Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Senggol Dikit


__ADS_3

Setelah menandatangi dokumen itu, maka resmi sudah Rizal sebagai pimpinan Rumah sakit Tri Medika Cabang yang baru. Perasaan Rizal jadi campur aduk, sungguh dia merasa masih tidak percaya dengan semua yang terjadi.


"Selamat menjalankan tugas Dokter Rizal!" ucap Dokter Davin pada Rizal


"Terima kasih!" Dijawab Rizal dengan tegas.


Setelah penyerahan jabatan baru, Angga dan pak Dermawan pamit pulang lebih dulu. Angga harus kembali ke rumah sakit pusat sedang pak Dermawan akan pulang ke rumah, Ada Azzura dan Azzam yang sudah menunggunya pulang. Kemudian Dokter Davin pun akhirnya keluar dari ruangan pimpinan rumah sakit cabang, tinggal Liora dan Rizal saja yang ada di dalam sana.


"Kakak hampir pingsan sayang!"


Rizal menghela nafas berat saat duduk di sofa dan bersandar.


"Memangnya kenapa kak? kakak gak seneng dapet jabatan ini?" tanya Liora saat mendekat pada suaminya


Rizal membuka mata dan menatap lekat lekat istrinya itu


"Pengen senang, tapi nyatanya tanggung jawab ini sangat besar. Kak tidak pernah menyangka jika semua ini terjadi dengan begitu cepat. Menurutmu, apa kakak pantas?" tanya Rizal


"Kalau masih ragu begitu, harusnya tadi sebelum tanda tangan! papa dan kaka Angga saja sudah menilai kakak itu layak, dan pantas untuk mengemban tanggung jawab ini, kenapa masih ragu?! Dan menurutku, kakak memang pantas ada di posisi ini, aku yakin kakak bisa memimpin rumah sakit ini dengan baik" ucap Liora


"Kakak bukan ragu, hanya,,, masih tidak menyangka, rasanya ini seperti mimpi" ucap Rizal kemudian menangkup wajah istrinya, di labuhkan satu kecupan dan itu terasa nyata, bukan hanya sekedar mimpi.


"Buktikan kakak kepada mereka, kakak bisa di andalkan!" ucap Liora


"Asal kamu terus berada di sisiku dan selalu support kakak, Insyaa Allah kakak akan berusaha sekuat kemampuan kakak untuk memimpin rumah sakit ini. Semua ini demi kamu, dan anak anak kita nanti" ucap Rizal kemudian mengusap lembut perut Liora yang masih rata.


"Emm,, jika aku belum juga hamil bagaimana?" tanya Liora dengan harap harap cemas

__ADS_1


"Jangan terlalu di fikirkan. Pernikahan kita masih seumur jagung, masih banyak waktu untuk kita membuat anak, kita nikmati waktu berdua kita sekarang sebelum kita di sibukkan dengan mengurus anak anak, yah,,, kita bayar waktu 2 tahun kita saat berpisah dulu" ucap Rizal menatap istrinya dengan penuh cinta


"Iya kak,,, " jawab Liora dengan tersenyum


"Ayo coba kursi kerja baru" kekeh Liora dan Rizal ikut tersenyum, Lalu keduanya beranjak menuju ke kursi kebesaran pimpinan rumah sakit. Kemudian Rizal duduk dan Liora malah duduk di pangkuan suami nya


"Waduh,, langsung bangun aja ini di senggol sedikit!" kekeh Liora saat merasakan sesuatu sudah mengganjal di bawah


"Dia sensitif banget, senggol dikit langsung tegang. Tanggung jawab loh ini" Ucap Rizal sambil mengusap lembut punggung istrinya


"Gak, hari ini adalah hari pertama kakak jadi pimpinan rumah sakit, jadi hal pertama yang harus kakak lakukan adalah meninjau rumah sakit ini!" ucap Liora


"Hem,, iya iya,, tapi boleh gak, ini di tidurin dulu? masak jalan keluar kondisi tegang gini? nanti di lihatin orang orang kalau menonjol begini! mana sesek lagi!" ucap Rizal dengan nada memelas.


Liora menghela nafas berat, kasihan juga suaminya itu. Lalu Liora melihat ada ruangan khusus untuk istirahat, kemudian Liora mengajak Rizal kesana. Liora tidak akan rela jika ada orang lain yang melihat suaminya seperti itu. Dengan senang hati, Rizal mengikuti kemana pun istrinya membawanya, dan kini keduanya sudah berbagi peluh berbagi rasa didalam privat room yang terhubung dari ruangan pimpinan rumah sakit.


Namanya pengantin baru, benar benar tidak bisa menahan hasraat!


Cup!


Kecupan sayang di layangkan di kening Liora sebelum Rizal keluar dari ruangan itu


"Kakak pergi dulu ya, mau meninjau rumah sakit. Terima kasih sayang,," ucapnya namun tidak ada jawaban dari Liora, yang terdengar hanya dengkuran halus saja dari mulutnya. Setelah berpamitan, Rizal keluar dan akan menjalankan tugas pertamanya.


Saat pintu di buka, Rizal di kaget kan dengan kehadiran seorang pria yang belum dia kenal


"Dokter Rizal, selamat pagi"

__ADS_1


"Pagi pak, anda siapa?"


"Nama saya Nugroho, saya di bagian pengurus kegiatan harian rumah sakit ini. Dan Saya ditugaskan oleh Dokter Angga untuk mendampingi dokter Rizal dalam mengetahui rumah sakit ini lebih jauh" ucap Nugroho


"Oh begitu, baiklah, sekarang kita mau kemana?" tanya Rizal


"Saya akan memberitahu anda semua yang ada di rumah sakit ini, mari ikut saya. Kita mulai dari ruangan itu" Nugroho menunjuk salah satu ruangan yang tidak jauh dari ruangan pimpinan rumah sakit


"Baiklah,," Lalu Rizal mengikuti Nugroho dan mendengar penjelasan dari Nugroho.


..........


Waktu sudah menjelang siang, Rizal yang sudah membangunkan istrinya kemudian mengajak Liora untuk makan siang. Liora yang juga sangat lapar pun dengan cepat membersihkan diri, lalu memakai pakaiannya kembali dan ikut pergi suaminya. Keduanya akan makan siang di luar,,,


Saat melewati lobby rumah sakit menuju ke parkiran, Liora dan Rizal melihat serombongan gadis sedang berjalan bersama dan salah satunya ada Syifa. Mereka terlihat sedang asyik bercanda sampai mereka tidak melihat ada Liora dan Rizal yang melihatnya.


"Mudah mudahan kita semua di terima yah kerja disini, jadi kita bisa bareng bareng terus!" ucap Syifa pada teman temannya.


"Aamiin, semoga saja kita semua di terima" sahut temannya.


Ternyata mereka semua baru saja memasukkan berkas lamaran untuk mengikuti seleksi penerimaan perawat baru di rumah sakit itu.


.


.


.

__ADS_1


.


Itu kalau Syifa tau yang mimpin rumah sakit Rizal, bisa kejang kejang dia! Mungkin dia lupa atau gak tau kalau rumah sakit itu bagian dari rumah sakit yang di pusat? hadehhhhhhh! 😒


__ADS_2