Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Sidang Bryan


__ADS_3

Dengan bukti bukti kejahatan yang kuat dan akurat, akhirnya Hakim memutuskan untuk memenjarkaan Bryan 6 tahun penjara dan Denda 1.000.000.000,00. Bryan hanya pasrah karena mengelak semua juga percuma karena apa yang di lakukan itu memang salah dan dia mengakuinya di depan Hakim. Sebelum Polisi membawa Bryan ke penjara, Bryan meminta untuk bertemu dengan keluarga pak Bagas dan mereka mengabulkannya. Kini Bryan berhadapan dengan pak Bagas dan anggota keluarga lainnya.


"Aku minta maaf, atas semua kesalahanku dan papa" ucap Bryan dengan wajah sedih. Bahkan pria itu tidak berani menatap pak Bagas saat bicara. Dia menunduk dan tengah menahan tangis dan rasa penyesalan


"Semoga setelah ini kamu berubah menjadi lebih baik lagi" ucap pak Bagas


"Iya pak,, saya janji" jawab Bryan


"Kami semua sudah memaafkan kamu dan keluarga mu" ucap pak Bagas


Bryan mengangkat kepalanya dan memberanikan diri menatap pak Bagas. Tiba tiba Bryan berlutut dan memeluk kaki pak Bagas


"Terima kasih pak, terima kasih,, saya janji saya akan berubah" ucap Bryan dengan sudah menangis saat itu


"Ya" jawab pak Bagas


"Mekipun kami sudah memaafkan kamu, tapi tetap saja, hukum tetap akan berjalan sebagaimana mestinya" ucap Satria.


Bryan mendongak ke atas dan melihat ke arah Satria, mantan kakak iparnya. Lalu Bryan berdiri dan menatap mantan kakak iparnya itu


"Aku minta maaf padamu" ucap Bryan


"Iya, aku sudah memaafkan kamu" jawab Satria dan Bryan mengangguk. Lalu Bryan menatap Zara yang berdiri di samping Angga


"Zara, aku minta maaf" ucap Bryan


"Ya, aku memaafkan kamu" jawab Zara


"Terima kasih" ucap Bryan


Lalu Bryan mundur dan di bawa ke tempat yang seharusnya dia tinggali sekarang untuk menebus kesalahan yang sudah dia lakukan. Meski keluarga Zara sudah memaafkan tapi hukuman Bryan tetap berjalan, sekarang yang ada hanya penyesalan yang mendalam bagi Bryan. Setelah sidang selesai, Angga membawa keluarga Zara ke rumah pak Dermawan. Selama ini mereka belum pernah sekalipun berkunjung kerumah besannya.


Sampainya di depan rumah pak Dermawan, keluarga pak Bagas di buat sedikit minder. Meski mereka sudah menjadi besanan, tapi keluarga pak Bagas baru tau, jika ternyata keluarga mantunya itu benar benar kaya raya. Bahkan mereka tak henti henti berdecak kagum saat baru sampai di rumah besar itu.


"Kakek, Nenek,," Teriak Rangga menyambut kedatangan kakek, nenek, Om dan juga papa mamanya


"Cucu kakek,,,," Ucap pak Bagas dengan antusias. Mereka sangat merindukan Celoteh cucu nya itu, selama ini mereka hanya sering berbincang melalui sambungan Video Call saja.


Rangga langsung berlari dan menyalami kakek, nenek dan juga Om Satrianya. Lalu pak Dermawan mengajak keluarga besannya untuk masuk kedalam. Mereka pun berkumpul di ruang tamu sambil berbincang

__ADS_1


"Jadi bagaimana hasil sidangnya?" tanya pak Dermawan


"Sudah diputuskan pa hukuman untuk Bryan, karena Bryan juga tidak mengelak dan mengakui semuanya, jadi dia akan di penjara 6 tahun dan denda 1M" jawab Angga


"Semoga setelah di penjara dia bisa menjadi manusia yang lebih baik" ucap pak Dermawan


"Semoga saja " jawab Angga


Mereka terus berbincang sambil menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan di atas meja. Saat sedang bersenda gurau, perhatian mereka teralih saat mendengar suara motor berhenti di depan rumah.


"Makasih ya" ucap Liora


"Iya sama sama" jawab Rizal


Liora turun dari motor Rizal, lalu berjalan menaiki tangga


"Liora,," Gadis cantik itu menoleh saat Rizal memanggilnya


"Ada apa?" tanya Liora


"Helmnya belum di lepas" ucap Rizal saat menyusul Liora


Lalu Liora melepas helm yang dia pakai dan memberikannya pada Rizal


"Nih, maaf" ucap Liora dengan tersenyum kecil


"Iya gak papa,," jawab Rizal


"Rizal?!"


Rizal menoleh saat mendengar namanya di panggil


"Loh, pak Bagas,,,?" ucap Rizal saat melihat pak Bagas bersama Rangga


"Kamu disini?" tanya Pak Bagas


"Iya pak, saja jadi tukang ojek " jawab Rizal


"Kakek kenal Om Lijal?" tanya Rangga

__ADS_1


"Kenal,,," jawab pak Bagas


"Kenal dari mana pak?" tanya Zara


"Pak Bayu itu pegawai Dinas pendidikan yang beli beras sama bapak. Ya Rizal ini yang ngambil ke gudang kita. awalnya pak Bayu lagi ada kerjaan katanya ke desa kita, itu recomended dari pak Damar kepala sekolah waktu kamu SD, lalu pak Bayu ketemu bapak dan beli beras untuk keluarganya sendiri, terus dia promosi ke teman2 di dinas dan mereka ikut beli juga akhirnya" Jawab pak Bagas


"Oohh gitu,," jawab Zara


"Iya" Jawab Pak Bagas


Semua yang mendengar mengangguk mengerti, dan Rizal tersenyum kecil sambil mengiyakan perkataan pak Bagas


"Liora, Ajak Rizal masuk " ucap pak Dermawan


"Iya pa,, ayo kak masuk dulu" ucap Liora


"Terima kasih" Jawab Rizal


Kemudian mereka masuk semua kedalam rumah.


"Ini Liora pak, adiknya Angga. Waktu nikahan Angga dan Zara kan Liora gak bisa datang karena kuliah" ucap pak Dermawan pada Pak Bagas


"Ohh iya pak, lagi libur ya nak Liora?" tanya pak Bagas


"Saya magang di rumah sakit pak" Jawab Liora


"Ohh ternyata pak Bagas itu bapaknya Dokter Zara. Maasyaa Allah jadi keluarga ini dokter semua,," Rizal hanya mampu membatin


.


.


.


Kamu yo calon Dokter kan Zal?! Jangan minder ah😪


...


Aku ngambek sama kalian😩

__ADS_1


__ADS_2