
"Ciuman yuk?!" Angga tersenyum manis namun tidak terlihat manis saat melihat wajahnya yang seperti itu
"Gak mau!" Zara mendelik dan langsung bangun lalu duduk
"Jangan macem macem kak! aku suntik bius biar kakak langsung tidur!" Cetus Zara
"Mana bisa kamu menyuntik ku? Menyuntik itu keahlian ku" jawab Angga dan membuat Zara semakin sebal
"Aku hanya ingin meluapkan kebahagiaan, karena papa dan mama sudah memberikan restunya pada kita, apa itu salah?" ucap Angga lagi
"Meluapkan ya meluapkan saja! masih banyak cara lain, tidak harus dengan ciuman! Ingat, sekali kakak mencobanya lagi, kakak akan minta lagi !" sungut Zara
"Itu kan kata kataku dulu! kamu masih ingat?!" tanya Angga
"Ya! Zara masih ingat! bisa bisa adiknya Rangga hadir dengan cepat setelah itu!" ucap Zara dengan wajah kesal
"Sudah tidurlah sendiri! Zara mau keluar!" Zara segera turun dari tempat tidur dan langsung berdiri
"Zara,,, temani aku" ucap Angga
Tapi Zara tidak memberikan respon apa apa, dia tetap berjalan keluar dan meninggalkan Angga
"Zara,,,"
"Zaraaa,,,, aku minta maaf, aku hanya menggoda mu saja tadi" ucap Angga namun Zara tetap keluar.
"Huh!,,, dia marah!" gumam Angga yang akhirnya pasrah ditinggal Zara keluar. Maksud ingin menggoda saja, tapi berujung pertengkaran diantara keduanya.
Zara mengomel sendiri setelah memilih keluar dari kamar Angga. Dia begitu kesal karena dalam kondisi sakit begitu Angga masih saja berfikir mesum. Meski sebenarnya Zara juga tidak memungkiri jika dirinya begitu merindukan Angga. Tapi otak nya masih waras, dia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.
Tidak ada kerjaan, Zara memesan bahan makanan secara Online , dia ingin memasak saja untuk makan siangnya dan Angga nanti. Sedangkan Angga tengah berfikir, bagaimana agar Zara tidak marah lagi dengan nya.
Di tempat lain,,,,
Ibu Zara dan beberapa tetangga tengah duduk di pondok yang ada di pinggir sawah . Setelah dari pagi bekerja, mereka beristirahat sejenak untuk melepas lelah mereka setelah bercocok tanam. Namun Bapak Zara memilih untuk mencari kegiatan lain daripada ikut duduk bersama yang lainnya.
__ADS_1
Terlihat mereka sedang menikmati makanan yang mereka bawa dari rumah.
"Singkong goreng bu,,, tadi saya goreng banyak. Ini kalau mau" ucap Ibu Zara menawari para tetangga yang ikut duduk disana. Kemudian Ibu Zara meletakkan rantang berisi singkong goreng itu di antara makanan yang lain.
"Makasih bu" Jawab ibu ibu yang lain
"Bu, Apa benar Zara sudah ketemu sama pria yang menghamili Zara?" tanya salah satu tetangga
"Saya juga tidak tau kebenarannya bu" jawab Ibu Zara terlihat jadi murung
"Kok Zara gak pulang ya bu? apa dia tidak kangen sama orang tuanya?!" ucap orang lain lagi
Ibu Zara terdiam, dia menahan air matanya yang akan jatuh. Dia merasa sakit, tiap kali tetangga membahas soal Zara. Kabar soal Zara yang bertemu dengan Bryan sudah menyebar luas ke pelosok desa. Karena Keluarga Bryan termasuk keluarga yang terkenal di desa itu, mudah sekali beritanya menyebar.
"Eh itu bukannya Bryan dan bapaknya ya bu?" Salah seorang menunjuk ke pinggir jalan, saat melihat ada Bryan dan bapaknya keluar dari mobil.
"Mau apa lagi coba, mantan mantu mu itu bu?!" ucap seorang tetangga lagi.
Ibu Zara melihat Bryan dan bapaknya berjalan menapaki jalanan setapak, dia terus berjalan dan ternyata menemui pak Bagas
Pak Bagas menatap dingin mantan mantu dan juga mantan besannya
"Ada apa?!" Jawabnya terdengar sangat dingin
"Apa kabar mas? sudah lama kita tidak bertemu" ucap pak Danang terdengar seperti mengejek saja
"Baik. Ada apa?" tanya pak Bagas tanpa ingin basa basi
Pak Danang tersenyum sinis melihat pak Bagas seperti itu
"Aku ingin menawarkan bantuan modal untuk mu mas, aku kasihan sekarang hidup keluargamu makin blangsak!" ucap pak Danang dan Bryan tampak tersenyum sinis
"Tidak perlu mas, Aku masih bisa mencukupi kebutuhan keluargaku!" jawab pak Bagas
"Hah! dengan apa? coba lihat kondisi mas sekarang? harus berteman dengan lumpur dan cangkul! sebagai teman, aku kasihan , makanya aku berniat meminjamkan kamu modal usaha biar kamu gak capek capek kerja di sawah. Tidak ada bunga, cukup bagi hasil saja" ucap Pak Danang
__ADS_1
"Terima kasih tawarannya mas, tapi maaf aku tidak bisa menerima" jawab pak Bagas.
"Sombong sekali kamu mas?! tapi ya sudahlah, aku hanya berniat baik tapi kau tolak. Ya sudah, terserah mu saja. Ayo Bryan kita pulang! percuma mau di bantu juga orangnya menolak!" ucap pak Danang lalu mengajak Bryan yang sejak tadi diam saja untuk pergi.
Kedua pria itu berjalan melewati jalan setapak menuju ke mobil mereka.
"Aku tidak akan sudi menerima bantuan kamu lagi. Kamu datang hanya untuk menghinaku, bukan untuk membantu,,! kamu pikir aku tidak tau mas Danang!" Gumam Pak Bagas.
Bryan dan pak Danang terus berjalan, dia tidak peduli banyak orang melihat keduanya. Justru mereka akan menjadi perbincangan hangat oleh semua orang disana.
"Pa, apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Bryan
"Kita temui Darmanto, dia yang punya lahan yang di sewa mas Bagas. Kita akan menyuruh Darmanto untuk memutus sewa sampai panen ini saja. Papa akan menyewanya dengan harga tinggi supaya Darmanto mau memberikan pada kita. Dia pikir mudah mencari lahan sewaan lagi di dekat sini? Dia akan mengalami kesulitan!" ucap Pak Danang
"Hahah,,, papa memang pintar!" cetus Bryan
Karena Fokus berbicara dengan papanya, Bryan tidak berhati hati saat berjalan melewati jalan setapak di persawahan itu, hingga
Suuuttt!
Bryan mengumpat saat terpeleset dan terduduk di tanah. Satu kakinya kini berada di dalam kubangan sawah yang becek.
"Sial!"
"Bryan?!" Ucap Pak Danang kaget saat berbalik melihat Bryan yang sudah terduduk di tanah.
"Hahahahaahahahahah" Terdengar gelegar tawa dari orang orang yang ada di sawah saat melihat Kejadian itu.
.
.
.
.
__ADS_1
Buahahahaaha🤣 sukurinnnn lo Bry! 🤪