
Eh!
Liora masih dalam mode terkejut saat tiba tiba di peluk dengan begitu erat. Bahkan indra penciumannya bisa merasakan mencium aroma wangi dari pemilik tubuh yang sedang memeluknya. Bahkan gadis itu bisa mendengar detak jantung pemuda itu dengan begitu jelas.
Sementara itu Rizal sedikit takut, jika gadisnya akan marah karena dia memeluknya di depan umum. Tadi refleks Rizal lakukan karena rasa khawatirnya. Namun ketakutannya menghilang saat Liora membalas pelukannya
"Darimana saja sih? aku khawatir cariin kamu" ucap Rizal melepaskan pelukannya dan menatap gadisnya
"Gak kemana mana kak, cuma beli bunga aja" jawab Liora
"Lama banget, kakak takut kamu hilang" ucap Rizal dengan masih memegang kedua bahu Liora, gadis itu tersenyum melihat perlakuan Rizal padanya. Terlihat pemuda itu begitu mengkhawatirkan dirinya
"Aku bukan anak kecil lagi kali kak" ucap Liora
"Aku gak mau kehilangan kamu" ucap Rizal mentoel ujung hidung Liora yang mancung
Aww!
"Astagfirullah!" Ucap Rizal yang merasakan sakit yang begitu terasa pada telinganya. Satu jeweran di telinga kiri membuat Rizal meringis kesakitan
"Dasar anak nakal! bisa bisanya kamu mesum di tempat umum hah!" Sarkas Ibu Mira dengan melotot tajam ke arah putranya
"Aduh ma,, ampun ma,, ampun,,, " ucap Rizal meringis juga sedikit malu karena dilihat Liora dan orang orang yang lewat. Lalu Ibu Mira melepas jewerannya dan
Plak!
"Pelukan sembarangan gak malu! giliran dijewer bilang malu! ayo pulang!" sarkas Ibu Mira sambil menggeplak lengan putranya. Liora jadi merasa tidak enak karena itu juga mereka berdua yang melakukan, hanya saja cuma Rizal yang mendapatkan hukuman
Lalu mereka berjalan menuju parkiran mobil
"Enak?!" ledek pak Bayu saat melihat Rizal mengusap usap telinganya yang merah dan terasa sakit
Kemudian Mereka masuk kedalam mobil, lalu Rizal mengemudi mobil itu menuju ke studio foto
"Tadi Rizal tuh refleks pa ma peluk Liora, dia ngilang, aku khawatir karena takut dia hilang" jawab Rizal
"Alesan!" sungut Ibu Mira
__ADS_1
"Beneran, aku khawatir!" jawab Rizal, Liora hanya bisa diam dengan perasaan tidak enak pada kedua orang tua Rizal.
"Khawatir ya khawatir! tapi ya gak usah peluk pelukan di depan banyak orang! gak malu kamu?!" sungut Ibu Mira
Rizal terdiam, dia tidak ingin bicara lagi karena dia juga mengaku salah dalam hatinya. Tapi benar, jika tadi dia sangat khawatir pada Liora yang menghilang.
,,
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di studio Foto. Disana sudah ada Cinta yang menunggu sejak tadi. Lalu mereka masuk ke dalam dan bersiap untuk pengambilan foto keluarga. Selain mereka foto berempat, ada momen Liora juga ikut kedalam foto keluarga Rizal. Meski masih canggung, tapi Liora tetap tersenyum.
"Boleh ambil foto berdua gak?" tanya Rizal pada Liora. Dia ingin mengabadikan foto mereka berdua, selama ini mereka memang tidak pernah berfoto bersama.
Liora mengangguk, Lalu mereka berdua berfoto bersama.
**
Waktu terus bergulir, setelah berfoto bersama, keluarga Rizal pulang kerumah. Setelah mengantarkan kedua orang tuanya pulang, Rizal meminta izin untuk mengantarkan Liora pulang kerumahnya. Sebelum pulang nanti Rizal akan mengajak Liora untuk makan siang bersama, mengingat keduanya belum makan siang. Setelah menjalankan kewajibannya, keduanya berpamitan pada Ibu Mira dan pak Bayu.
"Kita makan dulu ya sebelum pulang" ucap Rizal saat mereka sudah berada di dalam mobil
"Boleh" jawab Liora
"Loh kenapa menepi kak?" tanya Liora
"Um,, aku ingin memberikan sesuatu untuk mu" ucap Rizal
kemudian pemuda itu merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak kecil beludru berwarna merah, sungguh Liora di buatnya terkejut saat melihat Rizal mengeluarkan benda itu.
Lalu Rizal membuka kotak itu dan didalam ada sebuah cincin, meski tidak mahal tapi terlihat sangat cantik
"Liora,, mungkin aku tidak bisa membelikan hadiah yang mahal untuk mu. Tapi,, aku ingin memberikan hadiah ini untuk mu, sebagai tanda cinta ku padamu" ucap Rizal.
Dia merutuki dirinya sendiri, karena Sungguh sejak semalam dia sudah merangkai kata kata yang indah, tapi ntah dia merasa blank hingga yang terucap hanya kata itu saja.
Liora terenyuh, meski kata kata Rizal langsung to the point, tapi terdengar begitu indah saja menurutnya. Liora merasa sangat di cintai oleh pemuda itu. Pemuda yang mampu menggetarkan hatinya.
Keduanya pun saling menatap dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
"Terima kasih" ucap Liora saat Rizal sudah memasangkan cincin itu di jari manisnya, dan sangat pas ukurannya
"Kok bisa langsung pas?" tanya Liora
"Aku masih ingat ukurannya saat pertama kali aku menggenggam tanganmu, ketika kita akan menyebrang jalan" jawab Rizal
"Terima kasih ya kak sudah memperlakukan ku seperti ratu" ucap Liora
"Karena kamu sudah menjadi ratu di hatiku" jawab Rizal
Tangan pemuda itu menyentuh pipi Liora, mengusapnya pelan. Dan perlahan badan Rizal condong kedepan hingga jarak keduanya semakin dekat. Benar kata orang, jika berduaan, yang ketika pasti,,,,,,,, .
Jantung keduanya berpacu dengan begitu cepat, deg deg an tak karuan kalau sudah begini. Rasanya sangat penasaran, apa rasa dari penyatuan bibir yang keduanya sama sama belum pernah merasakan . Apa rasanya manis? asin? asem? pait? apa campur campur kayak es campur?
Liora sama sekali tidak menghindar, dia juga sangat penasaran, bagaimana rasa penyatuan itu? dan dia ingin juga merasakan. Semakin lama, wajah keduanya semakin dekat, Rizal sedikit memiringkan kepalanya dan hembusan nafas hangat semakin menerpa wajah mereka satu sama lain.
Dug
Dug
Dug
Jantung keduanya seakan terjun bebas saat mendengar gedoran dari luar.
Rizal langsung menjauh dan menurunkan kaca mobilnya.
"Selamat siang, ini bukan tempat parkir. Tolong tunjukkan Sim dan STNK mobil anda" Seorang petugas Dishub menegur mereka karena menghentikan mobil di pinggir jalan terlalu lama.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Wkwkwkwkwkwwkwkwkwkwkwkwk ngakak so hard! 🤣