Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Om Jahat!


__ADS_3

Zara berbalik dan menatap Bryan dengan tajam


"Bukan urusanmu!" jawab Zara


"Haha,, ya ya memang bukan urusanku! aku hanya kasihan pada anak itu yang terlahir tanpa ayah! Ayah nya saja tidak jelas siapa!" Ucap Bryan


Zara mengeratkan genggaman tangannya karena mendengar ucapan Bryan yang keterlaluan. Ucapan yang tidak patut di dengar anak kecil, terlebih Rangga. Meski saat itu memang Rangga terlahir tanpa seorang Ayah.


Suuuuuuttt


Tanpa semua orang menduga, Bryan dibuat kaget dan mengumpat kasar saat Rangga dengan sengaja menumpahkan es cream coklat di baju putih Bryan.


"Hey!" teriak Bryan dengan kesal


"Itu untuk Om jahat!" cetus Rangga tanpa rasa takut. Zara begitu kaget dengan apa yang di lakukan putranya


"Dasar monster kecil! beraninya kau!!" Bryan akan memukul Rangga namun tangganya langsung tak bisa bergerak karena Angga sudah mencengkram nya dengan sangat kuat


"Jangan pernah kau sentuh anak ku!" Ucap Angga memberi peringatan pada Bryan.


Bryan langsung menatap Angga dan berusaha melepaskan cengkraman tangan pria itu namun Angga sama sekali tidak mau melepaskan. Terjadilah bersitegang antara kedua pria itu. Bryan apa tidak salah dengar, pria itu mengatakan 'anakku' apa pria itu ayah anak Zara? mereka sudah menikah? kenapa berita di daerah mereka tidak terdengar jika Zara sudah menikah. Dia tidak akan percaya begitu saja!


"Lepaskan!" Ucap Bryan


"Ku peringatkan padamu! sekali lagi kau bicara seperti tadi, aku tidak akan segan menguliti mu! aku congkel kedua mata mu! dan aku keluarkan jantung mu untuk santapan buaya!" ucap Angga dengan penuh ancaman, tiba tiba bulu kuduk Bryan berdiri mendengar ancaman pria yang tengah bicara setengah berbisik padanya. Namun dia tidak akan menunjukkan ketakutannya itu pada orang lain.


"Kau pikir aku takut?!" jawabnya

__ADS_1


"Harusnya kau takut! Aku seorang dokter bedah! setiap hari aku membedah tubuh manusia. Mencongkel bola mata mu itu hal yang sangat mudah bagiku! kau tidak percaya?! datang ke rumah sakit Tri Medika Pusat, dan buktikan sendiri ucapan ku!" Angga melepaskan cengkraman tangannya pada Bryan dan mendorongnya hingga Bryan mundur 2 langkah ke belakang.


Bryan menelisik postur tubuh Angga yang tinggi, tegap dan kekar dengan otot otot yang terlihat menonjol karena Angga memakai baju yang sangat pas pada tubuhnya. Belum lagi wajah itu terlihat serius. Melihat dari fisik pria di hadapannya itu bisa benar apa yang dia katakan. Bryan merasa tak asing melihat pria itu tapi dia lupa dimana pernah melihatnya. Padahal mereka pernah bertemu saat Bryan dan Zara menikah.


Bryan memilih mencari aman daripada jadi korban mutilasii.


"Ayo kita pergi!" Ucapnya pada wanita yang bersamanya.


Sejenak semuanya diam hingga Bryan tidak terlihat lagi.


"Om keleeeennnn!" Ucap Rangga memberi acungan jempol pada Angga, hingga sudut bibir Angga terangkat melihat wajah ceria putranya.


"Terima kasih kak" ucap Zara


"Sama sama, aku rasa,, lebih baik kita katakan saja semuanya pada Rangga. Aku tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi.." ucap Angga


"Aku pikir juga begitu" jawab Zara


Zara baru ingat jika dia membeli Ice cream untuk Angga juga.


"Ini tadi aku belikan es krim, aku akan beli satu lagi karena Es krim Rangga kan di tumpahkan tadi di baju Bryan" ucap Zara yang kemudian memberikan satu Ice cream pada Angga


"Rangga suka eskrim coklat kan? ini ambil" ucap Angga memberikan es krimnya pada Rangga, lalu Rangga menerima eskrim dari Angga


"Telima kasih" ucap Rangga


"Sama sama" jawab Angga

__ADS_1


"Lalu kakak?" tanya Zara


"Aku bisa berbagi dengan mu" jawabnya dengan tersenyum. Angga selalu saja bisa membuat jantung Zara berdetak tak karuan.


Kemudian Angga menggandeng tangan mungil Rangga dan mengajak mereka menuju ke parkiran. Tak lupa Angga juga menenteng plastik plastik belanjaan mereka tadi. Sampai nya di parkiran, mereka bertiga langsung masuk kedalam mobil Angga, setelah itu ketiga nya meninggalkan pusat perbelanjaan menuju mess Zara.


"Bagaimana mau makan ice cream nya?" tanya Zara


"Suapi" jawab Angga dengan tersenyum menggoda Zara


" Suapiii?!" tanya Zara


"Kan aku sedang menyetir, kalau sambil makan nanti malah nabrak. Gimana?" tanya Angga


"Ck! dasar modus!" Zara berdecak kecil karena akhirnya dia terjebak, Sedang Angga tersenyum penuh kemenangan dan di kursi belakang Rangga bersorak gembira .


"Buka mulutnya!" Ucap Zara akhirnya mengalah


Dengan senang hati Angga membuka mulutnya saat mendapat suapan ice Cream dari mamanya Rangga.


Meski begitu keduanya tampak sedang berfikir bagaimana cara menyampaikan kenyataan yang sebenarnya pada putra mereka.


.


.


.

__ADS_1


.


Ngeri jugaaaa e anceman Angga😨 sampe Bryan kabur gitu🤣


__ADS_2