
"Aku ingin kita mengulangnya lagi,,," bisik Angga, sambil menghembuskan nafas hangat di telinga Zara, sungguh itu membuatnya geli.
Zara mengigit bibir bawahnya sendiri, jika itu yang diinginkan Angga, berarti Zara harus kembali menggodanya tanpa malu malu. Kemudian Angga berdiri, sudah seperti akan pergi meninggalkan Zara seperti dulu, Demi cintanya pada suaminya, Zara akan melakukan apapun untuk membuatnya bahagia. Zara menanggalkan semua rasa malunya, dan akan menjadi apa yang Angga inginkan.
Wanita itu berdiri dan menahan lengan Angga, Angga berbalik dan saat itu, Zara tanpa malu malu langsung mengecup bibir suaminya sama seperti dulu yang pernah dia lakukan. Angga tersenyum saat Zara mencoba untuk mengulang masa indah mereka.
Jika dulu Angga bertindak sedikit kasar namun tetap memabukkan, kini pria itu bertindak dengan penuh penghayatan yang mendalam, menikmati momen pembuka setelah sekian tahun mereka tak jumpa. Tidak ingin buru buru, karena mereka masih memiliki waktu yang begitu panjang tanpa pengganggu. Seiring langkah mereka mendekat kembali pada tempat tidur, Angga sudah melepas satu persatu kain yang melekat ditubuh mereka.
"Sangat cantik,,"
Pujian itu membuat Zara memalingkan wajahnya, dia sangat malu ditatap penuh damba suaminya. Pagi itu tidak ada yang bisa di sembunyikan lagi, semua bisa Angga nikmati tanpa harus takut dosa, bahkan berbuah pahala untuk mereka berdua.
Angga menarik selimut dan menutupi setengah dari tubuh mereka dan mengungkung istrinya.
Tatapan itu semakin sendu bersamaan dengan hasraat yang tak terbendung.
"Honey,,," Angga
__ADS_1
"Emm,,,,,?" Zara
Tidak bisa berkata apa apa lagi, ntah sedalam apa rindu yang di rasakan keduanya, hingga keduanya terhanyut kedalam kubangan gairaah asmara. Rindu yang meluap luap, setelah bertahun tahun menyimpan rasa dalam lara. Hari ini tumpah ruah, sama seperti keringat yang mengiringi aktivitas berbuah pahala untuk mereka. Meski raga tak selangsing dulu, tapi tidak mengurangi kadar cinta Angga untuk Zara sedikitpun.
"Honey,, aku hampir sampai,,," tenggorokan Zara bahkan sudah terasa kering, hujaman Angga tidak main main. Pria itu sepertinya tengah balas dendam pada raga itu. Zara sudah seperti daging guling yang di putar putar agar masaknya merata.
"Barengan honey, aku juga akan sampai !!" Pria itu semakin cepat berlari mengejar istrinya, hingga akhirnya keduanya bisa bersamaan di garis finish .
Angga langsung tumbang di sebelah Zara dengan deru nafas yang tak beraturan, begitu juga wanita itu. Peluh sudah begitu basaah,,,
"Terima kasih honey, masih sangat sempit dan mengigit" kecupan mendarat di pipi Zara, namun Zara hanya mampu mengangguk pelan
Angga tersenyum kecil, lalu segera turun dan mengambil air putih di dapur. Tak lama dia sudah kembali dan memberikan air putih itu untuk istrinya.
Namun wajah Zara tiba tiba memerah karena Angga tidak memakai apapun
"Kok gak pake celana sih?!" Cetus Zara membuang wajahnya ke arah lain
__ADS_1
"Hehe,, kan mau lanjut lagi, ngapain pake celana?!" Angga meraih gelas yang di pegang istrinya lalu menghabiskan sisa air putih itu hingga tandas. Setelah itu Angga meletakkan gelas di nakas kecil dan kembali menyusul Zara di balik selimut
"Yuk ronde kedua!" ucap Angga dan Zara menganga
.
.
.
.
.
Hahahaha biasa aja kali Ra! namanya juga bales dendam! sekali mana cukup keleeezzzz 🤪
Eh awas ya kalau kalian bilang kurang hot! 🔥
__ADS_1
Kalau mau yang hot, deket deket kompor, pasti hot 😂 Fokus ke ceritanya aja lah yahhhhh,,,, jangan buat pengen kaum jomblo✌️😀