggu lama, Liora sudah menjawabnya dengan cepat. Gadis itu terlalu senang dan haru sampai menangis, dia tidak menyangka saja jika hari ini dirinya malah di lamar.


Rizal memasangkan cincin di jari manis Liora, dan gadis itu langsung berhambur memeluk Kekasihnya,


"I Love You Liora Dermawan" ucap Rizal saat membalas pelukan Liora dengan tak kalah eratnya


"Love you too kak" Jawab Liora dengan masih segukan.


Beberapa saat keduanya masih saling memeluk, lalu perlahan Liora melepaskan pelukannya begitu juga dengan Rizal. Keduanya saling menatap, dan wajah Liora sudah mendekat saja

__ADS_1


"Sssttt,, jangan ciuman disini,, nanti saja kalau sudah halal yah," ucap Rizal sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir Liora


"Kenapa?! gak ada CCTV kan?! kak Angga gak akan tau" ucap Liora dengan wajah polosnya


"Takut kebablasan. Apalagi kita cuma berdua,, sini kecup kening saja" ucap Rizal lalu mengecup kening Liora dengan sayang. Setelah itu dia melepaskan lagi


"Jadi gak boleh ciuman nih?!" tanya Liora


"Boleh tapi nanti ya, sayanggggg" kekeh Rizal sambil mencubit pipi Liora dengan gemas


"Hem,,, ya udah dehhh" jawab Liora kemudian memeluk Rizal lagi sebagai gantinya. Setelah cukup lama mereka berada di rumah itu, kemudian Rizal Mengantarkan Liora pulang kerumahnya.


"Secepatnya, kakak akan datang ke rumah mu untuk melamar mu"


"Oke, aku tunggu!"


**


Rizal baru saja sampai di rumah sakit setelah mengantarkan Liora pulang. Hatinya begitu bahagia karena lamarannya di terima, meski sebenarnya dia bisa menebak pasti diterima. Dokter muda itu terus saja tersenyum saat melewati lorong rumah sakit karena mengingat bagaimana menggemaskan gadisnya, meski sedikit agresif rupanya, tapi Liora selalu apa adanya tanpa menutup nutupi karakter aselinya.


Tiba tiba senyum nya luntur saat berpapasan langsung dengan Dokter Angga Dermawan yang baru saja keluar dari ruangan pasien.


Suasana berubah jadi tegang!


.


.


.


.


.


Bahahahaha siap2 kena semburan ya Zal 😂 mau kabur gak bisa!

__ADS_1


__ADS_2