Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Semua Dengarkan Aku!


__ADS_3

Pak Bagas sampai di persawahan, kemudian dia duduk di pondok dan menatap hamparan sawah milik warga sekitar. Sekelebat ingatan masa lalu menari nari di dalam pikirannya. Dulu dari hamparan sawah itu sebagian besar miliknya tapi satu persatu petakan sawah itu di jualnya untuk keperluan anak anaknya.


"Zaraaa, Satria,,, jangan lari lari, nanti kalian jatuh ke lumur nak!" teriak pak Bagas pada Zara dan Satria kecil


Pak Bagas sedang mengingat kenangan masa kecil Zara dan Bagas yang sering ikut ke sawah dan bermain main bersama teman teman masa kecilnya.


Di rumah pak Bagas,,,,


Zara, Rangga dan ibu sudah duduk di ruang tamu. Rumah itu masih seperti dulu, tidak ada sedikitpun yang berubah. Foto keluarga pak Bagas juga masih berada pada tempatnya.


"Rangga mau minum apa? nanti nenek buatkan" ucap Ibu pada Rangga


"Tidak ucah nek, nanti nenek lepot" jawab Rangga


"Duhh pintar sekali kamu nak, tampan sekali,, nenek gemas denganmu" ucap Ibu Zara dengan lembut ketika menyentuh kepala Rangga


Kemudian Angga masuk bersama pak Anwar.


"Pak taruh disitu saja kopernya" ucap Angga


"Taruh di dalam saja Ngga. Zara, bawa koper kalian ke kamar " ucap ibu


"Iya bu" jawab Zara yang kemudian berdiri


"Biar saya yang bawa pak, bapak bisa ambil barang lainnya yg masih di mobil" ucap Zara


"Baik Non" jawab Pak Anwar menyerahkan koper pada Zara lalu kembali ke mobil. Masih banyak barang barang yang di harus dia bawa masuk


"Ini semua apa Ngga? banyak sekali?" Tanya Ibu bingung


"Ini hanya bingkisan kecil untuk ibu dan bapak. Semoga suka ya bu. Dan ada juga bahan makanan, karena mungkin kami akan tinggal beberapa hari disini, takut merepotkan ibu dan bapak" Jawab Angga dengan begitu sopan


"Ya ampun,,, kamu ini terlalu berlebihan. Kalian itu anak anak dan cucu kami, tidak ada hal merepotkan seperti itu. Tapi keadaannya ya seperti ini, jadi mungkin seadanya disini" ucap Ibu


Pak Anwar masuk membawa sekarung beras, lalu Angga membantu untuk menurunkannya. Zara keluar dengan membawa beberapa cangkir teh dan menaruhnya di atas meja


"Maaf ya bu, Zara jadi lancang buat teh untuk pak Anwar dan kak Angga" ucap Zara


"Apa yang kamu katakan hah?! ini rumahmu! kau anggap apa kami?!" Cetus ibu dan Zara tersenyum


"Diminum kak tehnya, pak Anwar," ucap Zara

__ADS_1


"Terima kasih" jawab Angga dan pak Anwar bersamaan


Kemudian Angga duduk di sebelah Zara, ada pak Anwar duduk sendirian dan Ibu duduk bersama Rangga. Melepas lelah sejenak sebelum mereka kembali berbincang


"Jadi selama ini kamu tinggal dirumah nak Angga?" tanya Ibu


"Tidak bu, Zara ngontrak rumah bersama Rangga, setelah pindah tugas di rumah sakit pusat, Zara tinggal di mess. Kami pun belum lama bu di pertemukan lagi..." ucap Zara belum selesai


"Dia bersembunyi dari saya bu. Bahkan hampir menyembunyikan Rangga dari saya!" sambung Angga


"Kakak, gak gitu ceritanya... Zara gak ada niat sembunyiin Rangga dari kakak. Buktinya Zara langsung jujur kan?" cetus Zara tida terima


Ibu tersenyum saat melihat interaksi Zara dan Angga, terlihat keduanya begitu saling mencintai


"Jadi selama ini kamu tinggal hanya bersama Rangga? bagaimana kamu melewati masa masa sulit itu sendirian Ra?" tanya Ibu


Zara terdiam dan menatap ibunya


"Semua karena Rangga bu, dia yang selalu menjadi penyemangat dalam hidup Zara dan Zara bisa melewati masa masa sulit itu" jawab Zara menatap dengan penuh cinta pada putranya


"Mama,,,, langga cayang mama" Anak itu turun dari sofa dan berjalan menghampiri mamanya dan memeluknya


"Mama juga sayang sama Rangga,,, sangat sayang,," Jawab Zara


"Emm, maaf nak Angga, ibu mau tanya. Sebenarnya apa pekerjaan nak Angga?" tanya Ibu


Angga tersenyum dan menjawab pertanyaan calon mertuanya


"Saya hanya seorang dokter bedah bu di rumah sakit tempat Zara juga bekerja disana" jawab Angga merendah


"Ohhh dokter? Zara kan belum ambil profesi, jadi bekerja apa disana?" tanya Ibu pada Zara


"Dokter umum bu, Zara praktek di ruang IGD" Jawab Zara


"Kata Bryan,,, dia ketemu kamu di mall. Katanya cucu ibu jelek, dekil, ingusan, terus bapaknya kayak preman, kasar. Tapi,,, cucu ibu tampan begini, bapaknya juga. Dimana letak dekilnya? manis begitu kok?" ucap ibu . Angga sedikit tersipu karena di puji calon mertuanya


"Jadi Bryan menyebarkan berita tidak benar itu ke desa ini?" tanya Zara


"Iya, berita itu sudah disebar luaskan ke pelosok desa ini!" Sahut Ibu


"Benar benar cari perkara! apa sih maunya dia!" Sungut Zara

__ADS_1


"Sudah,, nanti biar aku yang urus" Angga menatap Zara yang sudah tersulut emosi


"Iya kak,," Jawab Zara


"Bapak kemana ya bu?" tanya Angga


Deg!


Semua orang terdiam,


"Mu,,ngkin masih di rumah pak Arto. Besok acara nikahan Rini dan Denis. Bapak di beri tanggung jawab sebagai wakil tuan rumah, jadi mungkin masih sibuk disana. Nanti juga pulang" jawab Ibu


"Ohh begitu,," Sahut Angga


Terlihat wajah Zara mendadak berubah tegang. Mereka kembali berbincang, banyak hal yang mereka obrolkan untuk mencairkan suasana.


Satria yang berada di kantor lurah mendengar kabar jika adiknya pulang bersama pria yang dulu menghamilinya pun langsung minta izin pulang. Dia mengendarai motornya dengan kecepatan tak biasa. Dia sudah tersulut emosi dan ingin menghajar pria brngsk yang sudah menghancurkan masa depan adiknya. Begitu sampai di rumah, Satria yang di liputi amarah pun langsung masuk kedalam rumah tanpa mengucapkan salam lebih dulu.


"Jadi ini dia orangnya?!" Satria yang di liputi amarah pun langsung mencengkram kuat krah kemeja Angga dan membuatnya bangun dari tempat duduknya. Satria menatap sengit pria yang sudah menghancurkan masa depan adiknya


Angga terlihat kaget, tapi dia tidak akan berniat sedikitpun melawan calon kakak iparnya


"Kak! lepaskan kak!" Cetus Zara berusaha melepaskan cengkraman tangan kakaknya


"Pak Anwar, tolong bawa Rangga keluar" ucap Angga.


Dengan cepat, Pak Anwar mengajak Rangga keluar dari tempat yang penuh ketegangan itu.


"Kau membela dia Ra?!" sarkas Satria


"Ya! karena kakak tidak tau hal yang sebenarnya! Lepaskan!" Sekuat tenaga Zara mencoba melepaskan tangan Satria dari kerah kemeja Angga dan itu berhasil.


"Semua dengarkan aku!"


.


.


.


.

__ADS_1


Heyyy kalian semua dengar? diam dan dengarkan Zara mau ngomong! 🤐


Ayo kita diam, dan kita tunggu Zara mau ngomong apa. Hehe senin ini yank, senin. Aku boleh gak minta di Vote dulu 😁 Biar aku ada tenaga buat lanjutin bab selanjutnya 🤗


__ADS_2