Aku Punya Papa

Aku Punya Papa
Perebut Suami Orang


__ADS_3

Acara syukuran sudah selesai, para tetangga juga sudah pulang ke rumah masing masing. Di rumah Liora juga sudah selesai beres beres dan semua keluarga sedang berkumpul di ruang tamu.


"Ly, apa bik Minah di tinggal disini aja, buat bantu bantu kalian?" tanya Ibu Marisaa


"Gak usah ma, Liora mau belajar mengurus semuanya sendiri. Tapi mungkin sesekali gak papa kalau Bik Minah sama Mang Boy kesini buat bantu bersih bersih taman apa gimana" jawab Liora


"Memang kamu yakin kamu sudah bisa masak? terkahir kali kamu masak nasi goreng itu asin banget!" cetus Angga


"Ck! kak Angga ih buka kartu!" ucap Liora dengan bibir mencibik, malu lah di depan mertua di bongkar kartu busuk nya,


"Om mamam di umah ulla aja, Onty acakna acin!" ucap Azzura melirik auntynya dengan tatapan mengejek


Semua orang jadi tertawa lucu mendengar cibiran Azzura yang sudah seperti mengibarkan bendera perang.


"Tenang saja, Om bisa masak, nanti Om yang akan ajari Aunty masak biar gak asin lagi,," ucap Rizal pada Azzura


"Alu gicu acu au diajali uga!" jawab Liora menatap Rizal dengan terkekeh


"Iya boleh, tapi nanti kalau ulla sudah besar yah,," jawab Rizal


Hadeh! ni bocah udah kayak pelakor kecil! perebut suami ku ! Pengen nangisssss!. Jeritan hati Liora saat melihat Suaminya di kuasi oleh ponakannya.


Obrolan terus berlanjut, kemudian Papa dan mama Rizal pamit pulang. Karena keduanya tidak membawa kendaraan, maka pak Dermawan menyuruh supirnya untuk mengantarkan besannya. Sementara itu, Pak Dermawan dan Ibu Marisaa akan pulang bersama Zara dan Angga.


"Ayo Ulla kita pulang nak,," ucap Zara sedang Azzura masih betah berada di pangkuan Om nya sambil menikmati kripik kentang kesukaannya


"Ulla au bobo cini" jawab gadis kecil itu sekilas menatap mamanya


"Ehh,,, pulang dong, gak boleh ganggu Aunty sama Om" ucap Zara lagi


"Om aca anggu ga?" tanya Azzura pada Rizal


Rizal jadi serba salah, mau bilang tidak tapi kehadiran Ulla sekarang memang sedikit mengganggu, pastinya dia dan Liora tidak akan bebas saat ingin merajut asmara. Tapi Rizal juga tidak tega melihat Azzura bersedih.


Astagaaaaa bocil ini,, bener bener meresahkan!. Liora membatin


"Ulla ikut papa dan mama pulang yah, Om sama Aunty mau bikin adek bayi buat temenin ulla main" cetus Liora semakin geram dengan kelakuan ponakannya

__ADS_1


"Oh iya?!" Terdengar sangat menarik di telinga Azzura


"Iya, makanya Ulla ikut pulang mama dan papa" jawab Liora


Azzura terlihat sedang pikir pikir


"Omty uat aja, ulla ga au anggu,," jawab Azzura dan semua orang sepertnya bernafas lega


"Au uma mau bobo aja, ga au anggu kok" sambungnya lagi dan semua orang di buat menganga


" Sudah, gak ada negosiasi, Ayo Ulla pulang sama papa" Angga berdiri lalu berjalan menghampiri Azzura, sedang gadis itu semakin mengeratkan pelukannya pada Om Rizalnya


"Ga au pa" jawab Azzura sudah akan menangis


"Itu kasihan kelinci kelinci di rumah cariin ulla, nanti di sate kak Rangga kalau kamu gak jagain!" ucap Angga


"Ga uleh!" jawab Azzura


"Makanya ayo pulang, jagain kelinci kelinci kamu" ucap Angga lalu mengangkat Azzura, gadis kecil itu masih enggan, tapi tenaga papa nya jauhh lebih besar dibandingkan dia. Setelah berhasil memisahkan Azzura dengan Rizal, Angga langsung membawa gadis kecilnya keluar dari rumah itu. Langsung saja keluarga lainya ikut keluar karena memang mereka akan pulang.


Alhamdulillah, akhirnya,,, Liora dan Rizal membatin.


"Dadaaaaaaaaaa" Lambaian tangan itu mengantar kepergian keluarga dan rombongan lainnya. Lalu sepasang pengantin baru itu segera masuk kedalam rumah.


"Kakak!" Liora berteriak karena kaget begitu masuk langsung di angkat tubuhnya dan dibawa masuk kedalam kamar.


"Time is buat teman mainnya Ulla"


Duar!


Dengan satu kaki, Rizal menutup pintu karena kedua tangannya tengah menggendong istrinya, sedang Liora terkekeh melihat betapa bahagianya Rizal saat menginginkan dirinya.


...................


Semenjak saat itu, Liora dan Rizal begitu memaksimalkan waktu bersama mereka untuk terus merajut kasih. Tidak ada rencana untuk menunda momongan, keduanya sudah sepakat untuk terus bekerja keras agar segera mendapatkan keturunan.


Namun, takdir berkata lain,,,

__ADS_1


Pernikahan Liora dan Rizal yang kini sudah menginjak tahun kedua, tapi keduanya belum di karuniai anak. Rumah tangga mereka baik baik saja, Keduanya juga sama sama sehat, tidak ada yang sakit ataupun gangguan lainnya. Liora dan Rizal juga sudah melakukan program kehamilan selama 2 tahun ini, tapi belum juga membuahkan hasil.


Meski seperti itu, kedua keluarga tetap memberikan support penuh, meski berita berita miring di luar sana membuat panas telinga mereka.


Rizal sering melihat Liora diam saat sendiri karena istrinya itu merasa sangat bersedih,


" Sayang,,,,"


Tangan hangat itu mengusap lembut bahu Liora saat Liora tengah duduk di sofa kamar, menatap mini taman bunga di dekat jendela kamar.


"Kakak" Ucap Liora saat lamunannya terganggu


"Jangan melamun,,," ucap Rizal lalu berlutut di depan istrinya, keduanya saling menatap dan terlihat mata Liora sudah berkaca kaca


"Maaf ya,, aku belum bisa memberikan keturunan untuk kamu"


Air mata itu langsung jatuh, saat menatap sorot mata teduh suaminya. Sungguh Liora merasa dirinya bukan wanita sempurna karena sampai saat ini dirinya belum juga hamil.


"Sudah ribuan kali kamu mengatakan itu, dan sudah ribuan kali aku katakan, ini bukan salah mu. Mungkin Allah melihat kita berdua belum siap untuk di beri amanah anak, jadi Allah masih menundanya. Kita gak boleh putus asa yah,,, mau kita memiliki anak atau pun tidak, aku akan tetap mencintai kamu sampai diujung usiaku" ucap Rizal dengan mengusap air mata istrinya yang terus jatuh


"Aku takut kakak berpaling,, aku takut,,,"


"Sssttt,,, itu tidak akan pernah terjadi. Tidak akan ada yang bisa menggantikan kamu di hati aku. Jangan sedih lagi yah,,," ucap Rizal kemudian dipeluklah istrinya itu dengan begitu erat...


"Kak,,"


"Iya?" Rizal melepaskan pelukannya dan menatap istrinya


"Apa kita bawa Ulla untuk tinggal disini? siapa tau dengan hadirnya anak kecil di rumah ini, bisa memancing kehamilan" ucap Liora


"Kamu percaya seperti itu?" tanya Rizal


"Ntahlah, mungkin dengan hadirnya Ulla akan membuat jiwa keibuanku semakin keluar. Kita coba dulu kak" jawab Liora


"Ya sudah kalau memang begitu, kita bicarakan ini pada kak Zara dan kak Angga" ucap Rizal dan Liora setuju.


Kemudian Liora dan Rizal pergi kerumah papa dan mamanya karena disana ada Keluarga Angga . Sampai di sana, keduanya langsung mengajak Zara dan Angga bicara, tentu mereka membicarakan soal keinginan mereka untuk mengajak Azzura tinggal bersama mereka, dan Zara maupun Angga tidak keberatan akan hal itu, yang penting Azzura mau tinggal bersama Omty nya.

__ADS_1


"Aku mauuuuuuu!"


Jawaban itu terdengar sangat nyaring sekali


__ADS_2