Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Memancing keributan


__ADS_3

Jam makan siang, Rizal baru saja keluar dari ruangan Dokter Faisal karena praktek dokter sudah selesai dan dia akan mengajak Liora untuk makan siang bersama.


"Kak Rizal"


Rizal menoleh ke belakang


"Loh Liora? dari mana?" tanya Rizal


"Tadi ikut Dokter Rahayu mengunjungi pasiennya yang rawat inap. Udah selesai kerjanya?" tanya Liora


"Sudah, ini mau ngajakin kamu makan siang" jawabnya sambil tersenyum sedikit malu. Rizal jadi salting sendiri saat Liora terus menatapnya


"Oohh,, mau makan di luar aja gak? sekalian mau minta tolong anterin ke toko buku" ucap Liora


"Boleh, aku ambil tas dulu kalau gitu ya" ucap Rizal dan Liora mengangguk


Setelah itu Rizal kembali masuk kedalam ruangan Dokter Faisal mengambil tasnya. Setelah itu dia keluar dan mereka menuju ke ruangan dokter magang. Liora mengambil barang barangnya dan kemudian mereka meninggalkan rumah sakit.


"Mau makan dulu apa Cari buku?" tanya Rizal


"Makan dulu aja kak, kalau ada tempat makannya deket sama toko buku" jawab Liora


"Oke" jawab Rizal


Rizal membawa Liora ke sebuah gedung pusat toko buku di kota itu, ternyata disana juga ada tempat makan dengan berbagai macam menu makanan. Sebelum membeli buku, keduanya lebih dulu mengisi perut mereka. Mereka mencari tempat duduk lalu memesan makanan.


"Kali ini biar aku yang bayar!" ucap Liora saat mereka sudah memesan makanan mereka


Rizal tersenyum kecil, " tidak mau, malu lah ly, masak cewek yang bayarin makan" jawabnya


"Memangnya kenapa? harus gitu cowok yang bayarin terus? lagian aku yang ngajak makan di luar. Kakak tuh udah sering bayarin makanan aku, sekarang pokoknya gantian." jawab Liora


"Terserah kamu saja" jawab Rizal akhirnya mengalah. Sebenarnya dia merasa tidak enak jika Liora harus membayar semua tagihan makanan mereka. Tapi gadis itu memaksa, ya mungkin sekali kali tidak masalah jika wanita yang harus membayar tagihan makanan dengan uangnya.


Beberapa menit kemudian, makanan sudah terhidang di atas meja. Tidak ingin membuang waktu mereka pun makan bersama.


"Kak Rizal?"


Liora dan Rizal yang sedang menikmati makanannya pun menoleh, Rizal melihat ada Syifa bersama teman temannya juga berada disana dan kini sedang berdiri di sampingnya dan Liora


"Syifa?!"


"Disini juga?" tanya Syifa pada Rizal, pandangan gadis itu pun juga tertuju pada Liora yang duduk di depan Rizal. Syifa menamati penampilan Liora yang biasa saja sedikit tersenyum sinis


"Iya,," jawab Rizal

__ADS_1


"Oohh,,," sahut Syifa


Liora melihat tatapan syifa seperti sedang meremehkannya.


"Siapa kak?" tanya Liora pada Rizal


"Ini Syifa anak temen mama" jawab Rizal


"Oh anak temen mama" jawab Liora menatap Syifa


"Dia pacar kak Rizal ya?" tanya Syifa menatap Liora dengan tatapan sinis.


Sebenarnya Rizal malas menanggapi ucapan Syifa, tapi ,,


"Iya, Kenalkan, Saya Liora pacar Kak Rizal" Jawab Liora berdiri dan mengulurkan tangan. Sontak saja Rizal membulat kaget


Syifa menatap Liora dan membalas jabatan tangan Liora.


"Aku Syifa" Jawabnya terdengar ketus, mereka hanya sekilas berjabat tangan


"Cocok, kalian memang cocok. Sama sama OB ya ?" tanya Syifa terlihat menahan tawa mengejek


"OB?!" Batin Liora


" Siapa yang OB?!" Tanya Liora


Liora tidak terima di remehkan, dia pun ingin memberi pelajaran pada gadis itu. Sedang Rizal ikut berdiri, karena merasa Syifa sudah keterlaluan


"Memangnya kenapa OB? ada yang salah?" tanya Liora dan malah mengundang tawa Syifa dan teman temannya


"Gak ada, cocok sih kalian" ucap Syifa kembali tertawa


"Oh iya,,?" sahut Liora


"Syifa cukup! lebih baik kau pergi!" ucap Rizal sedikit meninggi


"Loh, kok ngusir? kan ini tempat umum kak. Lagian emang bener kan yang aku bilang?!" ucap Syifa


"OB bukan sembarang OB. Tapi kami adalah calon Dokter!" sahut Liora


"Oh iyaaa?! iya sih,, calon Dokter tapi tetep kan Sekarang OB!" ucap Syifa


"Denger ya Syifa! Rizal bukan lagi OB, Tapi Asissten Dokter!" ucap Liora


Deg!

__ADS_1


Seketika tawa Syifa luntur


"Kenapa? kaget?" cetus Liora dengan wajah sinis bahkan terlihat lebih sinis dari Syifa sebelumnya


"Kamu siapa sih?! jadi orang kok sombong banget! kamu punya apa? baru juga kuliah perawat!" ucap Liora balik menyerang Syifa, Liora bisa melihat seragam yang di pakai Syifa dan teman temannya dan juga melihat lambang kampus di baju itu adalah akademik keperawatan.


Syifa terdiam begitu juga dengan teman temannya


"Udah ly, jangan di teruskan" ucap Rizal menengahi agar tidak terjadi keributan.


"Diem kak, gadis seperti ini harus di beri pelajaran biar gak seenaknya ngerendahin orang lain!" jawab Liora


"Apa?! mau banggain kekayaan orang tua kamu?! atau tempat kamu kuliah sekarang?! gak malu kamu? belum jadi apa apa sudah sombong begitu! kamu tidak akan pernah tau sudahnya cari uang dengan keringat kamu sendiri! justru aku merasa bangga, meskipun kak Rizal pernah bekerja jadi OB tapi dia tidak malu padahal dia calon Dokter" ucap Liora


Syifa merasa di permalukan dengan k kata kata liora.


"Ayo Fa kita pergi" ajak teman Syifa


Mereka menarik Syifa untuk pergi namun Syifa masih tidak terima dengan perkataan gadis yang sepertinya seumuran dengannya itu.


Liora balik tersenyum sinis melihat Syifa yang terus di seret teman temannya.


"Ly,,, " panggil Rizal


"Apaaaa kak,," sahut Liora kembali duduk dan minum, ternyata cukup haus meladeni gadis sombong itu


"Kenapa memancing keributan, harusnya kamu tidak perlu melakukan itu. Biarkan saja dia mau bicara apa" ucap Rizal


"Orang kayak gitu gak bisa di diemin kak. Harus di tutup rapet biar gak ngeremehin orang lain!" sahut liora


"Hem,,, eh tadi, siapa yang ngaku ngaku pacar kakak?!"


Deg!


.


.


.


.


Liora mati kutu 🀣


Note :

__ADS_1


Buat orang tua, dan orang dewasa manapun, wajib di ingat ingat untuk tidak sembarangan bicara, apalagi ada anak anak. Anak anak sangat cepat meniru apa yang dia lihat dan apa yang dia denger. Rangga hanya sebuah gambaran anak kecil yang begitu cepat meniru ucapan orang dewasa. Tidak perlu protes kok rangga ngmng gitu, aku cuma mau ingetin buat kita kita ini sebagai orang dewasa untuk memberikan contoh yang baik untuk anak anak. Lagian ini kan di baca orang Dewasa bukan anak anakπŸˆπŸˆβ€β¬›


__ADS_2